Teething

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu teething?

Teething adalah proses di mana gigi pertama bayi (gigi sulung, sering kali disebut “gigi bayi” atau “gigi susu”) muncul secara berututan dengan tumbuh melalui gusi, biasanya secara berpasangan. Teething biasanya dimulai di antara usia enam hingga delapan bulan. Proses ini bisa memakan waktu hingga beberapa tahun sebelum semua 20 gigi menyelesaikan pertumbuhannya.

Meskipun proses teething terkadang disebut sebagai “cutting teeth,” ketika gigi tumbuh melalui gusi, mereka tidak memotong melalui gusi, melainkan hormon dilepaskan di dalam tubuh yang kemudian menyebabkan sejumlah sel-sel di gusi untuk mati dan terpisah, sehingga gigi dapat muncul.

Teething adalah bagian alami dari pertumbuhan dan perkembangan bayi. Oleh karena rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan, mudah bagi orang tua untuk merasa cemas mengenai proses ini. Ketahuilah bahwa gejala teething pada akhirnya akan berlalu, dan bahwa anak Anda suatu saat akan memiliki rangkaian gigi yang sehat berkat usaha Anda untuk menjaga kebersihan mulut yang baik. Setiap kekhawatiran atau ketidaknyamanan yang berkepanjangan harus dilaporkan pada dokter anak atau dokter keluarga.

Seberapa umumkah teething?

Suatu saat di antara usia 2 hingga 8 bulan (atau lebih), gigi bayi Anda akan membuat kemunculan besar yang membuat bayi Anda menjadi pemarah.

Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala teething?

Setiap bayi menunjukkan perpaduan unik dari gejala teething. Gejala yang paling umum adalah sifat lekas marah dan berkurangnya napsu makan.

Teething dapat terjadi dengan banyak tanda-tanda dan gejala, termasuk:

  • air liur menetes
  • menggigit-gigit benda padat
  • menangis dan mudah tersinggung
  • lekas marah
  • ketidakmampuan untuk tidur
  • kehilangan napsu makan
  • gusi sakit dan sensitif
  • gusi merah dan bengkak

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera mencari bantuan medis jika bayi Anda mengalami gejala ini.

Jika bayi Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab teething?

Bayi terlahir dengan satu set lengkap gigi di bawah gusi. Selama tahun pertama hidup mereka, gigi ini mulai tumbuh dari gusi.

Gigi ini menembus gusi secara bertahap. Biasanya, gigi bawah—sering disebut sebagai pasak—muncul pertama, diikuti dengan gigi atas di tengah. Dari sini, gigi yang lain akan tumbuh melalui gusi dalam periode waktu tiga tahun, menurut American Academy of Pediatrics. Sebagian anak bahkan mungkin akan mendapatkan set gigi lengkapnya setelah 2 tahun.

Berikut adalah urutan lazim pertumbuhan gigi primer:

  • gigi seri tengah: usia 6-12 bulan
  • gigi seri samping: usia 9-16 bulan
  • gigi taring: usia 16-23 bulan
  • gigi geraham pertama: usia 13-19 bulan
  • gigi geraham kedua: usia 22-24 bulan

Antara usia 6 hingga 12 tahun, akar dari 20 gigi “bayi” ini akan melemah, memungkinkan penggantiannya dengan 32 gigi “dewasa” permanen. Gigi geraham ketiga (“gigi geraham bungsu”) tidak memiliki versi “bayi” yang mendahuluinya dan umumnya akan tumbuh di pertengahan hingga akhir masa remaja. Oleh karena kecendrungannya untuk menyesak dan membengkok, gigi geraham ketiga ini sering dicabut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk teething?

Oleh karena ini adalah proses alami, tidak ada faktor risiko untuk teething.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana teething didiagnosis?

Dokter gigi atau ahli kesehatan akan menempatkan anak Anda di atas meja atau membuat Anda memegangnya di pangkuan untuk melakukan pemeriksaan. Kemudian dokter gigi atau ahli dokter kemungkinan akan:

  • mengevaluasi kebersihan mulut dan kesehatan anak Anda secara keseluruhan
  • menunjukkan teknik pembersihan yang tepat
  • mencari sariawan atau benjolan di lidah, bagian dalam pipi, dan langit-langit mulut anak Anda.
  • Mengevaluasi dampak dari kebiasaan seperti penggunaan dot dan mengisap jempol

Apa saja pengobatan untuk teething?

Banyak bayi dan anak-anak yang tidak atau hanya mengalami gejala minimal ketika mereka tumbuh gigi sehingga pengobatan tidak diperlukan.

Namun, yang berikut dapat membantu untuk mereka yang mengalami gejala:

  • Anjuran umum

Mengusap gusi yang bermasalah secara lembut dengan jari Anda yang bersih dapat meringankan nyeri. Banyak anak yang menemukan bahwa menggigit-gigit pada objek yang bersih dan sejuk itu menenangkan (misalnya, dot teething yang dingin atau flanel yang bersih, basah, dingin). Mengunyah pada buah atau sayur yang dingin dapat membantu. Namun, biskuit untuk teething harus dihindari karena mengandung gula.

  • Obat untuk meringankan sakit

Jika anak Anda kesakitan karena tumbuh gigi, maka dengan memberikan parasetamol atau ibuprofen dapat membantu. Ini harus diberikan dengan dosis yang dianjurkan untuk usianya.

Tidak ada bukti bahwa pengobatan tambahan memberikan manfaat untuk teething—misalnya, bubuk herbal untuk teething.

  • Gel teething

Tersedia gel teething yang mengandung anestesi lokal atau antiseptic ringan. Anestesi lokal tersebut biasanya adalah lidokain. Para ahli tidak menganjurkan penggunaan gel ini untuk nyeri tumbuh gigi. Ini dikarenakan tidak ada banyak bukti jika gel ini membantu untuk waktu yang lama dan ada bukti bahwa menyebabkan kerusakan. Ada sejumlah kasus dimana bayi secara tidak sengaja meneln terlalu banyak obat bius dan mengalami konsekuensi serius, termasuk kematian. Jika Anda memilih untuk tidak menggunakan gel teething, ikuti petunjuk perusahaan dengan seksama untuk memastikan keamanannya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi teething?

Jika bayi Anda yang sedang tumbuh gigi tampak tidak nyaman, pertimbangkan tips sederhana berikut:

  • Usap gusi bayi Anda. Gunakan jari yang bersih atau pada kasa yang dibasahi untuk mengusap gusi bayi Anda. Tekanannya akan meringankan ketidaknyamanan bayi Anda.
  • Jaga agar tetap dingin. Kain lap, sendok atau dot teething yang dingin dapat menenangkan gusi bayi Anda. Namun, jangan berikan dot teething yang beku. Kontak dengan dingin yang ekstrem bisa berbahaya.
  • Cobalah makanan keras. Jika bayi Anda makan makanan padat, Anda dapat menawarkan sesuatu yang bisa dimakan untuk digigit-gigit—seperti mentimun atau wortel yang dikupas dan dingin. Namun, perhatikan bayi Anda dengan seksama. Setiap potongan makanan bisa menimbulkan bahaya tersedak.
  • Keringkan air liurnya. Air liur yang berlebihan adalah bagian dari proses teething. Untuk mencegah iritasi kulit, siapkan kain bersih untuk mengeringkan dagu bayi Anda. Pertimbangkan mengoleskan pelembab seperti krim atau lotion berbasis air.
  • Cobalah obat yang dijual bebas. Jika bayi Anda rewel secara khusus, asetaminofen (Tylenol, lainnya) atau ibuprofen (Advil, Children’s Motrin, lainnya) dapat membantu.

Dan Anda tidak boleh lupa bahwa Anda telah mengusapkan kain lap yang bersih dan lembab pada gusi bayi Anda setiap hari. Jika belum, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Kain lap dapat mencegah bakteri menumpuk di dalam mulut bayi Anda.

Ketika gigi pertama bayi Anda muncul, berpindahlah ke sikat gigi kecil yang bersikat lembut. Sebelum anak Anda belajar cara meludah—sekitar usia 3 tahun—gunakan hanya sedikit pasta gigi fluoride tidak lebih dari ukuran sebutir beras.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi

Baking soda digunakan untuk menghilangkan noda dan memutihkan gigi. Namun, bagaimana cara kerjanya dan anjuran pemakaiannya agar tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, serta tips untuk melakukannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
cara menjaga kesehatan gigi
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Ruam Popok

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
sakit gigi atau gigi sakit

Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
imunisasi bayi dan anak

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kesehatan gigi dan mulut

3 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut demi Senyum yang Indah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 5 menit