Aldosteron

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu aldosteron?

Tes aldosteron digunakan untuk mengukur tingkat aldosteron (hormon yang dibuat oleh kelenjar adrenal) dalam darah. Aldosteron berperan dalam mengatur tingkat natrium dan kalium dalam tubuh. Dengan adanya aldosteron, tekanan darah serta keseimbangan cairan dan elektrolit dalam darah dapat terjaga.

Hormon ginjal, renin, merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan aldosteron.  Kenaikan kadar aldosteron dan renin yang tinggi dapat terjadi ketika tubuh sedang mencoba untuk menghemat cairan dan garam (natrium). Berbeda halnya ketika ada tumor, tingkat aldosteron akan tinggi sementara tingkat renin akan rendah.

Kapan saya harus menjalani aldosteron?

Tes ini dapat dilakukan apabila:

  • terdapat gangguan cairan dan elektrolit
  • kesulitan dalam mengontrol tekanan darah
  • tekanan darah rendah setelah berdiri (orthostatic hypotension)

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani aldosteron?

Pada dasarnya, kadar aldosteron dalam sampel darah dapat berubah tergantung posisi Anda ketika darah diambil. Untuk menghindarinya, dokter mungkin akan melakukan tes urin (24 jam) dan bukan tes darah.Apabila Anda memiliki kelenjar adrenal yang terlalu aktif atau kelainan pertumbuhan adrenal, kadar potasium juga dapat diuji.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani aldosteron?

Tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani tes ini. Namun, apabila Anda menjalani serangkaian tes aldosteron dalam darah, dokter akan memberi instruksi sebagai berikut:

  • konsumsi makanan dengan jumlah natrium normal (2.300 mg per hari) selama 2 minggu sebelum tes. Hindari makanan yang sangat asin, seperti daging bakon, sup dan sayuran kaleng, buah zaitun, kaldu, kecap, dan makanan ringan seperti keripik kentang atau pretzel. Apabila Anda sedang menjalani diet rendah garam, pastikan Anda memberit ahu dokter karena diet rendah garam bisa meningkatkan kadar aldosteron
  • hindari konsumsi black licorice (akar manis) selama 2 minggu sebelum tes

Selain itu, pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi, baik yang menurut resep dokter atau tidak. Beberapa jenis obat dapat memengaruhi hasil temuan lab.

Bagaimana proses aldosteron?

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani aldosteron?

Setelah menjalani tes, Anda dapat kembali pulang. Biasanya, hasil tes akan keluar dalam 2 sampai 5 hari. Anda akan diberi instruksi lebih lanjut oleh dokter. Tes aldosteron sering dilakukan bersama dengan tes lain, seperti tes renin. Biasanya, tes dilakukan untuk mendiagnosis kelebihan maupun kekurangan produksi aldosteron.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Kadar aldosteron dalam sampel darah dapat berubah tergantung posisi Anda ketika darah diambil. Kadar aldosteron darah akan lebih tinggi jika Anda berdiri atau duduk selama 2 jam sebelum tes.

Normal:

Kisaran normal untuk tes darah aldosteron  dapat bervariasi tergantung laboratorium yang Anda pilih. Kisaran yang tertulis disini merupakan gambaran rentang hasil yang dapat diterima. Dokter akan memeriksa hasil tes dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil tes. Diskusikan dengan dokter apabila ada pertanyaan seputar hasil tes Anda.

Aldosteron dalam darah
  Anak-anak Remaja Dewasa
Posisi berdiri atau duduk

5–80 nanogram per desiliter (ng/dL) atau 0.14–2.22nmol/L

4–48 ng/dL atau 0.11–1.33 nmol/L 7–30 ng/dL atau 0.19–0.83 nmol/L
Posisi berbaring 3–35 ng/dL atau 0.08–0.97 nmol/L 2–22 ng/dL atau 0.06–0.61 nmol/L 3–16 ng/dL atau 0.08–0.44 nmol/L

Pertumbuhan berlebih dari sel-sel normal di kelenjar adrenal (disebut hiperplasia adrenal) atau tumor kelenjar adrenal memengaruhi kelenjar adrenal dan menyebabkan kondisi yang disebut aldosteronisme primer. Penyakit tertentu seperti gagal jantung, sirosis, atau penyakit ginjal juga dapat menyebabkan kadar aldosteron tinggi. Namun keadaan ini merupakan respon normal dari kelenjar adrenal. Penyakit ini menyebabkan aldosteronisme sekunder.

Tingkat Aldosteron dan Renin
Aldosteron Renin
Hiperaldosteronisme Primer (Conn’s syndrome) Tinggi Rendah
Hiperaldosteronisme Sekunder Tinggi Tinggi

Abnormal

Indeks naik

Peningkatan kadar aldosteron disebabkan oleh:

  • tumor pada kelenjar adrenal (Conn’s syndrome)
  • penyakit ginjal
  • penyakit hati
  • gagal jantung
  • dehidrasi
  • preeklampsia (tekanan darah tinggi pada masa kehamilan)

Gejala tingkat aldosteron tinggi di antaranya tekanan darah tinggi, kram dan lemah otot, mati rasa atau kesemutan pada tangan, dan rendahnya tingkat kalium dalam darah.

Indeks turun

Penyakit Addison dan beberapa jenis penyakit ginjal dapat menyebabkan kadar aldosteron menjadi rendah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit