Retinopati Diabetik (Diabetic Retinopathy)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu retinopati diabetik (diabetic retinopathy)?

Retinopati diabetik atau juga dikenal dengan diabetic retinopathy adalah komplikasi diabetes melitus yang menyerang retina mata.

Kondisi ini menandakan gangguan penglihatan pada pengidap diabetes yang diakibatkan oleh kerusakan pembuluh darah retina. Pembuluh pada retina yang rusak kemudian membengkak dan akhirnya mengalami perdarahan sehingga pecah.

Retina merupakan lapisan saraf yang melapisi bagian belakang mata dengan fungsi  “mengambil gambar” dan mengirim gambar tersebut ke otak dalam bentuk sinyal.

Kerusakan retina akibat retinopati diabetik menyebabkan memburuknya penglihatan seiring waktu. Bahkan, pada beberapa kasus dapat menyebabkan kebutaan. 

Seberapa umumkah retinopati diabetik (diabetic retinopathy)?

Diabetic retinopathy adalah penyebab utama dari masalah mata dan kehilangan penglihatan pada pasien diabetes.

Dari perkiraan 285 juta penderita diabetes mellitus di seluruh dunia, sekitar sepertiga mengalami tanda-tanda retinopati diabetik dan sepertiganya lagi merupakan retinopati diabetik yang mengancam nyawa.

Pasien diabetes bisa memperlambat perkembangan kondisi ini dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai retinopati diabetik.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala retinopati diabetik (diabetic retinopathy)?

Tahap awal dari diabetic retinopathy umumnya tidak menunjukkan gejala sampai terjadi kerusakan yang lebih besar di dalam mata.

Ketika akhirnya muncul, gejala retinopati diabetik yang paling sering terjadi adalah:

  • Melihat floaters, yakni titik-titik atau benang-benang tipis gelap yang mengambang dalam penglihatan
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Penglihatan kabur
  • Kesulitan membedakan warna
  • Muncul area gelap dan kosong dalam penglihatan
  • Objek yang dilihat seakan bergoyang atau berguncang, padahal sebenarnya tidak
  • Hilangnya kemampuan mata untuk melihat

Gejala retinopati diabetik tidak hanya menyerang satu sisi mata saja, tapi bisa juga keduanya. 

Anda dapat menghindari bahaya yang belum terlihat dengan mempertahankan kadar gula darah dengan baik dan periksakan diri ke dokter mata untuk memantau kesehatan mata secara rutin.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikan pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda sehingga gejala yang dialami akan mungkin juga berbeda.

Selalu utamakan konsultasi ke dokter untuk perawatan retinopati diabetik yang lebih tepat.

Penyebab

Apa penyebab retinopati diabetik (diabetic retinopathy)?

Retinopati diabetik adalah kondisi yang disebabkan karena terlalu banyak gula dalam darah. Komplikasi diabetes ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah kecil yang menghidupi retina serta menghentikan suplai darahnya.

Akibatnya, mata mencoba untuk menumbuhkan pembuluh darah yang baru. Namun, pembuluh darah baru ini tidak tumbuh dengan baik dan dapat bocor dengan mudah. Ada dua jenis utama dari retinopati diabetik, yaitu:

Retinopati diabetik awal

Jenis diabetic retinopathy ini dikenal juga dengan non-proliferasi retinopati diabetik.

Pada kasus ini, pembuluh darah baru tidak terbentuk, hanya saja dinding pembuluh darah di retina jadi melemah. Kemudian akan terbentuk tonjolan kecil (aneurisma mikro) di dinding pembuluh yang lebih kecil. Kondisi ini kadang menyebabkan cairan dan darah bocor ke retina.

Pembuluh darah retina yang lebih besar dapat membesar dan diameternya menjadi tidak teratur. Jenis retinopati diabetik ini dapat berkembang dari yang ringan sampai yang berat. Semakin banyak pembuluh darah yang tersumbat, semakin parah kondisinya.

Serabut saraf di retina mungkin juga mulai membengkak. Kadang bagian tengah retina yang disebut makula juga membengkak, dan ini disebut dengan edema makula.

Retinopati diabetik akhir

Jenis diabetic retinopathy yang disebut dengan retinopati diabetik proliferatif ini menandakan bahwa kondisi sudah semakin parah.

Pada kondisi ini, pembuluh darah yang rusak akan menutup, menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal dalam retina, dan dapat bocor ke dalam badan bening seperti jelly yang mengisi bagian tengah mata (vitreous).

Pada akhirnya, jaringan parut yang terangsang oleh pertumbuhan pembuluh darah baru dapat membuat retina terlepas dari bagian belakang mata.

Jika pembuluh darah baru mengganggu aliran normal cairan dari mata, tekanan dapat menumpuk di bola mata. Hal ini dapat merusak saraf yang membawa gambar dari mata ke otak (saraf optik), mengakibatkan glaukoma (tekanan besar pada bola mata).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk retinopati diabetik (diabetic retinopathy)?

Anda dapat lebih berisiko terkena retinopati diabetik jika Anda memiliki faktor berikut:

  • Jika Anda sudah lama memiliki diabetes, semakin berisiko Anda untuk terkena retinopati diabetik
  • Kontrol kadar gula darah yang buruk
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Kehamilan
  • Penggunaan tembakau

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah memburuknya diabetic retinopathy dan mencegah keadaan darurat medis lainnya.

Jadi, konsultasikan pada dokter sesegera mungkin untuk mencegah retinopati diabetik.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana retinopati diabetik (diabetic retinopathy) didiagnosis?

Jika dokter mencurigai bahwa Anda mungkin mengalami diabetic retinopathy, pemeriksaan mata dilatasi akan dilakukan. Ini melibatkan penggunaan tetes mata yang membuat pupil terbuka lebar, memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam mata Anda dengan seksama.

Pada tahap ini, dokter akan memeriksa kondisi mata, meliputi:

  • Pembuluh darah abnormal
  • Pembengkakan
  • Kebocoran pembuluh darah
  • Penyumbatan pembuluh darah
  • Luka
  • Perubahan pada lensa mata
  • Kerusakan jaringan saraf
  • Ablasi retina

Diagnosis diabetic retinopathy juga bisa dilakukan dengan tes angiografi fluorescein. Dalam tes ini, dokter akan menyuntikkan pewarna ke dalam lengan Anda, memungkinkannya untuk melacak bagaimana darah mengalir dalam mata Anda.

Doter akan mengambil gambar dari residu pewarna tersebut yang berputar di dalam mata Anda untuk menentukan mana pembuluh darah yang tersumbat, bocor, atau rusak.

Pemeriksaan optical coherence tomography (OCT) adalah tes pencitraan yang menggunakan gelombang cahaya untuk membuat gambar retina. Gambar ini memungkinkan dokter untuk menentukan ketebalan retina.

Pemeriksaan OCT membantu menentukan berapa banyak cairan, jika ada, yang telah terakumulasi dalam retina.

Apa saja pengobatan untuk retinopati diabetik?

Pengobatan untuk diabetic retinopathy akan disesuaikan dengan jenis yang dialami. Jika Anda memiliki retinopati diabetik non-proliferatif ringan atau moderat, dokter mungkin tidak langsung menawarkan pengobatan.

Namun, dokter mata akan dengan seksama memonitor mata Anda untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk memulai pengobatan diabetic retinopathy.

Sementara, jika Anda memiliki retinopati diabetik proliferative atau edema makula, perlu dilakukan pembedahan segera. Berdasarkan masalah spesifik pada retina Anda, pilihan pengobatan diabetic retinopathy jenis meliputi:

Pengobatan laser terfokus

Pengobatan laser ini, juga disebut sebagai fotokoagulasi, dapat menghentikan atau memperlambat kebocoran darah dan cairan di mata. Dalam prosedur ini, kebocoran dari pembuluh darah abnormal diobati dengan panas laser.

Pengobatan laser tersebar

Pengobatan laser ini, juga disebut sebagai fotogoagulasi panretinal, dapat menyusutkan pembuluh darah abnormal. Dalam prosedur ini, area retina yang jauh dari makula diobati dengan panas laser yang tersebar. Panas ini menyebabkan pembuluh darah baru yang abnormal untuk menyusut dan membekas.

Vitrektomi

Prosedur pengobatan diabetic retinopathy ini menggunakan sayatan kecil pada mata untuk menyingkirkan darah dari tengah mata (vitreous) serta jaringan parut yang menarik pada retina. Pengobatan dilakukan di pusat bedah atau rumah sakit menggunakan anestesi lokal atau general.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan  untuk mengatasi retinopati diabetik (diabetic retinopathy) ?

Mengelola diabetes dapat membantu memperlambat diabetic retinopathy dan masalah mata lainnya. Kuncinya, dengan mengontrol tingkat gula darah tetap normal Anda setiap hari.

Berikut ini ada beberapa perubahan gaya hidup untuk diabetes yang didiagnosis retinopati diabetik:

  • Pilih makanan yang sehat bernutrisi dan jaga pola makan
  • Menjalani olahraga teratur yang sesuai dengan kondisi, seperti jalan santai, tai chi, bersepeda
  • Memeriksa gula darah Anda sesering mungkin seperti yang diperintahkan oleh penyedia layanan kesehatan diabetes
  • Rutin kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol sangat penting untuk mencegah kondisi ini
  • Berhenti merokok dan lakukan konsultasi jika sulit berhenti dari kebiasaan ini
  • Mengikuti pengobatan diabetes yang direkomendasikan dokter, baik itu minum obat diabetes maupun terapi insulin

Perawatan dapat mengurangi masalah kehilangan penglihatan akibat retinopati diabetik. Akan tetapi, perawatan ini  tidak menyembuhkan kondisi atau mengembalikan perubahan yang telah terjadi.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 17, 2020

Yang juga perlu Anda baca