Prostatitis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/04/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu prostatitis?

Prostatitis adalah penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat. Tergantung pada penyebabnya, prostatitis adalah kondisi yang dapat timbul secara tiba-tiba maupun perlahan-lahan. Jenis-jenis prostatitis adalah:

Prostatis bakteri akut

Biasanya ditandai dengan inflamasi pada prostat. Gejala prostat tipe ini biasanya berat. Penderita biasanya mengalami demam, mual, dan menggigil. Pada penderita prostatitis bakteri akut diperlukan perawatan lebih lanjut, jika tidak, akan memicu terjadinya infeksi saluran kencing, abses pada prostat, dan adanya penutupan aliran urin.

Pada kondisi fatal biasanya harus menjalani pengobatan di rumah sakit untuk diberi antibiotik intravenous, penghilang rasa sakit, dan cairan tambahan untuk tubuh.

Prostatis bakteri kronis

Kondisi ini biasanya disebabkan karena infeksi saluran kemih yang kambuh dan infeksi tersebut telah memasuki kelenjar prostat. Gejalanya hampir sama dengan dengan prostatitis bakteri akut, tetapi lebih ringan dan dapat berubah-ubah intensitasnya.

Kesulitan pada jenis prostatitis ini adalah sulitnya ditemukan bakteri pada urin. Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan memberikan antibiotik untuk jangka waktu empat hingga dua belas minggu. Kadang-kadang penderita juga akan diberi antibiotik jangka waktu yang lama.

Prostatitis nonbakteri kronis atau sindrom nyeri panggul

Biasanya tipe prostatitis ini adalah yang sering dijumpai, tercatat ada 90 persen kasus. Bahkan seperti yang dikutip WebMD, hanya ada 5 dari 10 persen kasus prostatitis yang disebabkan oleh bakteri infeksi. Gejalanya berupa sakit pada kemih dan genital selama tiga sampai enam bulan.

Gejala yang ditimbulkan mungkin akan membuat kebingungan bagi penderita apakah dia terkena prostatitis nonbakteri kronis atau interstitial cystitis (perangan kronis pada kandung kemih)

Gejala, penyebab, dan obat kondisi ini, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Prostatitis adalah kondisi yang dapat menyerang pria pada segala umur, khususnya 50 tahun atau lebih muda. Menurut The National Institutes of Health yang dikutip WebMD, penelitian yang dilakukan dengan mengunjungi kantor-kantor menunjukkan bahwa laki-laki pada usia pertengahan dan yang masih muda memiliki keluhan pada sistem genital dan saluran kemih mereka.

Bahkan beberapa laki-laki yang berusia di bawah 50 tahun memiliki keluhan terkena prostatitis kronis. Kemungkinan terkena prostatitis dapat dikurangi apabila Anda menghindari faktor risiko. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala prostatitis?

Ketika terkena kondisi ini, Anda akan mengalami rasa panas dan permasalahan pada kemih yang menyebabkan rasa tak nyaman. Gejala-gejala lain prostiatitis yang mungkin terjadi adalah:

Gejala lainnya dapat berupa sakit yang datang dan pergi pada bagian perut bawah sekitar anus dan di selangkangan. Ada juga yang mengalami gejala berupa pembengkakan pada prostat.

Ada beberapa kasus, nyeri pada pangkal paha atau infeksi epididymis (area sekitar testis di mana sperma disimpan) bisa disebabkan oleh bakteri yang masuk ke vas deferesns (saluran yang membawa sperma dari testis ke urethra).

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter apabila mengalami gejala di atas ataupun memiliki pertanyaan mengenai informasi lain. Setiap orang dapat menunjukkan perbedaan gejala yang dirasakan, maka berkonsultasi dengan dokter merupakan hal terbaik yang bisa Anda lakukan.

Penyebab

Apa penyebab prostatitis?

Tergantung jenisnya, terdapat beberapa penyebab berbeda untuk prostatitis. Prostatitis bakterial biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri e.coli. Apabila bakteri tidak dihilangkan dengan antibiotik karena bakteri tersebut bersembunyi dalam prostat, prostatitis dapat kembali berulang dan sulit untuk ditangani. Kondisi tersebut yang disebut prostatitis bakterial kronis. Selain itu, penyebab lain prostiatitis adalah:

  • Gangguan sistem imun
  • Gangguan sistem saraf
  • Luka pada bagian bagian prostat atau di sekitar prostat
  • Berbagai penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan kondisi ini, termasuk chlamydia dan gonorrhea.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk prostatitis?

Beberapa faktor pemicu di bawah ini dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena prostatitis adalah:

  • Pemuda atau pria paruh baya
  • Memiliki pengalaman prostatitis terdahulu
  • Mengalami infeksi kandung kemih atau uretra (saluran yang mengangkut semen dan urin ke penis)
  • Memiliki trauma panggul, seperti cedera dari bersepeda atau menunggang kuda
  • Kurang mengonsumsi cairan (dehidrasi)
  • Melakukan kegiatan seksual tanpa alat kontrasepsi
  • Menderita HIV/AIDS
  • Sedang stress

Tidak adanya faktor risiko bukan berarti Anda bebas dari kemungkinan terpapar penyakit. Ciri dan gejala yang dituliskan hanya untuk referensi. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk prostatitis?

Perawatan prostatitis sangat tergantung pada penyebab kasus itu sendiri, termasuk antibiotik. Perawatan ini merupakan yang paling banyak diresepkan bagi prostatitis.

Dokter akan memberikan pilihan perawatan sesuai dengan jenis bakteri yang menyebabkan infeksi. Apabila Anda memiliki gejala yang parah, mungkin Anda akan membutuhkan antibiotik suntik.

Anda Akan membutuhkan antibiotik minum selama 4-6 minggu namun akan memakan waktu yang lebih lama pada prostatitis yang lebih kronis dan berkelanjutan

Selain memberikan antibiotik, terdapat berbagai cara pengobatan yang biasa dilakukan, seperti:

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter dapat membuat diagnosis dari rekam jejak medis dan pemeriksaan fisik. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan anus untuk menyediakan hasil diagnosis yang lebih akurat. Selain itu, metode lain seperti tes darah atau tes urin juga akan dilakukan jika diperlukan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi prostatitis?

Berikut adalah bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda menghadapi prostatitis:

  • Berendam di air hangat
  • Melakukan pengobatan akupuntur
  • Latihan relaksasi
  • Lakukan olahraga secara rutin
  • Meminum sari atau ekstrak dari cranberry, hal telah dibuktikan oleh peneliti asal Prancis yang menemukan bahwa mengkonsumsi 36 mg proanthocyanidins yang terkandung dalam cranberry dapat mengurangi melekatnya bakteri tertentu pada dinding saluran kemih
  • Meminum ramuan atau supplemen herbal (seperti antioksidan bioflavonoid quercetin untuk mengurangi pembengkakan)
  • Menggunakan bantal ketika duduk yang lama
  • Menghindari makanan pedas, kafein dan alkohol.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

    Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Kanker Usus Besar

    Kanker usus besar adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasiny berikut ini.

    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Gastritis

    Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

    Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    diabetesi

    Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
    manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

    6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
    camilan untuk penderita diabetes

    Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
    makanan untuk mencegah diabetes

    Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020