Tes Stress Kontraksi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu tes stress kontraksi?

Tes stress kontraksi berfungsi untuk memeriksa apakah kondisi bayi (janin) tetap sehat selama terjadinya reduksi oksigen yang biasanya muncul saat kontraksi terjadi ketika Anda sedang bekerja. Tes ini memantau detak jantung janin. Tes ini dilakukan ketika usia kehamilan berada pada minggu ke 34 atau lebih.

Selama kontraksi uterus, pasokan darah dan oksigen diberikan pada bayi Anda dalam waktu yang singkat. Hal ini bukanlah masalah bagi kebanyakan bayi. Namun, detak jantung pada beberapa bayi kemungkinan menurun. Perubahan detak jantung ini dapat dilihat pada external fetal monitoring device.

Selama tes stress kontraksi, hormon oksitosin disuntikkan ke Anda melalui vena (intravenously, atau IV) untuk memicu kontraksi persalinan. Anda juga mungkin diminta memijat area puting Anda untuk mengeluarkan oksitosin. Jika detak jantung bayi Anda menurun (decelerates) dalam pola tertentu dan bukannya meningkat (accelerating) setelah kontraksi, mungkin bayi Anda memiliki masalah dengan persalinan normal.

Tes stress kontraksi biasanya dilakukan jika Anda menjalani tes abnormal nonstress atau profil biofisik. Profil biofisik menggunakan USG saat test nonstress dilakukan untuk mengetahui karakteristik bayi Anda. Mungkin akan terjadi lebih dari sekali kontraksi saat tes dilakukan.

Kapan saya harus menjalani tes stress kontraksi?

Tes stress kontraksi dilakukan untuk memeriksa:

  • apakah bayi Anda tetap sehat selama reduksi oksigen yang muncul saat Anda  sedang bekerja
  • apakah plasenta sehat dan berpengaruh baik pada bayi Anda

Tes stress kontraksi mungkin juga dilakukan jika hasil tes nonstress atau profil biofisik tidak normal.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani tes stress kontraksi?

Tes stress kontraksi mungkin menunjukkan penurunan ketika bayi Anda tidak memiliki masalah. Hasil ini disebut false-positive result (hasil positif palsu). Untuk beberapa alasan, tes stress kontraksi jarang sekali dilakukan saat ini. Dalam sebagian besar kasus, praktisi dapat meninjau bayi lebih cepat dan aman dengan melakukan tes profil biofisik saat tes nonstress, atau keduanya. Beberapa dokter mungkin melakukan profil biofisik atau tes dopple ultrasound dibanding tes stress kontraksi.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani tes stress kontraksi?

Anda mungkin akan diminta untuk tidak makan atau minum apapun selama 4 sampai 8 jam sebelum tes dilakukan. Kosongkan kandung kemih Anda sebelum tes. Jika Anda merokok, maka Anda harus berhenti merokok 2 jam sebelum tes dilakukan, karena merokok dapat menyebabkan aktivitas dan detak jantung bayi menurun. Anda diminta untuk menandatangani berkas yang menyatakan bahwa Anda mengerti risiko yang dapat terjadi dan setuju dengan ketentuannya.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang semua hal berkaitan dengan tes, misalnya risikonya, bagaimana tes tersebut dilakukan, dan hasil dari tes.

Bagaimana proses tes stress kontraksi?

Anda akan diminta untuk tidak makan atau minum apapun 6 sampai 8 jam sebelum tes dilakukan, karena kadang tes ini bisa berlanjut ke operasi caesar darurat (sebaiknya kosongkan kandung kemih Anda dan buang air kecillah sebelum tes). Saat tes dilakukan, Anda diminta untuk berbaring pada bagian kiri Anda. Seorang teknisi akan membalutkan dua alat di perut Anda: satu untuk memonitor detak jantung bayi; dan yang lainnya untuk mencatat kontraksi pada uterus. Mesin tersebut mencatat kontraksi dan detak jantung bayi pada dua grafik yang berbeda. Tes dilakukan sampai terjadi tiga kali kontraksi dalam 10 menit, biasanya terjadi selama 40 sampai 60 detik. Tes ini dapat terjadi selama 2 jam. Anda mungkin tidak merasakan kontraksi atau mungkin hanya merasa kram seperti saat menstruasi, tidak akan menginduksi persalinan.

Jika tidak terjadi kontraksi selama 15 menit pertama, praktisi mungkin mencoba untuk memberikan oksitosin sintetik (pitocin) dalam dosis kecil melalui IV untuk menstimulasi puting, mengeluarkan natural oksitosin.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani tes stress kontraksi?

Setelah tes, biasanya Anda akan dipantau sampai tidak ada lagi kontraksi atau kontraksi berkurang seperti sedia kala sebelum tes dilakukan. Tes stress kontraksi ini mungkin terjadi selama 2 jam.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil tes menjelaskan kondisi kesehatan bayi Anda selama seminggu. Tes ini mungkin harus dilakukan lebih dari sekali selama kehamilan.

Tes stress kontraksi
Normal: Hasil tes normal disebut negatif

Denyut jantung bayi Anda  tetap dan semakin melemah setelah kontraksi.

Catatan: Terdapat kemungkinan bayi Anda akan mengalami decelerates (denyut jantung melemah), namun kondisi ini tidak akan berlangsung lama, jadi bukanlah masalah yang serius.

Jika terjadi kontraksi selama 10 menit dari stimulasi puting Anda atau infus oksitosin dan deceleration tidak terlambat muncul, denyut jantung bayi diharapkan dapat terkontrol.

Abnormal Hasil tes yang tidak normal disebut positif.

Denyut jantung bayi semakin melemah (decelerates) dan tetap melemah setelah terjadi kontraksi. Hal ini terjadi saat pertengahan kontraksi.

Kontraksi yang lambat mungkin berarti bahwa terjadi masalah pada bayi Anda.

Apa yang memengaruhi hasil tes?

Beberapa alasan yang menyebabkan Anda tidak bisa untuk melakukan tes ini, atau hasil tes mungkin tidak akurat, termasuk:

  • masalah pada kehamilan sebelumnya, misalnya insisi vertikal. Tes ini juga sebaiknya tidak dilakukan jika Anda mengandung bayi kembar atau lebih, atau jika Anda diresepkan sulfat selama kehamilan
  • pernah operasi rahim.  Kontraksi yang kuat dapat menyebabkan rahim sobek
  • jika Anda merokok
  • pergerakan pada bayi selama tes karena sangat sulit untuk mencatat detak jantung dan kontraksi bayi

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca