Definisi

Apa itu kreatinin?

Uji kreatinin digunakan untuk menghitung jumlah kreatinin dalam darah. Kreatinin adalah produk limbah dari kreatin fosfat, yang digunakan dalam proses kontraksi otot. Berdasarkan massa otot, tubuh Anda akan memproduksi keratin, dan kreatinin. Jumlah yang diproduksi per hari umumnya cenderung stabil. Kreatinin, seperti blood urea nitrogen (BUN), akan dikeluarkan oeh ginjal melalui proses ekskresi. Tingkat konsentrasi dari serum kreatinin umumnya tidak akan berubah jika fungsi ekskresi ginjal bekerja dengan baik.

Selain dehidrasi, gangguan ginjal seperti glomerulonephritis, pyelonephritis, nekrosis tubular akut, dan ketidakmampuan urinasi (retensi urin) dapat menyebabkan kebnormalan kreatinin dalam darah meningkat. Setelah makan, kreatinin akan sedikit meningkat, terutama setelah mengonsumsi protein dalam porsi besar. Selain itu, kadar konsentrasi kreatinin umum mengalami perubahan dalam satu hari—terendah pada pukul 7 pagi dan tertinggi pada pukul 7 malam.

Walaupun serum kreatinin adalah metode pengukuran yang paling popular untuk mengukur laju filtrasi ginjal (GFR), kreatinin masih memiliki beberapa hambatan. Faktor-faktor tertentu seperti massa otot dan asupan protein harian dapat memengaruhi serum kreatinin, berujung pada hasil yang salah pada uji laju GFR. Lebih lanjut, untuk pasien yang mengidap penyakit serius, perubahan akut pada fungsi ginjal dapat membuat pemeriksaan GFR yang menggunakan serum kreatinin sulit ditentukan.

Kapan saya harus menjalani kreatinin?

Uji kreatinin, seperti blood urea nitrogen (BUN), umum digunakan untuk mendiagnosis penurunan fungsi ginjal. Uji kreatinin dapat dilakukan rutin sebagai bagian dari tes dasar biokimia dalam tubuh Anda. Tes ini juga dapat dilakukan jika Anda memiliki penyakit akut atau dokter mencurigai ginjal Anda tidak bekerja dengan baik. Beberapa tanda dan gejala penurunan fungsi ginjal adalah:

  •  kelelahan, daya konsentrasi menurun, hilang nafsu makan, dan insomnia
  •  pembengkakan atau edema, terutama di area mata atau wajah, dada, paha, atau pergelangan kaki
  •  urin berbusa, berdarah, atau berwarna gelap seperti kopi
  •  jumlah urin berkurang
  • gangguan urinasi, seperti rasa terbakar saat buang air kecil atau pembuangan zat-zat lain bersamaan dengan urin, atau perubahan kebiasaan urinasi, seperti pada malam hari
  • sakit pinggul bagian belakang, di bawah tulang rusuk dekat ginjal
  • tensi darah tinggi

Apakah Anda membutuhkan uji kreatinin rutin atau tidak akan tergantung pada kondisi Anda dan peluang risiko kerusakan ginjal, seperti:

  • jika Anda memiliki diabetes tipe 1 atau 2, dokter mungkin akan merekomendasikan tes kreatinin setidaknya setahun sekali
  • jika Anda memiliki gangguan ginjal, dokter Anda akan menyarankan untuk secara rutin melakukan tes kreatinin untuk mengawasi kondisi Anda
  • jika Anda memiliki penyakit lain yang berhubungan dengan kinerja ginjal — seperti darah tinggi, atau diabetes — atau jika Anda sedang dalam pengobatan yang memengaruhi ginjal, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalankan tes kreatinin

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani kreatinin?

Faktor yang memengaruhi hasil tes termasuk:

  • obat-obatan yang dapat meningkatkan konsentrasi kreatinin, termasuk obat untuk mengurangi tekanan darah, aminoglikosoda (contohnya, gentamicin), Cimetidine, obat-obatan kemoterapi (contohnya, cisplatin), obat-obatan yang merusak ginjal, seperti cephalosporin (contohnya, cefoxitin)
  • kreatinin dalam darah akan meningkat sementara akibat cedera otot dan akan menurun selama masa kehamilan

Penting bagi Anda untuk mengetahui peringatan dan pencegahan sebelum melakukan tes ini. Bila Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan kepada dokter untuk informasi dan instruksi lebih lanjut.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani kreatinin?

Dokter Anda akan menjelaskan prosedur uji kreatinin. Anda tidak harus melakukan puasa makan atau minuman tertentu sebelum menjalankan tes. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk menghentikan sementara beberapa obat-obatan yang dapat memengaruhi tes ini.

Bagaimana proses kreatinin?

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani kreatinin?

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil normal

Hasil normal akan menunjukkan:

  •      0.6 – 1.2 mg/dL atau 53 – 106 umol/L (SI unit) pada pasien pria dewasa
  •      0.5 – 1.1 mg/dL atau 44 – 97 umol/L (SI unit) pada untuk pasien wanita dewasa
  •      pada pasien lansia, konsentrasi kreatini akan berkurang sehubungan dengan berkurangnya massa otot
  •      0.5 – 1.0 mg/dL pada pasien remaja
  •      0.3 – 0.7 mg/dL pada pasien anak-anak
  •      0.2 – 0.4 mg/dL pada pasien balita
  •      0.3 – 1.2 mg/dL pada pasien bayi

Hasil abnormal

Hasil abnormal akan menunjukkan:

  • peningkatan kadar kreatinin; glomerulonephritis, pyelonephritis, nekrosis tubular akut, gangguan saluran kandung kemih, penurunan laju darah dalam fungsi ginjal (syok, dehidrasi, gagal jantung kongestif, atherosclerosis), diabetes disebabkan oleh kerusakan ginjal, peradangan ginjal, rhabdomyolysis, acromegaly
  • penurunan kadar kreatinin; depresi, pengurangan massa otot (distropi otot, kerusakan otot)

Tergantung pada laboratorium pilihan Anda, jangkauan normal uji kreatinin dapat bervariasi. Diskusikan pertanyaan yang Anda miliki seputar hasil tes kesehatan Anda kepada dokter.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca