Hipertensi Gestasional

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 27, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipertensi gestasional?

Hipertensi gestasional adalah kondisi ketika tekanan darah Anda lebih tinggi dari normal pada saat hamil.

Berbeda dengan hipertensi biasa, kondisi ini terjadi ketika usia kehamilan memasuki 20 minggu atau lebih. Apabila tanda-tanda hipertensi sudah ada sebelum hamil, yang kemudian berlanjut pada saat hamil, maka kondisi tersebut tergolong sebagai hipertensi kronis.

Hipertensi gestasional adalah salah satu bagian dari jenis-jenis hipertensi dalam kehamilan. Pada kasus yang cukup parah, penderita mungkin dapat mengalami preeklampsia dan eklampsia, bentuk hipertensi lain pada kehamilan.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berisiko membahayakan ibu dan calon bayi. Untungnya, penderita biasanya dapat disembuhkan. Dengan penanganan yang tepat, pasien memiliki peluang besar untuk pulih dan tekanan darah kembali normal setelah melahirkan.

Seberapa umumkah hipertensi gestasional terjadi?

Hipertensi gestasional adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Diperkirakan terdapat sekitar 6% ibu hamil yang mengalami kenaikan tekanan darah, atau sekitar 3 kasus dalam 50 kehamilan.

Sebanyak sepertiga ibu hamil dengan kondisi ini menunjukkan gejala-gejala preeklampsia. Preeklampsia merupakan jenis lain dari hipertensi yang terjadi saat hamil.

Hipertensi gestasional dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari hipertensi gestasional?

Umumnya, hipertensi biasa tidak selalu menunjukkan tanda-tanda dan gejala tertentu. Pada kasus hipertensi gestasional, tanda-tanda dan gejala pada setiap penderita mungkin akan berbeda, namun gejala akan muncul saat kehamilan sedang berlangsung.

Tanda-tanda dan gejala yang utama tentunya adalah tekanan darah tinggi pada saat usia kandungan di atas 20 minggu. Terkadang, penderita juga mengalami sakit kepala, pusing, serta mual yang tidak wajar.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala-gejala tertentu segera periksakan diri ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit jika Anda mengalami gejala-gejala berikut:

  • Sakit kepala tidak kunjung reda.
  • Edema (pembengkakan).
  • Berat badan naik secara tidak wajar.
  • Penglihatan kabur atau buram.
  • Mual dan muntah berlebihan.
  • Sakit di bagian kanan atas perut.
  • Buang air kecil semakin sedikit.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Agar Anda mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang muncul ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab hipertensi gestasional?

Hipertensi gestasional adalah kondisi kesehatan yang belum diketahui apa penyebab pastinya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau mengalami kondisi kesehatan tertentu. Faktor risiko hanya merupakan kondisi yang dapat memperbesar peluang tersebut.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya hipertensi gestasional:

  • Hamil untuk pertama kalinya.
  • Hamil di bawah usia 20 tahun atau di atas 40 tahun.
  • Hamil lebih dari satu bayi, seperti kembar dua atau tiga.
  • Menderita diabetes.
  • Menderita penyakit ginjal.
  • Menderita hipertensi sebelum hamil, atau pada kehamilan sebelumnya.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh hipertensi gestasional?

Tekanan darah yang tinggi dapat memengaruhi pembuluh darah Anda. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke organ-organ tubuh, seperti hati, ginjal, otak, rahim, dan plasenta.

Apabila tidak segera diatasi, hipertensi gestasional dapat mengakibatkan terjadinya preeklampsia dan eklampsia. Kedua kondisi tersebut merupakan kenaikan tekanan darah pada ibu hamil yang jauh lebih serius. Berbagai masalah kesehatan yang mungkin dapat terjadi adalah:

  • Abruptio plasenta, ketika plasenta terlepas dari dinding rahim. sebelum bayi lahir.
  • Terganggunya tumbuh kembang janin
  • Bayi mati di dalam kandungan (stillbirth).
  • Ibu dan bayi kehilangan nyawa.

Mempertimbangkan risiko komplikasi tersebut, tim medis mungkin akan mengharuskan Anda melahirkan bayi lebih cepat, yaitu sebelum 37 minggu.

Bahkan, meskipun tekanan darah Anda kembali ke tingkat normal setelah melahirkan, Anda memiliki peluang untuk menderita tekanan darah tinggi lagi di lain waktu.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis hipertensi gestasional?

Tekanan darah dapat dikatakan tinggi apabila berada di angka sistolik dan diastolik tertentu. Angka sistolik merupakan angka yang menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah, sedangkan angka diastolik menunjukkan tekanan ketika jantung beristirahat dan tidak memompa darah.

Penghitungan tekanan darah biasanya dikategorikan sebagai berikut:

  • Tekanan darah naik (prehipertensi): Angka sistolik berada di kisaran 120-129 mmHg, dan angka diastolik di bawah 80 mmHg. Kondisi ini belum tergolong dalam hipertensi.
  • Hipertensi tahap 1: Jika angka sistolik berada di kisaran 130-139 mmHg atau diastolik berada di angka 80-89 mmHg, kemungkinan Anda menderita hipertensi tahap 1.
  • Hipertensi tahap 2: Jika angka sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, Anda mungkin menderita hipertensi tahap 2.

Pada hipertensi gestasional, kenaikan tekanan darah biasanya terjadi setelah janin berusia 20 minggu lebih. Selain itu, biasanya tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat dikategorikan sebagai gestasional apabila tekanan darah menurun 3 bulan setelah ibu melahirkan.

Dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan untuk memastikan adanya masalah atau potensi komplikasi:

  • Tes pengukuran tekanan darah.
  • Tes urin untuk mengetahui adanya gagal fungsi ginjal.
  • Memeriksa adanya pembengkakan yang tidak wajar.
  • Memeriksa lebih sering berat badan Anda.
  • Tes fungsi hati dan ginjal.
  • Tes penggumpalan darah.

Bagaimana hipertensi gestasional diobati?

Terdapat beberapa obat tekanan darah tinggi yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, sebaiknya ibu hamil menghindari obat-obatan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, angiotensin II receptor blockers, serta renin inhibitors.

Pengobatan hipertensi gestasional sangatlah penting agar Anda terhindar dari risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit lainnya. Selain itu, tekanan darah yang terlampau tinggi juga berbahaya bagi kesehatan janin Anda.

Apabila Anda memang membutuhkan obat penurun tekanan darah selama masa kehamilan, dokter akan meresepkan obat dengan dosis paling sesuai dengan kondisi Anda. Ditambah lagi, pastikan Anda minum obat sesuai dengan resep dokter. Jangan berhenti minum obat atau mengatur dosis sesuai keinginan Anda sendiri.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi gestasional?

Untuk mengatasi hipertensi gestasional serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi, Anda dapat melakukan tips-tips di bawah ini:

  • Rutin memeriksakan kandungan ke dokter.
  • Minum obat antihipertensi sesuai dengan resep dokter
  • Aktif berkegiatan fisik, namun konsultasikan dengan dokter olahraga seperti apa yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Makan makanan bernutrisi, rendah garam, dan rendah lemak. Konsultasikan dengan dokter mengenai program diet yang sesuai.
  • Minum air putih sebanyak 8 gelas sehari.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari rokok, alkohol, dan selalu konsultasikan dokter mengenai konsumsi obat-obatan bebas (over-the-counter).

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Orang tua sering kali enggan diajak untuk pindah karena tak mau meninggalkan segala kenangan di rumah lama. Bagaimana cara membujuknya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha

    Kapan Anda Perlu Periksa ke Dokter Spesialis THT?

    Bagaimana kita bisa mengetahui kapan harus periksa ke dokter spesialis THT? Apakah ada tanda khususnya? Simak ulasan berikut.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu

    Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

    Lakukan olahraga saat liburan bersama keluarga agar tetap bugar. Simak pilihan kegiatan hingga tips berolahraga sederhana di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fajarina Nurin
    Kebugaran, Hidup Sehat Mei 25, 2020

    4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

    Anda tidak boleh sedih terus-menerus karena ini dapat berdampak buruk pada kesehatan. Lantas, caranya mengubah hati sedih jadi senang? Baca di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Psikologi Mei 24, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

    Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

    6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

    Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    Joy of Missing Out (JOMO), Saat Anda Tidak Takut Melewatkan Tren

    Joy of Missing Out (JOMO), Saat Anda Tidak Takut Melewatkan Tren

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 25, 2020