Tidak dapat dipungkiri lagi, pengobatan kanker dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan pasien. Termasuk terkait kehidupan seksualnya. Tidak jarang, hal ini menimbulkan pertanyaan besar bagi si pasien atau pun pasangannya: apakah saya masih bisa berhubungan seksual? Amankah seks bersama pengidap kanker? Dan beragam pertanyaan lainnya. Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah seksual tersebut akibat dari efek pengobatan kanker? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Kanker dan pengaruhnya terhadap kehidupan seks pasien

Tergantung dari jenis kanker yang diidap dan pengobatan yang sedang Anda jalani, yang jelas, kehidupan seks Anda bisa mengalami perubahan yang cukup drastis. Meski begitu, penyebab keluhan pasien kanker terhadap kehidupan seksnya lebih banyak akibat dari terapi, bukan karena penyakit kanker itu sendiri.

Menurut National Cancer Institute (NCI), ada beberapa masalah seksual yang menjadi perhatian bagi pasien kanker akibat dari efek samping pengobatan, di antaranya:

Apakah penderita kanker boleh berhubungan seks?

Melakukan seks dengan pasien kanker pada dasarnya cukup aman. Hal ini dikarenakan seks tidak akan membuat kanker menjadi lebih parah atau meningkatkan risiko kambuhnya kanker. Selain itu, kanker tidak menular ataupun berpindah kepada orang lain.

Kanker memang bisa mempengaruhi kehidupan seksual Anda dan pasangan. Meski begitu, banyak pasangan mengatakan bahwa pengalaman mengidap kanker membuat mereka justru merasa lebih dekat satu sama lain.

Ada beberapa pertimbangan yang penting disimak jika menginginkan berhubungan seks selama masa pengobatan kanker, yaitu:

  • Mengetahui jenis kanker yang dialami. Hal ini penting. Pasalnya jika kanker mempengaruhi organ kelamin Anda, proses hubungan seks tentu perlu waktu panjang. Bahkan, dokter akan merekomendasikan Anda tidak berhubungan seks sampai proses penyembuhan selesai.
  • Ketahui juga jenis kemoterapi yang digunakan. Apabila kemoterapi menggunakan dosis tinggi, maka akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh secara signifikan, sehingga berhubungan seks sebaiknya dihindari dulu.
  • Terakhir, ketahui kemampuan Anda untuk melakukan hubungan seks. Masa kemoterapi merupakan masa panjang yang menguras fisik dan batin Anda. Itu sebabnya, kelelahan bisa dipastikan sebagai salah satu efek samping yang paling berpengaruh. Jadi pertimbangkanlah, apakah Anda sanggup menjalani aktivitas seksual bersama pasangan saat diri Anda lelah?

Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah seksual akibat dari pengobatan kanker?

Berdasarkan pertimbangan yang sudah dijelaskan di atas, bukan berarti membuat Anda dan pasangan tidak bisa memiliki kehidupan seks yang menyenangkan. Kehidupan seksual antara suami dan istri ketika salah satu sedang menjalani pengobatan kanker tidak melulu diekspresikan lewat hubungan seksual.

Ada beberapa cara lain untuk tetap mewujudkan kasih sayang dengan pasangan agar bisa mengembalikan keintiman dengan cara sederhana berikut ini:

1. Menjaga komunikasi dengan pasangan

Cara ini merupakan kunci agar kehidupan seksual Anda menyenangkan dan penuh gairah. Jadi, jangan segan untuk berdiskusi dan berbicara dari hati ke hati soal apa yang Anda rasakan dan inginkan soal seks bersama pasangan.

2. Menjaga kemesraan lewat hal kecil

Beberapa orang mungkin menganggap jika kehidupan seksual yang menyenangkan adalah soal kepuasan mencapai orgasme saat melakukan hubungan seksual. Padahal tidak demikian. Salah satu tujuan seks yaitu memperkuat ikatan batin dan kasih sayang antara suami dan istri. Untuk mewujudkan hal tersebut Anda bisa melakukan tindakan sederhana seperti mencium, memeluk, berkegiatan bersama, memberikan kejutan serta selalu siap berada di sampingnya.

3. Periksa ke dokter

Jika masalah seksual Anda terletak pada gangguan ereksi dan gairah seks yang menurun, melakukan konsultasi ke dokter atau terapis adalah sebuah solusi yang tepat. Jangan malu dan sungkan untuk bercerita soal kehidupan seks Anda dengan dokter. Pasalnya jika Anda tertutup, dokter pun akan kesulitan untuk membantu mencari jalan keluar atas masalah yang sedang Anda hadapi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca