Tongue Tie (Ankyloglossia)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tongue tie (ankyloglossia)?

Tongue tie atau ankyloglossia adalah kondisi cacat lahir yang membuat gerakan lidah seseorang menjadi terbatas. Semua orang lahir dengan beberapa jaringan ini, tetapi beberapa bayi memiliki jaringan yang sangat ketat hingga tidak dapat menggerakkan lidah mereka dengan benar. 

Dengan kondisi ini, pita jaringan yang pendek, tebal, atau kencang (frenulum lingual) yang tidak biasa menambatkan ujung lidah ke darah mulut. Ini bisa mengganggu aktivitas pemberian ASI. 

Kondisi ini juga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Dengan cara yang sama, bibir bayi dapat melekat pada gusinya. Ini menyebabkan bayi kesulitan menangkap puting ibu. Bayi yang memiliki kondisi ini juga mengalami tongue tie. 

Apa saja jenis-jenis tongue tie (ankyloglossia)?

Dikutip dari Breastfeeding USA, ada beberapa jenis kondisi ini. Jenis-jenis tersebut dibedakan sesuai dengan di mana frenulum, yaitu bagian lidah yang menghubungkan sisi bawah lidah dan rahang bawah, terikat di pangkal lidah. 

Berikut jenis-jenis kondisi tersebut:

  • Kelas 1, yaitu ketika ikatan berada di ujung lidah. Kondisi ini merupakan yang paling umum terjadi. 
  • Kelas 2, yaitu ikatan sedikit lebih jauh di belakang ujung lidah. 
  • Kelas 3, yaitu ikatan berada lebih dekat ke pangkal lidah. 

Jenis ankyloglossia kelas 1, 2, dan 3 juga dikenal sebagai ikatan anterior. Sementara itu, kelas 4, juga dikenal sebagai ikatan posterior (PTT) merupakan ikatan yang berada di bawah penutup selaput lendir. Dalam ikatan kelas 4, bayi sering salah didiagnosis memiliki lidah pendek. 

Seberapa umumkah tongue tie (ankyloglossia)?

Ankyloglossia adalah cacat lahir yang mempengaruhi 4-11% dari bayi yang baru lahir. Tongue tie lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. 

Kadang-kadang dapat mempengaruhi pola makan bayi, sehingga sulit bagi mereka untuk menyusui dengan benar pada payudara ibu mereka. 

Kondisi ini juga terjadi pada balita dan anak-anak yang lebih tua. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala tongue tie (ankyloglossia)?

Supaya bisa menyusu dengan benar, mulut bayi perlu menempel pada jaringan payudara dan puting. Lidah bayi juga perlu menutupi gusi yang lebih rendah agar puting terlindung dari kerusakan. 

Beberapa bayi dengan tongue tie tidak mampu membuka mulut mereka cukup besar untuk menempel pada payudara dengan benar. 

Jika Anda menyusui bayi Anda, bayi dengan ankyloglossia mungkin:

  • Kesulitan menempel pada payudara atau tetap menempelkan mulutnya pada payudara selama menyusu
  • Menyusu dalam waktu yang lama, istirahat sebentar, kemudian menyusu lagi
  • Gelisah dan tampak lapar sepanjang waktu
  • Berat badan naik lebih lambat dari seharusnya 
  • Membuat suara ketika mereka menyusu. 

Tongue tie juga dapat menyebabkan masalah pada ibu menyusui. Masalah tersebut mungkin termasuk:

  • Puting sakit atau retak
  • Pasokan susu rendah
  • Mastitis (radang payudara), yang mungkin terus berulang. 

Meskipun begitu, kebanyakan masalah menyusui tidak disebabkan oleh ankyloglossia dan dapat pulih dengan perawatan yang tepat.  Jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui, segera hubungi dokter. 

Selain itu, gejala umum yang muncul dari tongue tie dapat mencakup:

  • Bentuk V atau bentuk hati di ujung lidah
  • Ketidakmampuan untuk menjulurkan lidahnya melewati gusi atas
  • Ketidakmampuan untuk menyentuh langit-langit mulut
  • Kesulitan menggerakkan lidah dari sisi ke sisi atau mengangkat lidah ke gigi atas

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari berikut:

Kesulitan menyusu

Bayi Anda memiliki tanda-tanda tongue tie yang menyebabkan masalah, seperti mengalami kesulitan menyusui. Bayi dengan ankyloglossia tidak dapat membuka mulut mereka cukup lebar untuk menyusui pada payudara ibu mereka dengan benar.

Kesulitan berbicara

Seorang ahli patologi wicara berpikir kemampuan berbicara anak Anda dipengaruhi oleh tongue tie. Anak-anak dengan tongue tie mungkin mendapatkan kesulitan dalam mengucapkan beberapa konsonan seperti ‘t’, ‘d’, dll.

Mengalami kesulitan makan

Anak Anda mengeluh masalah lidah yang mengganggu saat mereka makan, berbicara atau mencapai gigi belakang.

 Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab tongue tie (ankyloglossia)?

Frenulum lingual adalah sebuah jaringan ikat yang menghubungkan lidah dan bagian bawah mulut. Pada orang dengan ankyloglossia, ikatan ini terlalu pendek dan tebal yang membatasi gerak lidah.

Sampai saat ini, para peneliti masih belum menemukan penyebab pasti tongue tie. Namun, beberapa kasus ankyloglossia telah dikaitkan dengan faktor genetik tertentu.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk tongue tie (ankyloglossia)?

Meskipun tidak ada banyak risiko yang diketahui, penelitian telah menunjukkan bahwa angka kejadian tongue tie 3,5 kali lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu yang menggunakan kokain selama kehamilan.

Kondisi ini juga terjadi tiga kali lebih sering pada bayi laki-laki dibandingkan dengan perempuan. 

Diagnosis

Bagaimana ankyloglossia didiagnosis?

Untuk bayi, ankyloglossia hanya didiagnosis jika:

  • Ada kesulitan makan dengan bayi Anda
  • Anak Anda mungkin mengalami kesulitan dalam mengucapkan konsonan seperti “t”, “d”, “z”, “s”, “th” dan “l”. Ini akan lebih sulit saat mengucapkan huruf “r”.
  • Ibu sudah mengunjungi konsultan laktasi untuk 2-3 kunjungan untuk masalah menyusui.
  • Ankyloglossia biasanya didiagnosis selama pemeriksaan fisik. 

Selama pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan bertanya soal proses menyusui. Dokter juga akan memeriksa lidah, mulut, dan gigi anak Anda. 

Ketika dokter Anda mendiagnosis ankyloglossia pada bayi, mereka mungkin melihat:

  • Ujung lidah ketika bayi menangis
  • Jika ada masalah dengan makan, mereka mungkin memantau pada saat sesi makan.

Pada anak yang lebih tua profesional medis akan memeriksa lidah saat anak mengangkatnya ke atas mencari panjang frenulum.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati tongue tie (ankyloglossia)?

Jika anak Anda menderita ankyloglossia ringan, mereka mungkin tidak perlu menerima perawatan karena mereka dapat diatasi secara alami dengan perkembangan mulut ketika bayi bertambah usia. 

Dikutip dari Mayo Clinic, perawatan untuk mengatasi ankyloglossia tergolong kontroversial. Beberapa dokter dan konsultan laktasi merekomendasikan untuk memperbaikinya segera, bahkan sebelum bayi diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Sementara itu, dokter dan konsultan laktasi lainnya memilih untuk melakukan pendekatan lainnya. 

Lingual frenulum dapat menjadi longgar di kemudian hari, menghilangkan tongue tie. Dalam kasus lain, ankyloglossia tetap ada tanpa menyebabkan masalah apapun. 

Sementara pada beberapa kasus, konsultasi laktasi dapat membantu pemberian ASI dan terapi wicara dengan ahli patologi. 

Prosedur bedah untuk ankyloglossia seperti frenotomy atau frenuloplasty diperlukan untuk kasus-kasus yang rumit. Berikut ulasan lengkapnya:

Frenotomy (atau juga dikenal sebagai frenulectomy)

Dalam pilihan pengobatan ini, porsi tertipis dari frenulum dipotong untuk memungkinkan lidah bergerak bebas. Operasi ini dapat dilakukan jika ada masalah ujaran saat balita belajar untuk berbicara.

Jika operasi dilakukan pada anak-anak yang lebih tua (berusia lebih dari enam minggu), operasi dapat dilakukan dalam pengaturan rawat jalan di bawah anestesi lokal.

Dalam proses ini, dokter memeriksa frenulum lingual dan menggunakan gunting steril untuk memotong frenulum. Prosedur ini cepat dan menimbulkan ketidaknyamanan minimal. 

Perdarahan yang terjadi pada proses ini mungkin hanya setetes atau dua tetes darah. Setelah prosedur berlangsung, bayi bisa langsung menyusu secepatnya. 

Komplikasi dari prosedur ini sangat langka. Komplikasi tersebut termasuk perdarahan atau infeksi, atau kerusakan pada lidah atau kelenjar saliva (liur). Jaringan parut untuk menempel kembali ke pangkal lidah mungkin bisa  muncul.

Frenuloplasty (atau frenectomy)

Prosedur yang lebih luas yang dikenal sebagai frenuloplasty mungkin direkomendasikan jika kondisi memerlukan perbaikan tambahan atau frenulum lingual terlalu tebal. 

Operasi ini akan memotong dan membuang frenulum pasien. Luka kemudian ditutup dengan jahitan. Operasi ini dapat dilakukan jika frenulum tebal dan memiliki banyak pembuluh darah. Sebuah frenuloplasty dapat dilakukan dengan anestesi lokal atau umum.

Pada bayi yang berumur beberapa bulan, operasi ankyloglossia biasanya dilakukan tanpa anestesi (obat penghilang rasa sakit), atau dengan bius lokal yang mematikan lidah.

Komplikasi dari prosedur ini sangat langka, sama dengan prosedur frenotomy. Komplikasi tersebut termasuk perdarahan atau infeksi, atau kerusakan pada lidah atau kelenjar saliva (liur). Jaringan parut mungkin muncul karena reaksi terhadap anastesi.

Tindakan setelah operasi

Anda bisa langsung menyusui bayi Anda setelah prosedur dilakukan. Kebanyakan ibu langsung merasakan perbedaan dalam cara bayi mereka menyusu. Namun, masih ada banyak hal yang perlu Anda lakukan. 

Setelah beberapa jam, mulut bayi Anda akan mulai terasa sakit. Kalau sudah begini, dokter biasanya merekomendasikan analgesik yang dijual bebas. 

Bayi Anda pun mungkin akan rewel, tapi kondisi ini biasanya akan berlalu dengan cepat. Jangan kaget jika bayi Anda menolak menyusu sementara waktu. 

Selama waktu tersebut, Anda dapat mengompres ASI secara manual untuk meredakan pembengkakan. Anda pun dapat memberi susu pada bayi dengan menggunakan sendok, gelas, atau botol. 

Bayi dengan tongue tie tidak bisa menyusui dengan benar. Karena itu setelah ikatan lidahnya dilepaskan, bayi perlu belajar menyusu dengan otot yang berbeda.

Pada saat itulah, olahraga tubuh dapat membantu melepaskan otot yang dibutuhkan. Olahraga ini sangat lembut, sebagian besar dilakukan dengan ujung jari. Sementara itu, beberapa di antaranya bisa dilakukan saat ibu menggendong bayi. 

Ketika cengkraman mulu bayi ke puting payudara sudah baik, ibu akan merasa lebih nyaman dan bisa menyusui dengan efisien. 

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tongue tie (ankyloglossia)?

Ketepatan pengucapan kata yang dimiliki anak Anda harus diperiksa untuk mendeteksi tanda-tanda ankyloglossia. Jika terdapat kelainan berbicara, setelah penyembuhan luka pasca operasi, anak Anda wajib dirujuk ke ahli terapi bicara untuk melatih kemampuan berbicara.

Latihan otot lidah seperti menjilati bibir atas, menyentuh langit-langit dengan ujung lidah, dan gerakan sisi ke sisi harus dilakukan untuk meningkatkan gerakan lidah.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bolehkah Ibu Dengan Diabetes Menyusui Bayinya?

    Diabetes merupakan penyakit yang bisa diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Oleh karena itu, bolehkah ibu dengan diabetes menyusui bayinya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    5 Hal yang Harus Dilakukan Suami saat Dampingi Istri Berikan ASI

    Ayah ASI perlu tahu betapa pentingnya mendampingi ibu dalam proses menyusui. Pendampingan tersebut dapat dimulai dengan memberikan dukungan kepada ibu.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Parenting, Menyusui 31/10/2019

    Boleh dan Amankah Ibu dengan Kanker Payudara Menyusui Bayinya?

    Ibu dengan penyakit kanker payudara dan harus menyusui pasti khawatir dengan kesehatan bayinya. Lantas, boleh dan amankah jika ini dilakukan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Parenting, Menyusui 29/09/2019

    Bolehkah Ibu Menyusui Makan Sushi? Simak Penuturan Ahli Berikut Ini

    Makanan mentah, seperti sushi menjadi pantangan untuk ibu hamil. Lantas, apakah ibu menyusui juga tidak boleh makan sushi? Yuk, cari tahu di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Parenting, Menyusui 26/09/2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    ibu menyusui positif coronavirus

    Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020
    puting menyusui

    Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 23/02/2020
    Menyusui bayi prematur

    Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhan Optimal

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 06/01/2020
    menyusui saat liburan

    5 Tips Bagi Ibu Menyusui Agar Liburan Tetap Asyik dan Nyaman

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 30/12/2019