Berbagai Gejala dan Penyebab Mata Iritasi Akibat Pemakaian Softlens

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Jika sudah terbiasa, Anda pasti sudah ahli dan tak perlu pusing saat pakai lensa kontak alias softlens. Mungkin, ketika mencoba pakai lensa kontak, Anda mengeluhkan mata perih, mata berair, dan tidak nyaman. Nah, bisa jadi itu merupakan ciri-ciri mata iritasi akibat pemakaian softlens. Lantas, kenapa mata terasa perih, merah, dan mengalami iritasi saat pakai softlens?

Berbagai ciri-ciri mata iritasi akibat pakai softlens

Banyak orang yang memilih lensa kontak sebagai alat bantu melihat karena alasan penampilan dan penggunaannya yang relatif mudah.

Namun, menggunakan softlens secara tidak tepat justru sangat berisiko menimbulkan bahaya pada mata. Salah satu kondisi yang paling sering dikeluhkan pengguna softlens adalah gejala-gejala iritasi pada mata. Nah, jika Anda merasakan keluhan tersebut, ada kemungkinan Anda mengalami infeksi mata akibat softlens.

Dilansir dari Kellogg Eye Center, berikut adalah ciri-ciri dan gejala mata iritasi akibat infeksi dari softlens Anda:

  • penglihatan buram
  • mata merah
  • rasa tidak nyaman saat mengenakan softlens
  • nyeri di bagian mata dan sekitar mata
  • belekan
  • mata berair
  • mata lebih sensitif terhadap cahaya

Apabila Anda menyadari adanya ciri-ciri iritasi di atas, segera lepas softlens dari mata Anda untuk mencegah akibat buruk lainnya yang lebih parah. Setelah itu, periksakan mata Anda ke dokter sesegera mungkin.

Lalu, apa penyebab mata iritasi saat pakai softlens?

Lapisan epitelium di kornea, yang merupakan bagian terluar pelindung mata, tersusun atas ribuan ujung saraf. Inilah salah satu alasan mengapa mata Anda sangat sensitif terhadap benda asing, termasuk lensa kontak yang dipasang ke mata.

Tak heran, mata akan selalu “peka” ketika ada zat asing yang masuk ke dalamnya. Anda yang sudah menjadi pengguna softlens pasti pernah mengalami rasa perih, seolah ada yang menusuk mata, ketika baru saja selesai memasang lensa kontak. Padahal Anda yakin telah memasang softlens dalam posisi yang tepat.

Nah, coba perhatikan, satu atau beberapa hal berikut bisa jadi pemicunya:

1. Lensa kontak tidak steril

pakai lensa kontak berwarna

Sebelum memakaikan softlens pada mata, pastikan softlens sudah dalam keadaan bersih terlebih dahulu. Adanya kotoran, debu, bulu mata, hingga riasan make up yang menempel di softlens, tentu berpotensi membawa akibat buruk, seperti ciri-ciri dan gejala mata iritasi yang mengganggu.

Sebaiknya, Anda segera melepas softlens ketika dirasa seperti ada sesuatu yang mengganjal saat dipakai. Setelah dilepas dari mata, perhatikan apa benar ada kotoran atau sesuatu yang menempel di softlens. 

Entah kotoran tersebut terlihat dengan jelas maupun tidak, sebaiknya bilas softlens dengan cairan pembersihnya. Anda bisa menggunakannya kembali setelah dibersihkan, dan rasakan perbedaannya.

2. Alat pemasang lensa kontak kotor

cara pakai lensa kontak

Bukan hanya lensa kontak yang harus Anda pastikan kebersihannya. Tangan atau penjepit sebagai alat untuk memasang lensa kontak pun harus bersih dan bebas kotoran. Itulah mengapa Anda dianjurkan untuk mencuci tangan dulu sebelum menyentuh lensa kontak, bila Anda menggunakan tangan secara langsung.

Atau setidaknya, bersihkan dulu penjepit softlens yang akan digunakan untuk mengambil softlens dan memakaikannya pada mata. Setelah mencucinya dengan sabun, pastikan Anda membilas tangan dan penjepit softlens tersebut sampai tuntas agar bersih dari sabun.

Jika tidak, kondisi dan ciri-ciri mata iritasi akibat pakai softlens tetap tidak bisa Anda hindari.

3. Mata kering

cara mengatasi mata kering

Mata perih setelah pakai softlens bisa terjadi akibat kurangnya jumlah air mata. Air mata memiliki fungsi untuk melembapkan bagian mata. Produksi air mata yang berkurang akibat softlens akan memicu ciri-ciri dan gejala iritasi seperti perih, kering, hingga sensasi seperti terbakar pada mata.

Pemilik mata normal saja rentan mengalami mata kering akibat penggunaan lensa kontak. Apalagi jika Anda memang memiliki keluhan mata kering. Bukan tidak mungkin, kondisi tersebut malah akan semakin menjadi-jadi ketika Anda memasang lensa kontak ke dalam mata.

Hal ini dikarenakan lensa kontak bisa menyerap apa pun, termasuk kotoran, debu, hingga produksi air mata. Itu sebabnya semua pengguna softlens, tak terkecuali penderita mata kering, dianjurkan untuk selalu sedia tetes mata guna. Jangan lupa, perhatikan juga apa saja aturan pakai softlens untuk mata kering agar tidak memperburuk kondisi mata Anda.

4. Reaksi alergi

sakit mata menular

Siapa pun yang sedang mengalami masalah mata, dianjurkan untuk mengurangi intensitas penggunaan lensa kontak atau bahkan tidak memakainya sama sekali. Terlebih ketika masalah mata tersebut berupa alergi mata atau konjungtivitis. Ini bisa mengakibatkan gejala dan ciri-ciri iritasi mata akibat softlens semakin parah.

Tanpa menggunakan lensa kontak saja mata sudah terasa tidak nyaman, apalagi bila ditambah dengan pemakaian lensa kontak pada mata yang sedang sangat sensitif ini. Yang ada, proses penyembuhan gejala konjungtivitis pada mata, seperti munculnya rasa gatal, perih, kemerahan, hingga berair, akan semakin lama.

5. Tidak melepas softlens saat mandi dan berenang

Apa Anda memiliki kebiasaan tidak melepas softlens sebelum mandi atau berenang? Jika iya, hindari kebiasaan tersebut karena dapat meningkatkan risiko infeksi mata. Tidak menutup kemungkinan Anda pun bisa mengalami ciri-ciri mata iritasi akibat softlens.

Mengapa demikian? Air yang terdapat di kamar mandi, sangat mungkin mengandung ratusan organisme kecil yang secara alami hidup di lingkungan, seperti acanthamoeba. Organisme ini dapat hidup di air laut, danau, dan sungai.

Jika Anda mandi atau berenang sambil mengenakan softlens, besar kemungkinan organisme tersebut akan menumpuk di bawah softlens Anda. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya infeksi mata.

Nah, itu tadi berbagai penyebab softlens terasa perih dan memicu gejala iritasi ketika dipakai. Oleh karena itu, pastikan Anda memahami cara merawat softlens yang baik dan benar untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Untuk membersihkan softlens yang terasa perih dan menimbulkan gejala iritasi, cara yang bisa Anda lakukan adalah selalu cuci softlens Anda hanya dengan cairan khusus softlens. Selain itu, jangan lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan atau melepas lensa kontak.

Dengan prosedur pemakaian dan perawatan lensa kontak yang baik, sebagian besar masalah saat menggunakan softlens di atas dapat dihindari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Berenang? Waspada 5 Bahaya Kaporit Dalam Kolam Renang

Fungsi kaporit pada air kolam renang adalah untuk membunuh bakteri-bakteri dalam air dan juga menjernihkan air. Tapi, awas bahayanya yang bisa merusak mata

Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Lensa Kontak Boleh Digunakan Dalam Sehari?

Berapa lama Anda pakai lensa kontak dalam sehari? Hati-hati, menggunakan lensa kontak kelamaan bisa berdampak buruk. Lalu, sebaiknya berapa lama?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Mungkinkah Lensa Kontak (Softlens) Bergerak ke Belakang Bola Mata?

Softlens normalnya terpasang di bagian depan bola mata, tepatnya di lingkaran hitam. Adakah kemungkinan softlens bisa masuk ke belakang mata saat dipakai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 20 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

beda soft lens dan hard lens

Apa Bedanya Soft Lens dan Hard Lens? Mana yang Lebih Baik untuk Mata Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cairan softlens tetes mata

Bolehkah Kita Menggunakan Cairan Softlens Sebagai Tetes Mata?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
mata perih

6 Cara Mengatasi Mata yang Perih dan Terasa Panas Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
softlens lensa kontak

Memahami Jenis Lensa Kontak (Softlens) dan Cara Pemakaiannya yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit