Infeksi Human Papillomavirus (HPV)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu infeksi human papillomavirus (HPV)?

Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang menyebar lewat hubungan seks, menyebabkan kutil kelamin dan kanker. Ada berbagai jenis HPV, beberapa di antaranya menjadi penyebab kanker serviks.

Seberapa umumkah infeksi human papillomavirus (HPV)?

HPV adalah infeksi yang bisa menyerang siapa saja. Baik pria maupun wanita sama-sama berisiko terkena infeksi HPV. Virus HPV yang menyebabkan kutil biasanya muncul pada remaja dan orang dewasa muda yang aktif berhubungan seks. Infeksi HPV paling sering terjadi pada pria berumur 20-24 tahun dan wanita berumur 16-19 tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala infeksi human papillomavirus (HPV)?

Infeksi human papillomavirus (HPV) adalah kondisi yang sering sembuh tanpa adanya pengobatan. Namun, ada saat-saat di mana jenis lain infeksi HPV tetap ada dan menyebabkan kutil atau kanker di alat kelamin.

Kutil pada alat kelamin mungkin berawal dari semacam luka kecil, yang kemudian terbuka dan berdarah, menjadi kutil, akhirnya mengering dan sembuh setelah beberapa hari. Anda mungkin sulit membedakan kutil dengan jerawat atau rambut yang tumbuh ke dalam (ingrown hair).

Kebanyakan kasus kanker karena infeksi human papillomavirus (HPV) adalah kanker serviks, atau kanker tenggorokan dan lidah. Tanda-tanda kanker serviks mungkin termasuk pendarahan atau keluarnya cairan dari dalam vagina, pendarahan di antara periode setelah hubungan seks atau saat menopause. Selain itu, terdapat gejala lain seperti sakit pada perut bagian bawah atau area pelvis dan pada saat berhubungan intim.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Konsultasikan kepada dokter jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kunjungi dokter segera bila Anda mencurigai Anda atau pasangan Anda terkena infeksi HPV. Sekalipun belum ada gejala infeksi HPV yang berkembang, Anda dapat mencari nasihat tentang pemeriksaan diri sendiri dan apa yang harus dilakukan bila terinfeksi.

Pelajari lebih banyak tentang diagnosis infeksi HPV. Hindari berhubungan intim sampai Anda tidak lagi mengidap infeksi HPV untuk mencegah menularnya penyakit ke orang lain.

Penyebab

Apa penyebab infeksi human papillomavirus (HPV)?

HPV adalah infeksi yang disebabkan oleh virus human papillovirus. Virus tipe 6, 11, 16, dan 18 menyebabkan kutil kelamin dan kanker serviks.

HPV adalah infeksi yang menular secara seksual. Virus infeksi HPV masih bisa menyebar walaupun orang yang membawa virus tidak memiliki gejala atau tidak merasa sakit apapun. Kutil dan kanker serviks dapat terbentuk dalam beberapa tahun setelah paparan infeksi HPV.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena infeksi human papillomavirus (HPV)?

Seiring dengan bertambahnya kasus kejadian infeksi HPV, telah ditemukan beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi human papillomavirus.

Beberapa faktor risiko dari infeksi HPV adalah:

1. Sering berganti pasangan seksual

Semakin banyak atau semakin sering Anda bergonta-ganti pasangan untuk berhubungan seksual, maka semakin besar pula peluang Anda terkena infeksi HPV.

2. Usia

Kutil kelamin yang diakibatkan oleh infeksi virus HPV paling sering terjadi pada pasien berusia remaja dan orang dewasa awal 20-an.

3. Sistem imun tubuh melemah

Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk lebih rentan terkena berbagai macam infeksi virus, termasuk HPV. Peluang tersebut semakin besar pada orang-orang dengan penyakit HIV/AIDS.

4. Memiliki luka terbuka

Bagian kulit yang terdapat luka terbuka atau mengalami kerusakan jaringan lebih mudah terjangkit infeksi virus, termasuk HPV.

5. Kontak atau paparan secara langsung

Yang dimaksud dengan kontak langsung adalah menyentuh kutil atau sumber tertentu yang dipenuhi virus HPV, misalnya tempat umum seperti kolam renang.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk infeksi human papillomavirus (HPV)?

HPV adalah infeksi yang sebetulnya bisa diobati tergantung kondisi penyakit apa yang muncul karena virus tersebut. Karena virus yang menyebabkan penyakit biasanya muncul setelah waktu yang sangat lama, pengobatan akan tergantung jenis penyakit:

  • kutil kelamin: cara paling sederhana untuk menyembuhkan kutil adalah sabun berbusa lembut/krim. Untuk mengobati jerawat batu, Anda juga bisa menggunakan salep untuk menghilangkan jerawat. Penyakit mungkin berlangsung selama beberapa bulan pengobatan.
  • kanker: dokter akan menyediakan perawatan tergantung tahap tumor serta status dan kesehatan pasien. Untuk kanker, Anda perlu dites secara teratur untuk mencegah risiko penyakit sebelum tumor terbentuk.

Apa saja tes untuk diagnosis infeksi human papillomavirus (HPV)?

Saat ini sudah ada tes untuk memeriksa adanya infeksi human papillomavirus (HPV) dalam tubuh manusia. Kebanyakan pasien infeksi HPV tahu bahwa mereka terinfeksi jika muncul kutil atau tumor kanker yang ditemukan dalam tes.

Kutil kelamin: dokter akan mendiagnosis kutil dengan melihat kulit. Bila infeksi HPV tidak dapat terdeteksi, dokter akan mengambil sampel kutil (biopsi) untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Kanker: tes IVA dapat dilakukan untuk skrining awal. Tes pap (sitologi serviks) akan membantu mendeteksi tanda sebelum kanker sekaligus perubahan pada sel serviks yang mungkin bakal menjadi kanker serviks. Anda dianjurkan untuk mulai menjalani tes pap pada umur 21 tahun.

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari infeksi human papillomavirus (HPV)?

Infeksi virus HPV dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Infeksi yang umumnya terjadi adalah kanker serviks. Namun ternyata HPV dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya yang juga perlu perhatian khusus. Di antara penyakit yang ditimbulkan HPV adalah:

1. Kutil kelamin

Kutil kelamin merupakan salah satu infeksi HPV yang berupa benjolan, bisa jadi besar tapi bisa juga berukuran kecil sehingga sulit dilihat dengan mata telanjang. Kutil kelamin bisa muncul satuan atau bahkan berkelompok. Jika digambarkan, kutil yang berkelompok terlihat seperti kembang kol kecil atau mungkin hanya terlihat datar dan putih.

Pada wanita, kutil kelamin muncul di sekitar anus atau pada vulva, vagina, atau leher rahim. Sedangkan pada pria, kutil kelamin bisa terjadi di bagian luar penis, pada skrotum, atau di sekitar anus.

Biasanya kutil kelamin disertai dengan rasa gatal, iritasi, dan mungkin berdarah jika digaruk. Saat gejala berkembang, umumnya infeksi sudah terjadi 2 sampai 3 bulan lalu. Tetapi, tak jarang gejala pertama muncul setelah bertahun-tahun infeksi. Baik pria maupun wanita umumnya tidak menyadari keberadaan penyakit ini hingga mereka memeriksakan keluhannya ke dokter.

2. Kanker anus

Hampir 80% kanker anus ditemukan pada orang berusia di atas 60 tahun. Sebelum usia 35 tahun, kanker anus lebih sering terjadi pada pria.  Sering berhubungan seksual secara anal berpotensi  memicu perkembangan kanker anus, karena akan meningkatkan risiko penularan infeksi HPV ke anus.

Pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah cenderung terkena kanker ini. Gejala kanker anus yang paling umum ialah adanya pendarahan. Selain itu rasa gatal pada anus juga bisa menandai penyakit ini. Tanda lainnya adalah nyeri atau adanya tekanan di daerah anus, benjolan di dekat anus, perubahan pada pola buang air besar, serta adanya cairan yang tidak biasanya keluar melalui anus.

3. Kanker penis

Kanker penis dimulai pada sel kulit penis dan meluas hingga bagian dalamnya. Kanker ini termasuk jarang ditemukan. Meskipun langka, kanker ini bisa diobati jika ditemukan pada stadium awal. Para pakar memperkirakan bahwa orang yang tidak disunat lebih mungkin berisiko kanker ini.

Pertumbuhan sel kanker bisa saja terjadi jika ada cairan yang terjebak di bagian ujung penis dan tidak dibersihkan. Selain itu, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kanker penis terjadi karena adanya infeksi virus HPV tertentu.

Jenis kanker ini lebih sering terjadi pada pria di atas usia 60 tahun, perokok, dan pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Berikut ini gejala yang biasanya terjadi pada kanker penis:

  • Perubahan ketebalan atau warna pada kulit penis. Biasanya muncul di bagian ujung kulit penis pria yang tidak disunat.
  • Adanya ruam atau benjolan kecil yang berkerak di kulit ujung kulit penis.
  • Penis terasa sakit
  • Pembengkakan di ujung penis
  • Adanya benjolan di bawah kulit di daerah pangkal paha
  • Penis terlihat kebiru-biruan
  • Ada bau tidak sedap yang berasal dari ujung kulit penis yang tidak disunat

Namun, tidak semua pria dengan tanda di atas mengalami kanker penis. Hal ini bisa juga terjadi karena reaksi alergi. Meski begitu, penting untuk memeriksakan kesehatan penis Anda jika muncul gejala yang tidak biasa.

4. Kanker vagina

Kanker vagina termasuk kasus yang langka, sama seperti kanker penis. Kanker vagina paling sering terjadi pada sel yang melapisi permukaan vagina Anda, yang sering disebut sebagai jalan lahir. Pada stadium awal, kanker ini tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, seiring berjalannya waktu dapat menimbulkan tanda dan gejala seperti:

  • Pendarahan pada vagina yang tidak biasa, misalnya setelah melakukan hubungan intim atau setelah menopause
  • Keputihan
  • Adanya benjolan di vagina
  • Sering buang air kecil
  • Sembelit
  • Nyeri panggul

5. Kanker orofaring

Menurut Cancer Treatment Centers of America, human papillomavirus (HPV) menyebabkan kanker tenggorokan, khususnya kanker orofaring. Kanker orofaring merupakan kanker yang menyerang bagian belakang tenggorokan, termasuk pangkal lidah dan amandel. Umumnya, kanker jenis ini lebih banyak terjadi pada pria ketimbang wanita.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi human papillomavirus (HPV)?

Mendapatkan vaksin HPV adalah cara terbaik untuk melawan virus HPV, khususnya vaksin Cervarix dan Gardasil untuk wanita serta vaksin Gardasil untuk pria. Jika hendak berhubungan seks, gunakan kondom.

Namun, area yang tidak terlindungi oleh kondom masih berisiko terinfeksi HPV. Menggunakan kondom tidak sepenuhnya menghilangkan tapi akan mengurangi secara drastis risiko infeksi virus. Di samping itu, tidak melakukan seks bebas akan mengurangi risiko penyakit.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 27, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca