Keracunan Matahari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu Keracunan Matahari?

Keracunan matahari, juga dikenal sebagai fotodermatitis, adalah rasa gatal, bersisik, kemerahan kulit yang melepuh ketika terapar sinar matahari dan sinar ultraviolet A (UVA) atau B (UVB) yang berlebihan. Kondisi ini memakan waktu beberapa hari atau lebih lama untuk mereda.

Paparan sinar matahari secara intensif dan berulang sehingga mengakibatkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko kerusakan kulit lainnya dan penyakit tertentu. Kondisi ini termasuk kulit kering atau berkerut, bintik hitam, bintik-bintik kasar, dan kanker kulit, seperti melanoma.

Seberapa umumkah Keracunan Matahari?

Keracunan matahari adalah alergi sehingga semua orang dapat memilikinya jika terpapar beberapa bahan kimia atau memiliki kondisi medis tertentu seperti eksim atau lupus. Anda dapat meminimalkan kemungkinan memiliki penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Keracunan Matahari?

Gejala yang muncul termasuk kulit yang berwarna merah dan kering. Kondisi ini juga memiliki lecet dan ruam yang bergelombang. Ruam mungkin terasa sakit atau gatal.

Efek jangka panjang adalah penebalan kulit dan adanya bekas luka serta peningkatan risiko kanker kulit.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Periksalah ke dokter jika Anda memiliki reaksi kulit yang tidak biasa dan terasa mengganggu setelah paparan sinar matahari. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab Keracunan Matahari?

Kepekaan terhadap paparan sinar matahari dapat menurun dalam keluarga (genetik). Seringkali, penyebabnya dapat dikarenakan bahan kimia dalam obat-obatan, kosmetik, dan makanan. Penyakit tertentu, seperti lupus dan eksim, juga bisa membuat kulit sensitif terhadap cahaya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk Keracunan Matahari?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami keracunan matahari yaitu:

  • Riwayat demam rematik
  • Infeksi strep yang tidak diobati
  • Seseorang dalam keluarga memiliki penyakit ini

Tidak memiliki faktor risiko tidak berarti Anda tidak bisa mengalami penyakit ini. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk Keracunan Matahari?

Pengobatan tergantung pada jenis tertentu dari alergi matahari yang Anda miliki. Untuk kasus ringan, hanya menghindari matahari selama beberapa hari mungkin cukup untuk menyelesaikan tanda dan gejala.

Seringkali, krim yang mengandung kortikosteroid yang tersedia di pasaran dan yang diresepkan dokter dapat digunakan untuk reaksi alergi pada kulit yang parah. Pil kortikosteroid, seperti prednisone dapat diresepkan oleh dokter untuk penggunaan sementara dalam mengobati kasus yang parah.

Selain itu, menghindari matahari dan substansi yang menyebabkan keracunan sangat penting. Jika berada di bawah sinar matahari dan tidak dapat dihindari, gunakan sunblock untuk UVA dan UVB dengan SPF 15 atau lebih. Pastikan untuk meminta informasi dari dokter dan apoteker tentang menghindari paparan sinar matahari saat menggunakan obat apapun.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk keracunan matahari?

Dokter akan membuat diagnosis dari sejarah paparan dan pemeriksaan kulit. Dokter akan meninjau obat yang Anda gunakan dan bertanya tentang makanan yang baru Anda konsumsi untuk menemukan penyebab sensitivitas Anda pada paparan sinar matahari.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keracunan matahari?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi keracunan matahari:

  • Gunakan hanya obat yang diresepkan. Hindari paparan sinar ultraviolet sebanyak mungkin saat mengambil obat-obatan seperti antibiotik tetra cycline, obat sulfa, dan diuretik thiazide. Obat ini menyebabkan sensitivitas yang lebih besar terhadap cahaya
  • Gunakan tabir surya, topi, dan baju lengan panjang untuk meminimalkan efek dari paparan yang tidak dapat dihindari
  • Hindari lotion kulit berbasis buah dan kosmetik, karena mereka mungkin mengandung sensitizer juga
  • Periksa ke dokter Anda sebelum menggunakan perangkat tanning
  • Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami demam atau jika gejala tidak membaik dengan pengobatan

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Parenting, Tips Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Memahami Lebih Jauh Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium akan disesuaikan dengan stadium yang dimiliki pasien. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai stadium kanker ovarium.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kanker ovarium dapat menimbulkan berbagai gejala yang mungkin di antaranya Anda sepelekan. Memangnya, apa saja ciri-ciri kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 17/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit
diagnosis dan cara mendeteksi kanker ovarium

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit
cara alami mengatasi demam pada anak

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit