Migrain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit migrain?

Migrain atau migraine adalah jenis sakit kepala yang didasari oleh gangguan saraf dalam otak.

Migrain umum ditandai dengan serangan sakit kepala yang intens, melemahkan, dan berulang. Rasa sakitnya sering digambarkan sebagai dentuman, debaran, atau denyutan yang terjadi di satu sisi kepala Anda. Beberapa orang menggambarkan rasa sakit yang ekstrem seperti kepala dihantam benda keras.

Migraine dapat didahului atau disertai dengan tanda-tanda peringatan sensorik yang disebut sebagai “aura” dan gejala lainnya.

Aura penanda serangan migraine biasanya muncul dalam bentuk gangguan penglihatan, seperti adanya kilatan cahaya dalam jarak pandang atau titik-titik pada objek yang Anda lihat. Aura juga bisa berupa sensasi mati rasa di salah satu sisi wajah, lengan, atau kaki, dan kesulitan berbicara.

Sementara itu, gejala penyerta yang biasa muncul bersamaan dengan serangan migrain adalah mual, muntah, hingga peningkatan sensitivitas terhadap cahaya terang, suara keras atau bising, dan mungkin aroma tertentu.

Jenis sakit kepala satu ini bisa muncul kapan saja. Ketika serangan datang, migrain dapat bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari. Hal ini membuat Anda mungkin tidak bisa beraktivitas lancar seperti biasa.

Gejala migraine umumnya bisa diredakan menggunakan obat-obatan dan perawatan rumahan. Namun, pengobatan hanya berfungsi untuk mengurangi frekuensi terjadinya serangan dan tingkat keparahan gejala dari setiap serangannya.

Seberapa umumkah sakit kepala ini?

Migraine adalah jenis sakit kepala primer yang cukup umum.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Headache and Pain, migrain adalah penyakit ketiga yang paling banyak dialami oleh populasi di dunia sesudah karies gigi dan sakit kepala tegang. Diperkirakan 1 dari 7 orang di dunia memiliki migraine.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala migrain?

Gejala migraine yang paling khas adalah serangan sakit kepala sebelah dengan intensitas nyeri sangat kuat. Sakit kepala sebelah karena migraine pun dapat menyebar ke bagian kepala lainnya.

Meski demikian, sakit kepala migraine biasanya tidak datang mendadak. Pada umumnya, ada gejala yang bisa Anda rasakan beberapa saat sebelum sakit kepala datang, selama sakit kepala, dan setelah sakit kepala.

Migraine dapat muncul secara bertahap dalam empat fase, yaitu prodromal, aura, serangan migrain (attack), dan post-drome. Setiap tahapan ini memiliki cirinya masing-masing, yang menandakan migrain segera muncul.

Namun, tidak semua orang yang mengalami kondisi ini akan mengalami semua fase tingkatan tersebut. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin mengalami migraine dengan aura sementara lainnya tidak dengan aura.

Berikut penjelasan dari masing-masing fase kejadian migraine, beserta gejala yang muncu per tahapan

Fase prodomal

Fase prodomal biasanya akan muncul dalam beberapa hari sampai beberapa jam sebelum serangan migraine.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda dan gejala yang mungkin muncul saat Anda mengalami fase prodomal:

  • Konstipasi atau sembelit.
  • Perubahan suasana hati (mood) ekstrem alias mood swing, misalnya dari ceria menjadi depresi.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Leher terasa kaku.
  • Hasrat ingin buang air kecil semakin meningkat.
  • Lebih mudah merasa haus.
  • Lebih sering menguap.

Fase migrain dengan aura

Aura adalah serangkaian gangguan sensorik panca indera yang umumnya muncul mendahului serangan. Aura biasanya mulai perlahan dan bertahan hingga 20-60 menit sebelum akhirnya memuncak setelah beberapa menit.

Gejala aura biasanya berupa:

  • Ada kilatan cahaya, bentuk-bentuk bayang tertentu, bercak, atau titik-titik cahaya pada objek yang sedang dilihat. Kondisi ini disebut floaters.
  • Penglihatan Anda tiba-tiba menghilang untuk sementara.
  • Tangan dan kaki terasa kebas, kesemutan, atau sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Wajah atau salah satu sisi tubuh mati rasa.
  • Tiba-tiba merasa kesulitan berbicara.
  • Mendengar suara-suara atau lantunan musik.
  • Gerakan seperti kejang yang tidak bisa Anda kendalikan.

Pada beberapa kasus, aura bisa muncul bersamaan dengan serangan migrain.

Fase attack atau serangan

Fase attack atau serangan adalah tahap di mana gejala migrain umumnya muncul.

Fase ini dianggap yang cukup parah karena rasa sakit kepala sebelah khas migraine bisa bertahan hingga 72 jam. Kadang, sakit kepala migraine dapat berlangsung sampai kurang lebih tiga hari tiga malam jika dibiarkan tanpa pengobatan.

Gejala serangan migrain yang akan muncul adalah:

  • Rasa sakit yang amat sangat di salah satu sisi kepala. Di sisi lain, migrain juga sering menyerang kedua sisi kepala secara bersamaan.
  • Rasa sakit seperti dihantam oleh benda keras dan sensasi berdenyut-denyut
  • Anda akan lebih sensitif terhadap paparan cahaya atau suara. Bahkan, terkadang Anda juga menjadi sensitif terhadap bau dan sentuhan.
  • Anda mudah merasa mual dan muntah.
  • Lebih mudah berkeringat atau brekeringat lebih banyak.
  • Konsentrasi menurun dan memburuk.
  • Mudah merasa kepanasan atau kedinginan.
  • Nyeri di belakang mata atau telinga pada sisi kepala yang terdampak.

Fase post-drome

Setelah mengalami serangan, Anda biasanya akan merasa lemas karena kehabisan energi juga kebingungan (linglung). Inilah yang disebut fase post-drome.

Saat ini, gerakan kepala yang terlalu tiba-tiba bisa membuat Anda kembali merasakan serangan meski hanya sejenak.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Terkadang ada beberapa gejala dari sakit kepala migrain yang sudah terlampau parah sehingga Anda harus memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Beberapa gejala yang harus Anda laporkan ke dokter adalah:

  • Anda menjadi kesulitan berbicara, atau wajah Anda cenderung miring ke salah satu sisi kepala.
  • Lengan atau kaki Anda terasa lemah, dan hal ini baru terasa setelah Anda mengalami migrain.
  • Sakit kepala menyerang secara tiba-tiba dan terasa sangat amat sakit tanpa adanya gejala atau pertanda sebelumnya.
  • Apabila disertai dengan demam, leher kaku, kejang, pandangan mata berbayang, tubuh mati rasa, atau Anda merasa kesulitan saat berbicara.
  • Muncul aura dan gejala migrain yang masing-masing bertahan lebih dari satu jam.
  • Migrain yang Anda alami terasa sakit sekali dan Anda belum pernah mengalami rasa sakit separah itu sebelumnya.
  • Anda sampai kehilangan kesadaran saat mengalaminya.
  • Sakit kepala yang baru muncul saat Anda sudah berusia 40 tahun ke atas.
  • Sakit kepala yang bertambah parah setelah Anda berolahraga, melakukan hubungan seks, batuk, atau bersin.
  • Migrain yang bermula setelah Anda mengalami cedera di kepala.

Status dan kondisi yang dialami dapat berbeda pada setiap orang. Maka adalah suatu kewajiban bagi Anda untuk selalu berdiskusi dengan dokter tentang metode diagnosis, pengobatan, dan perawatan terbaik bagi Anda.

Penyebab

Apa penyebab migrain?

Hingga saat ini masih belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab migraine. Para peneliti telah mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya, tetapi mereka tidak memiliki penjelasan yang pasti.

Kemungkinan, migrain disebabkan oleh salah satu atau kombinasi dari beberapa faktor ini:

  • Gangguan pada saraf pusat di otak.
  • Masalah, gangguan, kelainan, atau penyimpangan dalam sistem pembuluh darah di otak, atau sistem pembuluh darah secara keseluruhan.
  • Mutasi genetik.
  • Masalah, gangguan, atau kelainan pada keseimbangan senyawa kimia otak.
  • Masalah, gangguan, atau kelainan pada jalur saraf di otak.

Sementara itu, serangan migraine pada penderitanya diketahui dapat dipicu oleh salah satu atau kombinasi dari beragam hal berikut:

  • Perubahan hormon. Pada wanita, migraine dapat terjadi sebelum atau selama menstruasi, selama kehamilan, dan saat menopause.
  • Minuman beralkohol seperti wine.
  • Minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi.
  • Stres.
  • Kelelahan yang amat sangat.
  • Paparan terhadap  cahaya yang terlalu terang, aroma berbau tajam, atau suara yang terlalu keras.
  • Perubahan kebiasaan tidur, entah itu kurang tidur atau justru tidur terlalu lama.
  • Jet lag.
  • Perubahan tertentu pada kondisi fisik. Pada beberapa kasus, olahraga berat dan seks bisa memicu sakit kepala migrain.
  • Perubahan cuaca ekstrem.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti nitrogliserin.
  • Makanan tertentu, misalnya makanan olahan, makanan yang mengandung banyak garam, makanan yang dibuat dengan zat aditif seperti berpemanis buatan atau mecin (MSG).
  • Kebiasaan melewatkan waktu makan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami migrain?

Penyebab paling mendasar dari migrain itu sendiri memang belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalaminya, yaitu:

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon dapat memicu sakit kepala, termasuk migrain. Biasanya, wanita cenderung mengalami sakit kepala sebelah yang terasa lebih hebat menjelang menstruasi, selama kehamilan, atau saat menopause.

Sakit kepala hormonal disebabkan oleh perubahan hormon estrogen secara drastis, entah itu meningkat atau menurun.

Penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon, seperti pil KB atau terapi penggantian hormon, juga berpotensi memperparah sakit kepala yang sedang Anda alami.

2. Riwayat kesehatan keluarga

Jika ada anggota keluarga Anda yang memiliki migrain, maka potensi Anda mengalami kondisi ini akan lebih besar dibandingkan orang lain yang tidak terlahir dari keluarga pengidap migraine.

3. Usia

Setiap orang memiliki risiko sebanding untuk mengalami migrain. Kondisi ini cenderung mempengaruhi orang-orang berusia 15 hingga 55 tahun. Migrain dapat dialami sejak dini, remaja, atau bahkan saat Anda baru beranjak dewasa.

Namun, migraine lebih rentan dialami oleh remaja dan kondisinya akan memuncak saat Anda menginjak usia 30 tahun ke atas.

Frekuensi serangan migrain umumnya berangsur berkurang setelah Anda menginjak usia 60 tahun ke atas.

4. Jenis kelamin

Jenis kelamin adalah salah satu faktor yang mungkin memengaruhi risiko Anda mengalami sakit kepala jenis ini. Wanita berpotensi tiga kali lebih besar mengalami migraine ketimbang pria.

Ingat: Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak mungkin mengalami kondisi ini. Pasalnya, Anda masih mungkin terpapar oleh gangguan eksternal yang dapat memicu serangan, seperti yang telah dijelaskan di atas.

Konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosisnya?

Migraine mulanya dapat didiagnosis oleh dokter umum dengan mengidentifikasi gejala umum, frekuensi, dan durasi sakit kepala sebelah, serta kemungkinan riwayat paparan Anda terhadap hal-hal pemicu migraine.

Sebenarnya, dokter ahli neurologi tentu sudah terlatih untuk memahami kondisi Anda. Jadi, jika Anda mengalami migrain yang tidak terlalu serius, hanya dari riwayat kesehatan, gejala yang Anda alami, dan pemeriksaan fisik, dokter sudah bisa menentukan diagnosis mengenai kondisi Anda.

Namun apabila kondisi Anda cukup rumit dan sudah memasuki fase yang cenderung serius, dokter umum dapat merujuk Anda pada spesialis saraf (neurolog) untuk memastikan diagnosisnya.

Dokter spesialis saraf kemudian dapat merekomendasikan tes-tes sebagai berikut:

1. Magnetic resonance imaging (MRI)

MRI adalah teknik pengambilan foto bagian otak dan pembuluh darah menggunakan medan magnet yang cukup kuat.

Hasil dari foto yang dihasilkan menggunakan MRI akan digunakan dokter untuk mendiagnosis tumor, stroke, perdarahan di dalam otak, infeksi, dan masalah lain yang berkaitan dengan otak dan sistem saraf.

2. Computerized tomography (CT)

CT Scan biasanya dilakukan menggunakan X-ray untuk mengambil foto otak dari berbagai sudut.

Hasil foto yang didapat dari CT scan akan digunakan dokter untuk mendiagnosis tumor, infeksi, kerusakan otak, perdarahan di dalam otak dan berbagai kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menyebabkan sakit di area kepala.

Apa saja pilihan pengobatan untuk migrain?

Ada beberapa pilihan pengobatan migrain yang bisa Anda gunakan untuk meredakan rasa sakit di kepala.

Biasanya, pengobatan akan disesuaikan dengan usia Anda, frekuensi Anda mengalami kondisi ini, tingkat keparahannya, hingga kondisi kesehatan lain yang Anda miliki.

1. Obat-obatan pereda rasa nyeri

Obat-obatan pereda rasa nyeri yang bisa Anda gunakan untuk meredakan migrain termasuk paracetamol, aspirin, dan ibuprofen. Obat ini dapat dibeli bebas tanpa resep dokter.

Tetapi, jika obat-obatan ini digunakan dalam jangka panjang, Anda justru berpotensi mengalami rebound headache atau sakit kepala akibat terlalu banyak menggunakan obat pereda nyeri.

2. Obat-obatan triptan

Obat-obatan triptan adalah obat resep, sehingga Anda hanya akan menggunakan obat ini jika diresepkan oleh dokter. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi sinyal rasa sakit masuk ke otak.

Obat-obatan ini bisa berupa pil, obat suntik, atau obat semprot hidung. Namun, obat ini mungkin tidak aman untuk pasien yang menderita stroke atau serangan jantung.

3. Obat antimual

Jika Anda mengalami sakit kepala sebelah yang disertai dengan aura dan gejala seperti mual dan muntah, obat-obatan anti mual dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini.

Obat-obatan anti mual termasuk chlorpromazine, metoclopramide, dan prochlorperazine. Obat-obatan ini bisa digunakan bersamaan dengan obat pereda rasa nyeri.

4. Obat opioid

Biasanya, obat opioid adalah obat yang akan digunakan oleh pasien yang tidak bisa mengonsumsi obat migrain lainnya.

Namun, obat ini bisa membuat penggunanya kecanduan jika digunakan sembarangan. Maka dari itu, dokter hanya akan meresepkan obat ini sebagai jalan terakhir jika obat-obatan lain benar-benar tidak mempan mengatasi kondisi Anda.

5. Obat dihidroergotamin

Obat dihidroergotamin tersedia dalam bentuk obat obat semprot hidung atau obat injeksi. Obat ini biasanya cukup efektif mengatasi gejala migrain, khususnya jika penyakit ini bertahan hingga lebih dari 24 jam.

Tetapi, penderita migrain yang juga memiliki penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, atau gangguan hati lebih baik menghindari penggunaan obat ini.

Penggunaan obat ini memiliki efek samping seperti mual dan muntah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi migrain?

Beberapa perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi migrain adalah:

Bila ada pertanyaan mengenai migrain atau sakit kepala di satu sisi sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik dari masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

14 Cara yang Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Sakit Kepala

Daripada mengganggu aktivitas harian Anda, ada berbagai cara menghilangkan juga mengatasi sakit kepala seperti di bawah ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Nyeri Kronis, Health Centers 15 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Cara Cepat Mengatasi Sakit Kepala Saat Kerja Lembur

Kerja lembur dan sakit kepala merupakan mimpi buruk bagi semua orang. Ikuti cara cepat mengatasi sakit kepala berikut ini untuk bantu ringankan nyeri.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
cara cepat mengatasi sakit kepala
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 9 April 2020 . Waktu baca 9 menit

Sakit Kepala Sebelah

Sakit kepala sebelah adalah jenis sakit kepala yang umum, tapi bisa dipicu oleh penyakit lain. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 8 April 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab migrain saat haid

Apa Saja Penyebab dan Cara Mengatasi Migrain Saat Haid?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
migrain saat hamil

Penyebab Migrain Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
obat migrain alami

10 Obat Alami yang Mampu Redakan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
obat sakit kepala sebelah kanan atau kiri

6 Obat yang Ampuh Redakan Sakit Kepala Sebelah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit