Para mantan penderita kanker pasti menginginkan hidupnya kembali normal seperti orang-orang kebanyakan. Meneruskan pendidikan, bekerja, berumah tangga, hingga memiliki anak. Tetapi tidak bisa dipungkiri banyak dari mereka yang takut untuk memiliki anak setelah mengalami kanker.

Memang, bukan tidak mungkin seorang wanita mantan penderita kanker memiliki anak di kemudian hari, namun mereka ternyata berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi kehamilan. Apa yang menyebabkan komplikasi kehamilan tersebut? Apakah gangguan saat kehamilan dapat dicegah?

Wanita survivor kanker lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of North Carolina Health Care System, menyatakan jika wanita yang pernah didiagnosis kanker ketika masa anak-anak, maka berpeluang untuk melahirkan bayi yang prematur dan memiliki risiko mengalami komplikasi saat hamil.

Pada penelitian yang diterbitkan dalan jurnal JAMA Oncology ini, mendata lebih dari 2.500 kelahiran bayi yang lahir pada tahun 2000-2014. Dari data tersebut diketahui kelompok wanita yang mengalami kanker di usia anak-anak atau dewasa muda melahirkan bayi yang prematur dan bayi mereka memiliki berat badan di bawah standar. Bahkan penelitian ini menyatakan jika terdapat 13% kejadian kelahiran prematur pada ibu yang pernah mengalami kanker, sedangkan pada kelompok ibu yang normal, angka kelahiran prematur hanya berkisar 9% saja.

Mengapa para survivor kanker rentan mengalami komplikasi kehamilan?

Meskipun belum diketahui alasan mengapa komplikasi kehamilan rentan terjadi pada para survivor kanker, namun para ahli menyatakan bahwa hal ini mungkin berkaitan dengan efek samping dari pengobatan kanker yang dulu dilakukan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian tersebut yang menemukan bahwa orang yang pernah menjalani kemoterapi tanpa radiasi sangat berisiko untuk mengalami kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan yang sangat rendah.

Memang, pengobatan kanker dilakukan pada waktu lampau dan sudah terbukti berhasil melawan kanker. Namun dalam hal ini, pengobatan kanker pasti memiliki efek samping, bahkan efek samping jangka panjang. Mengingat pengobatan kanker seperti kemoterapi yang juga merusak sel-sel tubuh yang sehat selama obat tersebut bekerja melawan sel kanker. Rusaknya sel-sel tubuh akan memengaruhi kondisi fisik para survivor kanker, bahkan janin yang ia kandung.

Hal ini juga tergantung dengan jenis kanker dan pengobatan yang dilakukan. Contohnya, pada pasien kanker yang hanya menjalani pengobatan dengan cara operasi saja, tentu memiliki risiko yang lebih rendah ketimbang dengan wanita yang pernah menjalani kemoterapi dan radiasi.

Lalu, apakah komplikasi kehamilan tersebut bisa dicegah?

Tentu bukan berarti pernah mengalami kanker, menjadi jaminan seorang wanita memiliki masalah kehamilan dan gangguan saat persalinan. Semua komplikasi kehamilan, seperti keguguran, bayi lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat badan yang rendah, dapat dicegah.

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin, sejak Anda sudah merencanakan kehamilan hingga waktu persalinan tiba. Selain itu, menerapkan pola hidup sehat sedini mungkin – bahkan setelah pengobatan kemoterapi selesai – dapat menurunkan risiko komplikasi kehamilan pada survivor kanker.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca