Test Bacterial Vaginosis (Uji Vaginosis Bakteri)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu test bacterial vaginosis (uji vaginosis bakteri)?

Bacterial vaginosis disebabkan perubahan keseimbangan mikroorganisme pada vagina yang sehat. Mikroorganisme yang berkaitan dengan bacterial vaginosis meliputi Gardnerella, Mobiluncus, Bacteroi des, dan Mycoplasma. Jika ditemukan bacterial vaginosis, mikroorganisme ini akan meningkat jumlahnya dan mikroorganisme yang baik akan menurun.

Beberapa wanita dengan bacterial vaginosis tidak mengalami gejala apapun. Gejala paling umum pada bacterial vaginosis adalah bertambahnya jumlah cairan vagina. Biasanya cairan berbau tidak sedap.

Tes bacterial vaginosis adalah tes yang mengambil sampel cairan dan sel vagina untuk melihat adanya infeksi.

Kapan saya harus menjalani tes bacterial vaginosis (uji vaginosis bakteri)?

Tes bacterial vaginosis dilakukan untuk menemukan penyebab kelainan pada cairan vagina atau gejala lainnya pada infeksi vagina, seperti iritasi atau rasa sakit pada vagina.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani tes bacterial vaginosis (uji vaginosis bakteri)?

Hal-hal yang menyebabkan Anda tidak dapat menjalani tes, atau hasil yang didapat tidak akurat, adalah:

  • jika Anda sedang datang bulan
  • jika Anda mengonsumsi atau menggunakan obat-obatan untuk vagina
  • jika Anda berhubungan seks atau melakukan pembersihan vagina (douching) 24 jam sebelum tes

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani test bacterial vaginosis (uji vaginosis bakteri)?

Hindari douching (menggunakan sabun vagina), berhubungan seks, atau menggunakan obat untuk vagina 24 jam sebelum menjalani tes bacterial vaginosis.

Konsultasikan pada dokter jika Anda memiliki perhatian khusus terhadap tes, risiko, bagaimana tes dilakukan dan hasil tes.

Bagaimana proses test bacterial vaginosis (uji vaginosis bakteri)?

Dokter atau perawat akan membantu Anda mengatur posisi untuk tes. Dokter akan memasang alat yang dilumasi bernama spekulum pada vagina. Spekulum akan memisahkan dinding vagina untuk membantu dokter melihat bagian dalam vagina dan serviks. Sampel cairan vagina kemudian akan diambil.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani test bacterial vaginosis (uji vaginosis bakteri)?

Anda dapat beraktivitas kembali seperti biasa setelah menjalani tes. Dokter akan mengkonsultasikan hasil tes kepada Anda dan menganjurkan penanganan lebih lanjut jika diperlukan.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

pH vagina yang tinggi, clue cells, dan bau tidak sedap adalah beberapa gejala dari bacterial vaginosis.

Normal Tidak adanya kelainan pada cairan vagina.
Tidak adanya jumlah besar akan bakteri seperti Gardnerella yang menyebabkan bacterial vaginosis.
Sedikit atau tidak ditemukannya clue cells.
Tidak ada bau tidak sedap saat cairan kalium hidroksida (KOH) ditambahkan pada sampel cairan vagina.
pH pada vagina berada di kisaran normal 3.8 sampai 4.5.
Abnormal Adanya infeksi bacterial vaginosis.

Cairan vagina berwarna putih keabuan, mengilap, dan ada gelembung kecil.

Adanya bau tidak sedap saat larutan KOH ditambahkan ke sampel cairan vagina.

Ditemukan banyak tipe bakteri (seperti Gardnerella), clue cells, atau keduanya.

pH vagina lebih tinggi dari 4.5.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber