Telat Haid

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu telat haid?

Telat haid, telat datang bulan, atau terlambat menstruasi adalah kondisi yang terjadi ketika Anda melewatkan satu atau lebih siklus menstruasi.

Siklus menstruasi yang normal biasanya setiap 21-35 hari sekali. Beberapa wanita mungkin memiliki siklus menstruasi setiap 23 hari sekali. Durasi perdarahan haidnya itu sendiri rata-rata berlangsung dari 2 sampai 8 hari.

Menstruasi yang sesekali datang terlambat sebenarnya masih merupakan kondisi normal. Siklus haid tidak selalu pasti datang tepat waktu setiap bulannya. Kadang bisa lebih awal atau lambat dari biasanya.

Terlambat datang bulang sering terjadi ketika seorang perempuan baru pertama kali menstruasi, atau ketika mereka akan memasuki masa menopause.

Seberapa umumkah telat haid?

Telat haid adalah kondisi yang sangat umum dengan penyebab beragam. Bisa karena hormon, aktivitas seksual, kekurangan gizi, stres, hingga adanya penyakit kronis.

Kabar baiknya, telat haid bisa ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala telat haid?

Tanda utama dari terlambatnya menstruasi adalah tidak ada perdarahan yang keluar dari vagina pada periode waktu semestinya, selama satu bulan atau bahkan lebih.

Anda umumnya dikatakan terlambat jika tidak kunjung menstruasi setelah 5 hari atau lebih sejak tanggal yang seharusnya.

Pada dasarnya gejala telat haid bisa bervariasi tergantung penyebabnya. Namun, Anda umumnya masih dapat mengalami gejala PMS selayaknya akan datang bulan meski tidak mengalami perdarahan.

Selain tidak haid, gejala menstruasi yang terlambat dapat meliputi:

  • Muncul jerawat
  • Perut kembung
  • Payudara lebih sensitif
  • Sakit kepala
  • Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Kram pada perut bagian bawah dan punggung
  • Nyeri pada pinggul

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera konsultasi ke dokter jika Anda tidak juga menstruasi dalam tiga sampai enam bulan atau bahkan lebih. Telat datang bulan dalam waktu yang lama bisa jadi tanda Anda mengalami amenore.

Anda juga harus segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami salah satu dari beberapa tanda dan gejala berikut:

  • Sakit kepala parah
  • Penglihatan mulai menurun
  • Mual dan muntah
  • Demam tinggi
  • Rambut rontok
  • Keluar cairan berwarna putih dari puting
  • Pertumbuhan rambut berlebih

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kondisi Anda atau ada beberapa pertanyaan lainnya, jangan sungkan untuk berkonsultasi ke dokter. Ingat, tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk tahu kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Penyebab

Apa penyebab telat haid?

Siklus haid yang normal umumnya setiap 28 hari sekali. Namun, Anda kadang bisa haid lebih cepat dari itu atau bahkan lebih lama, setiap 35 hari sekali

Jika Anda tidak juga menstruasi di rentang waktu tersebut, telat haid dapat disebabkan oleh:

Hamil

Telat haid adalah salah satu tanda paling awal dari kehamilan. Coba ingat-ingat kapan terakhir kali Anda haid, dan kapan terakhir kali berhubungan seks dengan pasangan?

Kemudian, coba amati adakah gejala lain yang Anda rasakan? Misalnya timbul bercak cokelat, mual, payudara nyeri dan bengkak, atau mudah lelah. Jika berbagai gejala ini Anda rasakan, tak ada salahnya beli alat tes kehamilan (test pack)

Stres

Selain kehamilan, stres juga menjadi salah satu penyebab telat haid yang paling sering dialami wanita. Ketika stres, tubuh Anda akan memproduksi hormon kortisol.

Produksi hormon kortisol yang berlebihan ini dapat memengaruhi bagian otak yang berperan untuk mengatur menstruasi, yaitu hipotalamus. Hal tersebut dapat menyebabkan siklus menstruasi Anda jadi lebih awal, lambat, tidak sama sekali, atau bahkan lebih menyakitkan. 

Maka jika Anda merasa haid datangnya terlambat dan kebetulan sedang stres, cobalah berlatih teknik relaksasi seperti meditasi. Mulai juga mengubah gaya hidup agar lebih sehat, dengan menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur.

Anda juga menghilangkan stres dengan melakukan hal-hal yang Anda anggap menyenangkan hati.

Aktivitas fisik yang berat

Aktivitas fisik yang berat juga bisa mengacaukan siklus menstruasi Anda.

Stres fisik dan pikiran akibat aktivitas fisik yang terlalu berlebihan dapat memengaruhi produksi hormon estrogen dan progesteron. Ketidakseimbangan hormonlah yang pada akhirnya menyebabkan siklus menstruasi Anda terlambat.

Di samping itu, kehilangan terlalu banyak lemak tubuh terlalu cepat akibat berolahraga terlalu intens juga dapat mengancaukan proses ovulasi.

Olahraga memang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, pastikan Anda melakukannya dalam tahap yang tidak berlebihan.

Kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis

Perubahan berat badan yang terlalu drastis, entah naik atau turn, dapat mengacaukan kerja hipotalamus.

Hipotalamus adalah kelenjar di dalam otak yang berfungsi mengatur berbagai proses dalam tubuh, termasuk siklus menstruasi Anda setiap bulan.

Penurunan berat badan yang drastis dapat menghambat produksi hormon estrogen. Sementara jika Anda mengalami kelebihan berat badan, maka tubuh akan menghasilkan estrogen dalam jumlah yang banyak.

Nah, kedua hal inilah yang dapat memengaruhi proses ovulasi alias pelepasan sel telur setiap bulannya. Akibatnya, siklus menstruasi Anda setiap bulan akan mengalami gangguan.

Agar tidak menstruasi tidak terlambat, pastikan Anda dapat menjaga berat badan yang ideal. Jika Anda terlalu kurus, maka berusahalah untuk meningkatkan berat badan dengan cara yang sehat. Begitu juga jika Anda memiliki berat badan berlebih.

Menyusui

Telat haid juga bisa disebabkan karena Anda sedang menyusui. Setelah hamil dan melahirkan, cukup banyak wanita yang tidak kunjung haid sampai selesai masa menyusui.

Ini disebabkan oleh pengaruh hormon prolaktin yang tugas utamanya merangsang produksi ASI. Hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari ini dapat menghambat kinerja hormon estrogen dan progesteron untuk mengatur proses menstruasi.

Ketika hormon prolaktin dihasilkan secara berlebihan, maka masa ovulasi Anda akan terhambat sehingga siklus menstruasi jadi tidak teratur.

Biasanya, siklus menstruasi akan kembali normal sekitar enam sampai delama minggu setelah masa menyapih.

Namun jika dalam tiga bulan setelah berhenti menyusui Anda tak juga haid, segera periksa ke dokter kandungan.

Polycystic Ovary Symptom (PCOS)

PCOS adalah kondisi yang menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak hormon pria, yaitu androgen.

Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan kista yang terbentuk di indung telur. Akibatnya, proses menstruasi jadi terhambat atau bahkan tidak menstruasi sama sekali. Jika dibiarkan terus-terusan tanpa pengobatan, maka PCOS dapat memengaruhi kesuburan wanita. 

Sampai saat ini penyebab PCOS belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa PCOS berhubungan dengan kondisi lain, yaitu sindrom metabolik dan resistensi insulin.

Perawatan untuk PCOS terfokus untuk meringankan gejala. Dokter dapat memberikan pil KB atau obat lain untuk mengatur siklus Anda.

Minum pil KB

Siklus haid Anda mungkin cenderung tidak teratur selama masih rutin minum pil KB. Pasalnya, pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah indung telur menghasilkan sel telur. Ini berarti pil KB juga akan mencegah terjadinya siklus menstruasi. 

Pil kontrasepsi yang tidak diminum rutin pun bisa membuat siklus datang bulan Anda terganggu.

Jika Anda menginginkan kehamilan atau siklus menstruasi kembali teratur, sebaiknya hentikan pemakaian pil KB selama sebulan atau setidaknya 6 bulan. Namun, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Selain pil KB, kontrasepsi yang diimplan atau disuntikkan juga dapat menyebabkan Anda telat datang bulan. 

Memiliki riwayat penyakit kronis

Penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit Celiac ternyata dapat memengaruhi siklus datang bulan Anda.

Gula darah yang tidak stabil erat kaitannya dengan perubahan hormon. Oleh sebab itu, diabetes yang tidak terkendali dengan baik dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur.

Sementara penyakit Celiac dapat menyebabkan kerusakan pada bagian jonjot usus halus. Kondisi ini menyebabkan menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap berbagai nutrisi penting seperti vitamin dan mineral.

Terganggunya proses penyerapan nutrisi dapat menyebabkan Anda mengalami telat haid.

Menopause dini

Umumnya wanita mulai mengalami menopause di antara usia 45 sampai 55 tahun. Meski begitu, ada juga yang sudah menopause di bawah usia 40 tahun. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan menopause prematur atau menopause dini

Menopause sendiri bisa dikatakan sebagai titik final sistem reproduksi wanita. Maka dari itu, ketika seorang wanita mengalami menoause dini, ini berarti suplai sel telurnya menurun, menyebabkan periode menstruasi terlewat dan bahkan berhenti sama sekali. 

Masalah pada tiroid

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif maupun tidak aktif juga dapat menjadi penyebab Anda mengalami terlambat datang bulan. Hal ini karena tiroid mengatur metabolisme tubuh, sehingga kadar hormon juga dapat terpengaruh.

Masalah tiroid dapat diatasi dengan pengobatan. Setelah perawatan, siklus menstruai Anda biasanya akan kembali normal.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko mengalami telat haid?

Faktanya, Anda banyak hal yang bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalami telat datang bulan. Beberapa di antaranya seperti:

Riwayat keluarga

Apabila ibu, nenek, atau saudara kandung sering mengalami telat datang bulan, maka Anda juga berisiko tinggi mengalaminya juga. 

Gangguan makan

Jika Anda memiliki gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia, Anda berisiko lebih tinggi mengalami mensturasi yang terlambat.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana telat haid didiagnosis?

Jika merasa siklus menstruasi Anda tidak normal, Anda bisa melakukan konsultasi ke dokter spesialis kandungan alias ginekolog. Dokter kandungan dapat membantu mengatasi kondisi yang berhubungan dengan sistem reproduksi wanita.

Ketika berkunjung ke dokter spesialis kandungan, hal pertama yang akan melakukan adalah menanyakan riwayat kesehatan Anda.

Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga, aktvitas seksual, serta kondisi psikologis yang mungkin sedang Anda alami. Jika semua informasi tersebut sudah didapatkan, barulah dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan diagnosis.

Dokter akan melakukan pemeriksaan pelvis untuk melihat adanya masalah pada organ reproduksi. Jika Anda tidak pernah mengalami menstruasi, dokter dapat memeriksa payudara dan kelamin Anda untuk melihat apakah Anda mengalami perubahan normal dari pubertas.

Jika diperlukan, dokter spesialis kandungan juga mungkin akan menganjurkan Anda melakukan beberapa tes laboratorium. 

Beberapa tes yang biasa dilakukan dokter di antaranya:

Tes kehamilan

Tes ini mungkin adalah tes pertama yang disarankan dokter untuk mengeliminasi atau memastikan kemungkinan Anda hamil. 

Tes fungsi tiroid

Mengukur kadar thyroid-stimulating hormone (TSH) pada darah dapat menentukan apakah kelenjar hormon berfungsi normal atau tidak. 

Tes fungsi indung telur

Mengukur kadar follicle-stimulating hormone (FSH) pada darah dapat menentukan apakah indung telur bekerja dengan benar.

Tes prolaktin

Kadar hormon prolaktin yang rendah dapat menjadi pertanda dari tumor kelenjar pituitari.

Tes hormon pria

Jika Anda mengalami pertambahan rambut pada wajah dan suara yangsemakin rendah, dokter akan memeriksa kadar hormon pria pada darah Anda.

Tergantung pada tanda-tanda dan gejala,  serta hasil dari tes darah, dokter juga dapat merekomendasikan salah satu atau beberapa tes imaging, seperti:

Ultrasound (USG)

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ internal. Jika Anda belum menstruasi, dokter dapat menyarankan tes ultrasound untuk melihat kelainan pada organ reproduksi Anda.

Computerized tomography (CT)

CT scan mengombinasikan beberapa gambar X-ray yang diambil dari beberapa arah untuk menghasilkan tampilan cross-sectional dari struktur internal. CT scan dapat mengindikasi apakah rahim, indung telur dan ginjal terlihat normal.

Magnetic resonance imaging (MRI)

MRI menggunakan gelombang radio dengan medan magnetik yang kuat untuk menghasilkan gambar detail dari jaringan lunak tubuh. Dokter dapat melakukan MRI untuk melihat adanya tumor pituitari.

Apa saja pengobatan untuk telat haid?

Secara umum, pengobatan untuk telat haid akan tergantung pada penyebab kondisi. Pada beberapa kasus, pil kontrasepsi atau terapi hormon lain dapat mengulang siklus menstruasi.

Jika penyebab Anda datang bulan karena gangguan pada tiroid atau pituitari, maka dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat-obatan tertentu.

Sementara apabila penyebab telat haid karena adanya tumor atau kelainan anatomi sistem reproduksi, maka operasi bisa jadi pilihan terbaik. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau cara pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi telat haid?

Beberapa cara pengobatan rumahan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi telat haid di antaranya:

  • Menghindari aktivitas fisik dengan intensitas berat
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi
  • Melakukan rileksasi dengan cara meditasi atau melakukan berbagai hal-hal yang Anda sukai
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca