Tetani

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tetani?

Tetani adalah sekelompok gejala yang ditandai dengan kram otot, kejang, atau tremor. Gerakan otot yang mengulang ini terjadi akibat kontraksi otot yang tidak terkendali. Kram otot akibat tetani bisa berlangsung lama dan terasa menyakitkan.

Tetani terjadi secara spontan dalam berbagai bentuk dan dapat juga dihasilkan oleh penghancuran kelenjar paratiroid. Hubungan intim antara berbagai bentuk tetani dan kelenjar paratiroid ditemukan melalui beberapa penelitian.

Kondisi tersebut umumnya dianggap disebabkan oleh kadar kalsium yang sangat rendah dalam darah. Namun, kondisi ini juga dapat dihasilkan dari pengurangan fraksi kalsium plasma terionisasi tanpa hipokalsemia, sama seperti pada alkalosis parah (ketika darah sangat basa).

Ada beberapa kondisi kesehatan yang tidak bisa Anda identifikasi. Masuk angin adalah kondisi yang jelas, begitu juga gangguan pencernaan setelah makan yang tidak menyenangkan. 

Tetani adalah gejala. Seperti kebanyakan gejala kondisi lainnya, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Secara umum, tetani melibatkan aktivitas saraf yang terlalu terstimulasi. 

Ini berarti terkadang sulit menemukan apa yang menyebabkan gejala-gejala tersebut muncul. Pencegahan untuk kondisi ini sangat tergantung pada apa yang menyebabkannya.

Seperti apa bentuk kondisi ini?

Saraf yang terlalu terstimulasi menyebabkan kram dan kontraksi otot secara tak sadar. Hal ini paling sering terjadi di tangan dan kaki. Namun, kejang ini dapat meluas ke seluruh tubuh, bahkan ke laring dan menyebabkan masalah pernapasan.  

Dalam episode yang parah, hasil dari tetani adalah:

  • Muntah
  • Kejang
  • Rasa sakit yang serius
  • Disfungsi jantung.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kondisi ini?

Kondisi ini mungkin muncul bersamaan dengan gejala lain, yang sangat tergantung pada sebuah penyakit, gangguan, atau kondisi. Gejala tersebut biasanya memengaruhi otot dan sistem tubuh yang lain. 

Gejala umum yang mungkin muncul bersama kondisi ini

Gejala lain tetani adalah:

  • Sakit perut atau kram perut
  • Diare kronis atau sulit sembuh
  • Distorsi ekspresi wajah (mengernyit, cemberut)
  • Kelelahan atau kelesuan
  • Nyeri otot
  • Mati rasa
  • Napas cepat atau napas pendek
  • Sensasi kesemutan di tangan atau kaki
  • Jari berkedut atau gemetaran

Gejala yang mungkin mengindikasikan kondisi serius

Pada beberapa kasus, kondisi ini mungkin muncul bersama gejala lain yang mungkin mengindikasikan kondisi serius. Kalau sudah begini, Anda harus segera menghubungi dokter. Mungkin mengindikasikan kondisi serius, gejala tetani adalah:

  • Pingsan atau hilang kesadaran; kelemahan tubuh makin memburuk
  • Hilang koordinasi otot
  • Hilang penglihatan atau perubahan penglihatan
  • Paralisis
  • Kejang
  • Sakit kepala parah
  • Bicara menyeret/bicara cadel
  • Tiba-tiba sulit mengingat, berbicara, memahami teks atau pembicaraan, menulis, atau membaca
  • Kelemahan yang tiba-tiba atau salah satu sisi tubuh mati rasa
  • Muntah-muntah

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab tetani?

Penyebab kondisi ini yang paling umum adalah ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, terutama disebabkan oleh hipokalsemia (kekurangan kalsium dalam tubuh). Namun kondisi ini juga dapat diakibatkan oleh kekurangan magnesium atau kalium.

Misalnya, hipoparatiroidisme adalah kondisi di mana tubuh tidak membuat hormon paratiroid yang cukup. Hal ini dapat menurunkan kadar kalsium secara dramatis, yang dapat memicu tetani. 

Terkadang, gagal ginjal atau masalah pada pankreas dapat mengganggu kadar kalsium dalam tubuh. Protein darah rendah, syok septik, dan beberapa transfusi darah juga dapat memengaruhi kadar kalsium dalam darah. 

Terkadang, racun juga dapat menyebabkan tetani. Sebagai contoh, toksin botulinum yang ditemukan dalam makanan busuk atau bakteri di tanah yang masuk ke dalam tubuh melalui luka atau cedera. 

Kondisi asidosis (kadar asam darah tinggi) atau alkalosis (kadar basa darah tinggi) juga dapat menyebabkan tetani.

Penyebab umum lainnya dari tetani adalah:

  • Ketergantungan alkohol
  • Hiperventilasi
  • Hipoparatiroid
  • Malnutrisi
  • Efek obat samping tertentu
  • Pankreatitis
  • Kehamilan dan menyusui
  • Defisiensi vitamin D

Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menjadi tanda dari kondisi serius yang bisa berakibat fatal. Maka, perlu penanganan secepat mungkin di UGD rumah sakit terdekat. Hal ini termasuk:

Komplikasi apa yang mungkin saya alami dengan kondisi ini?

Karena kondisi ini dapat mengindikasikan kondisi serius, pengobatan yang gagal dapat menyebabkan komplikasi serius dan kerusakan permanen. 

Saat penyebabnya didiagnosis, Anda perlu mengikuti rencana perawatan yang diajukan dokter dengan baik. Hal ini berguna untuk mengurangi risiko komplikasi. Komplikasi tetani adalah:

Diagnosis

Tetani didiagnosis dokter dengan pemeriksaan fisik dasar dan memeriksa riwayat kesehatan Anda. Dokter mungkin menanyakan sejumlah hal ini pada Anda:

  • Sudah berapa lama kondisi ini Anda alami?
  • Seberapa parah gejalanya?
  • Bagian tubuh mana saja yang terpengaruh oleh tetani?
  • Apakah kondisi Anda bersifat kambuhan?
  • Adakah gejala lainnya? 

Menurut artikel yang dipublikasikan Journal of Anaesthesiology Clinical Pharmacology, tetani dapat menjadi wujud dari berbagai gangguan, seperti hipokalsemia, hipokalemia, dan sindrom HV. 

Dokter harus kritis dalam mendiagnosis kondisi ini dan mengobati penyebab yang mendasarinya, daripada hanya mengobati wujud penyakit tersebut. 

Pengobatan

Bagaimana tetani diobati?

Dokter biasanya dapat langsung mengetahui apa penyebab dari tetani Anda lewat gejala yang tampil, sehingga ia dapat segera memulai pengobatan. Langkah paling pertama yang mungkin dilakukan adalah upaya mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh, misalnya dengan asupan suplemen kalsium atau magnesium baik lewat suntikan atau secara oral (diminum). 

Begitu diagnosis penyebab tetani diresmikan, dokter dapat melanjutkan pengobatan sesuai penyebabnya. Jika tetani disebabkan oleh tumor kelenjar paratiroid, misalnya, dokter dapat mengangkat tumor tersebut lewat pembedahan.

Pada beberapa kasus, seperti gagal ginjal, suplementasi kalsium rutin secara oral dapat ditambahkan ke terapi pengobatan utamanya.

Seperti sebagian besar kondisi serius lainnya, deteksi dan perawatan dini akan membuat perubahan signifikan terhadap kesembuhan Anda. Mengobati ketidakseimbangan mineral dapat mencegah timbulnya gejala kondisi parah, seperti kejang dan masalah jantung. 

Mengonsumsi suplemen kalsium tidak akan cukup mengatasi kondisi ini. 

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Benar Kena Air Hujan Bisa Bikin Sakit?

    Banyak orang yang jatuh sakit setelah hujan-hujanan. Benarkah terkena air hujan memengaruhi kesehatan kita? Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

    Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

    Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah penderita diabetes boleh makan mi instan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

    Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan makanan dan nutrisi yang tepat untuk penderita thalasemia?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    covid-19 vaksin yang terburu-buru

    Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    cara mengobati sengatan lebah

    Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit