Infeksi Postpartum

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu infeksi postpartum (pasca persalinan)?

Infeksi postpartum atau infeksi pasca persalinan adalah berbagai infeksi terjadi setelah persalinan melalui vagina, maupun melalui operasi caesar, atau saat menyusui. Nyeri yang dirasakan banyak wanita usai melahirkan, membuat infeksi postpartum sulit dibedakan dari nyeri postpartum. 

Beberapa infeksi postpartum yang sering terjadi adalah:

  • Endometritis, infeksi pada endometrium (lapisan rahim)
  • Mastitis, infeksi payudara
  • Sayatan yang terinfeksi
  • Infeksi saluran kemih.

Seberapa umum infeksi pasca persalinan?

Pasien postpartum seringkali diperbolehkan untuk pulang dalam beberapa hari setelah persalinan. Periode pendek dari observasi mungkin tidak memberikan cukup waktu untuk mengeliminasi bukti dari infeksi sebelum keluar dari rumah sakit. 

Pada suatu studi, 94% dari kasus infeksi postpartum didiagnosis setelah keluar dari rumah sakit. Infeksi postpartum lebih sering terjadi di tempat dengan kebersihan yang tidak terjaga atau tempat pelayanan medis dengan kualitas buruk.

Dikutip dari Baby Center, berikut penjelasan lengkap berdasarkan jenis-jenis infeksi pasca persalinan:

Endometritis

Anda berisiko mengalami infeksi endometrium jika Anda melalui prosedur operasi caesar. Risikonya semakin besar jika Anda bekerja sebelumnya. 

Risiko juga lebih tinggi jika persalinan Anda menghabiskan waktu sangat lama atau ada periode waktu yang cukup lama di antara air ketuban pecah dan melahirkan.

Mastitis

Infeksi payudara mastitis menyerang 1 dari 10 ibu dan kebanyakan pada ibu dengan puting yang luka. Tidak mungkin ibu yang tidak menyusui akan menderita mastitis, meskipun itu bisa terjadi ketika payudara membesar sebelum susu mengering. 

Sayatan yang terinfeksi

Jika Anda melalui operasi caesar, sayatan Anda dapat terinfeksi. Hingga 16 persen wanita yang melalui operasi ini mengalami infeksi biasanya dalam satu minggu setelah persalinan. 

Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Infeksi saluran kemih

Anda lebih rentan terkena infeksi saluran kemih setelah melahirkan, terutama jika Anda menggunakan kateter di kandung kemih atau epidural.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala infeksi postpartum (pasca persalinan)?

Banyak infeksi terdeteksi dengan demam, menggigil atau perasaan tidak enak badan, dan kadang hanya itu gejala-gejala yang nampak jelas.

Tanda-tanda dan gejala lain dapat meliputi:

  • Nyeri perut bawah, demam rendah, lokia yang berbau busuk (tanda-tanda endometritis)
  • Area yang terasa sakit, keras, hangat dan merah (biasanya hanya pada satu payudara) dan demam, menggigil, nyeri otot, kelelahan atau sakit kepala (tanda-tanda mastitis)
  • Kemerahan, cairan, pembengkakan, hangat atau meningkatnya rasa sakit di sekitar area sayatan atau luka (baik sayatan operasi caesar, episiotomi atau luka gores) atau sayatan yang terlihat seperti akan terpisah
  • Sulit dan nyeri saat buang air kecil, merasa seperti ingin buang air kecil dengan sering dan mendesak namun hanya sedikit atau tidak ada urin yang keluar, atau urin keruh atau berdarah (tanda-tanda infeksi saluran kemih).

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini dari memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya, maka itu bicaralah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Atau ketika Anda mengalami pingsan, nyeri perut hebat, menurunnya kesadaran, detak jantung lemah dan cepat, muntah darah, segera cari perawatan medis darurat.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab infeksi postpartum (pasca persalinan)?

Infeksi postpartum lebih jarang ditemui sejak munculnya antiseptik dan penicillin. Namun, beberapa flora kulit seperti Streptococcus atau Staphylococcus serta bakteri lain masih menyebabkan infeksi. Bakteri-bakteri tersebut berkembang pada lingkungan yang lembab dan hangat.

Infeksi postpartum seringkali muncul di rahim setelah persalinan. Rahim dapat terinfeksi apabila kantung ketuban terinfeksi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk infeksi postpartum (pasca persalinan)?

Berdasarkan metode yang digunakan untuk persalinan, risiko terkena infeksi setelah persalinan berbeda-beda. Kemungkinan mengalami infeksi adalah:

  • 1-3% pada persalinan normal melalui vagina
  • 5-15% pada operasi caesar yang terjadwal dan dilakukan sebelum persalinan dimulai
  • 15-20% pada persalinan non-caesar tak terjadwal yang dilakukan setelah persalinan dimulai

Ada berbagai faktor tambahan yang meningkatkan risiko wanita terkena infeksi, meliputi:

  • Anemia
  • Obesitas
  • Bacterial vaginosis, infeksi menular seksual
  • Beberapa pemeriksaan vagina selama persalinan
  • Memonitor janin secara internal
  • Persalinan yang berkepanjangan
  • Jeda antara pecahnya ketuban dan persalinan
  • Kolonisasi saluran vagina dengan bakteri streptococcus golongan B
  • Memiliki sisa plasenta pada rahim setelah persalinan
  • Perdarahan berlebih setelah persalinan
  • Usia muda
  • Kelompok sosial ekonomi rendah

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin saya alami dengan infeksi pasca persalinan?

Infeksi bisa berbahaya, terutama jika tidak terdeteksi atau tidak diobati. Infeksi di rahim Anda dapat menyebabkan pembekuan darah, sedangkan infeksi di ginjal dapat menyebabkan gangguan ginjal. Infeksi yang masuk ke aliran darah Anda pun dapat menyebabkan sepsis

Komplikasi yang paling mungkin terjadi adalah pemulihan pasca persalinan yang lebih sulit. Pemulihan tersebut akan menguras energi. Untuk itu, Anda perlu mendapat bantuan segera jika mengalami gejala yang mengarah pada kondisi ini. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana infeksi pasca persalinan didiagnosis?

Melalui beberapa pemeriksaan fisik, infeksi postpartum dapat didiagnosis oleh dokter. Dokter dapat mengambil sampel urin atau darah untuk menguji bakteri atau menggunakan cotton swab untuk mengambil kultur dari rahim untuk mendeteksi infeksi postpartum.

Apa saja pengobatan untuk infeksi postpartum (pasca persalinan)?

Karena infeksi yang tidak ditangani dapat menjadi serius dengan cepat, penting untuk memberitahu dokter secepat mungkin jika Anda mengalami demam atau gejala lain yang disebutkan di atas.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa pembengkakan payudara dapat menyebabkan demam rendah. Saat hal ini terjadi, jangan asumsikan bahwa pembengkakan merupakan penyebab dari demam postpartum. Hubungi tim medis segera.

Anda akan diberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Pastikan tim medis tahu jika Anda sedang menyusui karena dapat mempengaruhi obat yang akan diberikan. Antibiotik oral biasanya cukup, namun pada situasi serius Anda mungkin memerlukan antibiotik suntik dan kemungkinan perawatan lain. Sebagai contoh, jika Anda memiliki luka yang terinfeksi, mungkin diperlukan operasi terbuka dan pengeringan.

Selain itu, Anda mungkin akan mulai merasa membaik dalam beberapa hari setelah memulai antibiotik, namun penting untuk menghabiskan dosis, walau gejala sudah menghilang. Tanyakan dokter berapa lama obat akan mulai bekerja, dan pastikan dokter tahu jika obat tidak terlihat bekerja dalam periode tersebut. Anda mungkin perlu untuk mengganti obat, atau kemungkinan ada hal lain yang terjadi.

Jangan lupa untuk minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, serta istirahat sebanyak mungkin untuk membantu tubuh melawan infeksi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi postpartum (pasca persalinan)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi infeksi postpartum:

  • Mandi dengan antiseptik pada pagi di hari operasi
  • Cukur rambut kemaluan Anda dengan clippers dibandingkan dengan pisau cukur
  • Gunakan chlorhexidine-alcohol untuk mempersiapkan kulit
  • Gunakan antibiotik extended-spectrum sebelum operasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Hal yang Perlu Calon Ibu Persiapkan Jika Ingin Melahirkan di Luar Negeri

    Melahirkan di luar negeri memang butuh persiapan yang matang. Apa saja persiapannya agar persalinan berjalan lancar? Intip di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Melahirkan, Kehamilan September 4, 2019

    Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

    Keluar darah selama masa nifas itu normal. Namun, seberapa banyak normlanya darah keluar saat nifas? Cari tahu jawabannya di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Melahirkan, Kehamilan Agustus 30, 2019

    Seputar Melahirkan Vakum, Penggunaan Alat untuk Memudahkan Proses Persalinan

    Proses melahirkan normal yang mengalami hambatan bisa dipermudah dengan bantuan vakum. Kapan alat bantu persalinan ini digunakan, dan adakah risikonya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Melahirkan, Kehamilan Agustus 16, 2019

    Mengenal Forceps, Alat yang Digunakan Saat Sulit Lahir untuk Mengeluarkan Bayi

    Persalinan normal kadang bisa terhambat. Salah satu solusi untuk mempermudah melahirkan yakni dengan menggunakan alat berupa forceps (forsep).

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Melahirkan, Kehamilan Agustus 16, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

    Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang Mei 14, 2020
    Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

    Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Tanggal tayang Desember 16, 2019
    5 Kiat Ampuh Mengurangi Stres Menjelang Persalinan

    5 Kiat Ampuh Mengurangi Stres Menjelang Persalinan

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Tanggal tayang November 24, 2019
    Tanda-Tanda Pembukaan 1-10 yang Harus Dikenali Ibu Menjelang Melahirkan

    Tanda-Tanda Pembukaan 1-10 yang Harus Dikenali Ibu Menjelang Melahirkan

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Tanggal tayang Oktober 2, 2019