Striktur Uretra

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu striktur uretra?

Striktur uretra adalah penyempitan pada saluran kencing (uretra) yang disebabkan peradangan atau masalah lain. Uretra membawa urin Anda keluar dari tubuh. 

Pada manusia, biasanya ini artinya uretra menyempit, aliran urin lemah. Striktur parah mungkin benar-benar menghambat aliran urin.

Kondisi ini dapat berkembang secara bertahap dan menyebabkan dorongan untuk mengeluarkan air seni pada pria. Pada orang lain, masalah akan muncul tiba-tiba dan membutuhkan perawatan segera. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Striktur uretra bisa terjadi pada segala usia. Penyakit ini biasanya terjadi pada pria. Pada wanita, penyakit ini jarang terjadi. 

Penyakit ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala striktur uretra?

Gejala penyakit ini bisa berupa ketidaknyamanan ringan saat buang air kecil, termasuk hal-hal berikut:

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa orang dengan striktur uretra parah sama sekali tidak dapat buang air kecil. Kondisi ini disebut dengan retensi urin dan merupakan keadaan darurat medis. Hidronefrosis dan gagal ginjal juga dapat terjadi karena cadangan urin ke ginjal kurang terkuras. 

Striktur uretra juga dapat menyebabkan peradangan pada prostat. Uretra Anda dikelilingi oleh prostat, tepat di bawah kandung kemih. 

Radang prostat ini dikenal sebagai prostatitis, Cadangan urin juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih yang parah. 

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anda harus ke dokter segera jika Anda mengalami gejala striktur uretra. Khususnya ketika penyakitnya menyebabkan pendarahan. Striktur uretra mungkin jadi gejala penyakit serius lainnya.

Penyebab

Apa penyebab striktur uretra?

Dikutip dari Mayo Clinic, jaringan parut yang dapat mempersempit uretra dapat disebabkan oleh:

  • Prosedur medis yang memasukkan alat, seperti endoskop, ke dalam uretra
  • Penggunaan tabung jangka panjang yang dimasukkan melalui uretra untuk mengalirkan kandung kemih (kateter
  • Trauma atau cedera pada uretra atau panggul
  • Prostat yang membesar atau operasi yang dilakukan untuk mengangkat atau mengurangi kelenjar prostat yang membesar
  • Kanker uretra atau prostat
  • Infeksi menular seksual
  • Terapi radiasi

Striktur uretra lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Seringkali, penyebabnya tidak diketahui. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa tes yang paling umum untuk mendiagnosis kondisi ini?

Berikut adalah pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis kondisi Anda:

Pengujian non invasif

Pengujian non-invasif atau tanpa mengambil sampel darah, dapat mengidentifikasi masalah pengosongan kandung kemih, tetapi tidak dapat secara pasti menunjukkan striktur uretra. Aliran urin Anda dapat dikuru dengan buah air kecil ke dalam sebuah alat. Aliran yang lambat dapat disebabkan oleh penyumbatan uretra atau kandung kemih yang lemah. 

Volume residu pasca-void (jumlah urin yang tersisa di kandung kemih ketika Anda selesai buang air kecil) dapat diukur melalui ultrasound pada kandung kemih. Biasanya, kandung kemih akan kosong setelah buang air kecil. 

Dalam kondisi ini beberapa jumlah urin akan tetap berada di kandung kemih.  Pengujian non-invasif tidak dapat menentukan apakah masalah ini disebabkan oleh striktur, pembesaran prostat, pelemahan kandung kemih, atau masalah lainnya. 

Tes pencitraan

Jika dicurigai adanya striktur uretra, prosedur pencitraan yang disebut dengan cystourethrogram diperlukan untuk menemukan masalah serta mengukurnya. 

Ini adalah prosedur sinar-X dengan menyemprotkan agen kontras ke dalam lubang penis. Nantinya, film sinar-X akan menemukan penyempitan dan seberapa panjang penyempitan tersebut. 

Dalam kondisi yang jarang terjadi, Anda akan diminta untuk buah air kecil setelah kandung kemih penuh. Ini dapat membantu mengenali striktur uretra selama proses berkemih. 

Cystoscopy

Cystoscopy adalah prosedur di mana kamera kecil, fleksibel, yang disebut cystoscope dimasukkan ke dalam penis. Prosedur ini membantu dokter melihat bagian dalam uretra. 

Prosedur ini memakan waktu lima hingga 10 menit. Sebelum melakukan prosedur, dokter akan memberikan obat mati rasa yang dimasukkan ke dalam uretra Anda. 

Apa pilihan pengobatan striktur uretra?

Perawatan untuk mengobati kondisi ini ditentukan dengan tes pencitraan. Pilihan pengobatannya mencakup:

  • Dilatasi atau pelebaran uretra
  • Uretrotomi internal
  • Rekonstruksi uretra

Striktur pendek dapat diatasi dengan dilatasi uretra atau uretrotomi internal. Setelah mendapatkan anestesi, uretra Anda akan dilebarkan menggunakan serangkaian alat yang dapat melebar secara bertahap. Cystoscope juga mungkin digunakan dalam prosedur ini. 

Uretrotomi adalah penggunaan cystoscope untuk memotong cincin dan jaringan parut, serta membuka area penyumbatan. 

Setelah prosedur, kateter uretra biasanya tertinggal di uretra selama tiga hingga lima hari. Masalah yang dapat muncul akibat prosedur tersebut adalah striktur yang muncul kembali. Namun dalam beberapa kasus, prosedur ini dapat memperbaiki masalah.

Jika pelebaran atau uretrotomi gagal dan striktur uretra kembali, rekonstruksi uretra mungkin diperlukan untuk mempertahankan hasil yang lebih tahan lama. Dalam beberapa kasus, prosedur ini dilakukan dengan mengangkat jaringan parut, kemudian menjahit ujung uretra kembali menjadi satu. 

Jika hal ini tidak memungkinkan, uretra dapat dijahit menggunakan lapisan bagian dalam pipi atau lipatan kulit penis. Cara ini merupakan jenis berbeda dari urethroplasty. Dengan metode ini, banyak kasus menunjukkan keberhasilan yang tinggi. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi striktur uretra?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi striktur uretra:

  • Pastikan menggunakan pelindung saat melakukan olahraga berbahaya
  • Jaga gaya hidup sehat dan lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi perkembangan setiap waktu dan pengobatan yang tepat

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anak Sering Buang Air Kecil, Mungkinkan Tanda Kandung Kemih Overaktif?

Ngompol lumrah dialami oleh anak. Namun, jangan disepelekan, karena ada kemungkinan masalahnya yakni kandung kemih overaktif pada anak. Memangnya bisa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

5 Pantangan Penderita Overactive Bladder Agar Tak Terus Bolak-balik ke Toilet

Kandung kemih yang overaktif dapat mengganggu hidup sehari-hari, tapi Anda bisa mengurangi keluhan dengan mengikuti pantangan bagi penderita berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Kondisi Kesehatan Apa Saja yang Bisa Diketahui dari Tes pH Urine?

Salah satu pemeriksaan kesehatan yang umum adalah tes pH urine alias menguji tingkat keasaman dari air seni. Kondisi apa saja yang bisa ditunjukkan tes ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti

Vaksin untuk Cegah Infeksi Saluran Kemih, Apakah Terbukti Efektif?

Infeksi saluran kemih biasanya diobati dengan antibiotik. Namun, ada vaksin yang dikembangkan peneliti untuk mencegah infeksi saluran kemih.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi saluran kemih saat hamil

5 Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
auto-brewery syndrome adalah

Merasa Mabuk tapi Tidak Minum Alkohol? Mungkin Anda Punya Auto-Brewery Syndrome

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/03/2020
cara mencegah infeksi saluran kemih

5 Cara Jitu Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/11/2019
bahaya infeksi saluran kemih

Apa Bahayanya Jika ISK Tidak Diobati Sampai Tuntas?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019