Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah kondisi kulit yang kering, kasar, dan muncul benjolan-benjolan kecil dan keras. Kondisi ini terjadi karena keratin (bagian kulit yang keras, untuk melindungi kulit dari infeksi dan bahaya lain) tumbuh secara berlebihan dan menyumbat pori-pori di kulit. Area tubuh yang biasanya terkena keratosis pilaris adalah lengan atas, paha, pipi, atau bokong.

Keratosis pilaris adalah penyakit kulit yang membuat permukaan kulit terasa seperti amplas. Bentol-bentol ini biasanya tidak sakit tetapi terkadang terasa gatal. Benjolan kecil yang muncul biasanya berwarna terang dan kadang-kadang disertai dengan kemerahan atau bengkak.

Keratosis pilaris adalah penyakit tidak berbahaya atau menular dari satu orang ke orang lainnya. Namun, keratosis pilaris adalah penyakit tidak bisa dicegah kemunculannya. Akan tetapi tak perlu khawatir, ada berbagai perawatan untuk memperbaiki tampilan kulit dan meringankan gejalanya.

Seberapa umumkah keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Keratosis pilaris adalah penyakit kulit yang menyerang sekitar 50 sampai 80% semua remaja dan hampir 40% muncul pada orang dewasa. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih rentan mengalami penyakit kulit yang satu ini.

Keratosis pilaris adalah penyakit yang dapat menyerang pasien pada semua usia, tetapi lebih umum terjadi di usia muda terutama pada anak. Tak perlu khawatir, dalam banyak kasus, keratosis pilaris adalah penyakit yang dapat menghilang dengan sendirinya pada usia 30 tahun.

Selain itu, keratosis pilaris adalah penyakit yang dapat memburuk selama kehamilan dan setelah melahirkan, atau selama masa pubertas. Keratosis pilaris adalah penyakit kulit yang paling sering terjadi pada orang dengan kulit putih. 

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Agar lebih mudah mengenalinya, tanda dan gejala keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah:

  • Munculnya benjolan-benjolan kecil tanpa rasa sakit
  • Kulit kering dan kasar di daerah dengan benjolan
  • Kondisinya cenderung memburuk di musim kemarau atau saat kelembapan udara rendah
  • Benjolan terasa seperti amplas atau kulit yang merinding
  • Terkadang terasa gatal

Benjolan muncul dengan warna yang beragam dari mulai warna kulit, putih, kemerahan, pink keunguan (pada kulit putih), dan hitam kecokelatan (pada kulit gelap).

Benjolan kecil ini bisa muncul di area kulit mana pun kecuali pada telapak tangan dan kaki. Namun, sebagian besar anak-anak biasanya terkena masalah ini di bagian lengan atas, paha depan, dan pipi.

Sementara itu, pada remaja dan dewasa, benjolan lebih sering menyerang lengan atas, paha depan, dan bokong.

Biasanya, berbagai gejala ini perlahan menghilang saat seorang anak ada di akhir masa pubertasnya. Ketika penyakit kulit ayam ini muncul di masa remaja, maka kondisi ini akan menghilang di usia pertengahan 20-an. Namun, keratosis pilaris adalah kondisi yang bisa saja berlanjut lebih lama.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika ada beberapa perubahan signifikan pada kulit yang muncul tanpa tahu penyebabnya. Umumnya dokter dapat membuat diagnosis dengan memeriksa tampilan kulit dan benjolan bersisik yang muncul.

Penyebab

Apa penyebab keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Penumpukan keratin adalah penyebab utama penyakit keratosis pilaris atau kulit ayam. Keratin merupakan protein keras yang bertugas untuk melindungi kulit dari zat berbahaya dan infeksi.

Ketika penumpukan terjadi, gumpalan akan terbentuk hingga menghambat pembukaan folikel rambut. Keratosis pilaris adalah penyakit yang kemudian membuat permukaan kulit tidak rata akibat munculnya benjolan kecil yang kering dan kasar.

Namun dilansir dari Mayo Clinictidak diketahui secara pasti mengapa keratin bisa menumpuk. Penyakit genetik atau kondisi kulit lainnya seperti eksim adalah kemungkinan penyebab lain dari keratosis pilaris. 

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena keratosis pilaris adalah:

  • Memiliki keluarga dengan keratosis pilaris
  • Memiliki asma
  • Memiliki kulit yang kering
  • Memiliki penyakit dermatitis atopik (eksim)
  • Obesitas
  • Mengalami ichthyosis vulgaris, kondisi yang menyebabkan kulit menjadi sangat kering

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda pasti terbebas dari masalah kulit yang satu ini. Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui apakah Anda berisiko terkena penyakit kulit ayam atau tidak.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa tes yang dilakukan untuk mendiagnosis keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Dengan melihat kondisi kulit Anda, dokter sudah bisa mendiagnosis masalah kulit yang satu ini. Keratosis pilaris adalah penyakit yang tak perlu diperiksa dengan prosedur lain, selain melihatnya.

Apa saja pilihan pengobatan untuk keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Keratosis pilaris adalah kondisi yang dapat dikendalikan tetapi tidak bisa disembuhkan. Tidak ada perawatan yang terbukti efektif untuk mengobati penyakit kulit ini. 

Namun dalam beberapa kasus, keratosis pilaris adalah penyakit yang dapat pulih dengan sendirinya. Pemulihan kondisi ini mungkin memakan waktu berbulan-bulan.

Untuk mengendalikan keratosis pilaris, produk perawatan kulit yang biasanya direkomendasikan dokter adalah:

Pelembap

Pelembap menjadi salah satu produk yang sangat dianjurkan untuk meredakan gatal dan kekeringan pada kulit. Krim pelembap yang diresepkan khusus untuk mengobati keratosis pilaris biasanya mengandung urea dan asam laktat (lactic acid).

Gunakan pelembap tepat setelah mandi saat kulit masih setengah kering. Jangan lupa juga untuk mengoleskannya minimal 2 sampai 3 kali sehari.

Krim untuk mengangkat sel kulit mati

Krim yang digunakan untuk mengangkat sel kulit mati biasanya mengandung bahan aktif seperti:

Berbagai bahan aktif ini berguna untuk mengangkat sel kulit mati, melembapkan, dan melembutkan kulit kering. Untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan krim ini sesui dengan petunjuk yang diberikan.

Krim untuk mencegah sumbatan pada folikel

Krim yang digunakan untuk mencegah folikel tersumbat terbuat dari vitamin A. Vitamin A membantu proses pergantian sel kulit dan mencegah folikel rambut tersumbat.

Namun, Anda dapat mengalami iritasi dan kekeringan pada kulit saat menggunakan jenis krim ini. Krim ini tidak disarankan bagi mereka yang sedang hamil atau menyusui.

Berhati-hatilah dengan bahan yang ada di dalam krim-krim tersebut. Diskusikan hal ini dengan dokter Anda. Beberapa krim untuk mengatasi keratosis pilaris adalah obat-obatan yang mengandung efek samping negatif termasuk:

  • Kulit kemerahan
  • Sakit
  • Iritasi
  • Kering

Laser

Selain dengan krim, laser adalah pilihan yang dapat membantu mengatasi keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam. Laser adalah solusi lain yang biasanya digunakan untuk mengatasi kemerahan parah akibat keratosis pilaris jika krim dan losion yang diberikan tidak membuahkan hasil.

Jenis laser berbeda adalah prosedur yang biasanya dipilih dokter untuk mengatasi keratosis pilaris. Ada laser yang digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan kemerahan, ada juga untuk memperbaiki tekstur kulit dan perubahan warna. 

Agar hasilnya maksimal, mikrodermabrasi adalah prosedur yang direkomendasikan dokter untuk dilakukan di sela-sela pengobatan laser keratosis pilaris.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi keratosis pilaris adalah:

Mandi air hangat

Berendam air hangat dan sebentar bisa membantu menyumbat meregangkan pori-pori. Gosok kulit Anda dengan sikat kaki untuk menghilangkan benjolan.

Namun, penting untuk membatasi waktu Anda di kamar mandi, karena waktu membersihkan tubuh yang lama dapat menghilangkan minyak alami. 

Perlakukan kulit Anda dengan lembut

Hindari sabun yang dapat membuat kulit Anda kering. Singkirkan kulit mati dengan lembut menggunakan waslap. Penggosokan yang kuat adalah cara yang dapat mengiritasi kulit dan memperburuk kondisi keratosis pilaris.

Setelah mencuci kulit tersebut atau mandi, tepuk lembut atau bersihkan kulit dengan handuk untuk memberikan kelembapan.

Berikan krim yang dijual bebas

Oleskan krim yang mengandung lanolin, petroleum jelly atau gliserin pada kulit setelah Anda mandi. Ini adalah bahan-bahan yang dapat menenangkan kulit kering akibat keratosis pilaris dan membantu menjaga kelembapan.

Pengelupasan

Pengelupasan kulit setiap hari adalah cara yang dapat membantu meningkatkan penampilan kulit yang terkena keratosis pilaris. Dikutip dari Healthline, dokter kulit merekomendasikan untuk mengangkat kulit mati dengan batu apung. 

Minyak kelapa

Minyak kelapa juga dikenal sebagai alat anti-peradangan. Ini adalah bahan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk scrub pengelupasan kulit dan menenangkan kulit kering dan gatal akibat keratosis pilaris. 

Hindari pakaian ketat

Mengenakan pakaian ketat adalah hal yang dapat menyebabkan gesekan yang bisa mengiritasi kulit, hingga menyebabkan keratosis pilaris. 

Humidifier

Humidifier adalah alat yang menambah kelembaban ke udara di ruangan, yang dapat menjaga kelembaban kulit dan mencegah gatal penyebab keratosis pilaris.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

    Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

    Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

    Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

    Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Direkomendasikan untuk Anda

    gatal karena kulit kering

    Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    obat untuk infeksi jamur kulit

    Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    Cacar api pada anak dan bayi

    Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
    ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

    Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020