Hipertensi Gestasional

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipertensi gestasional?

Hipertensi gestasional adalah kondisi ketika tekanan darah lebih tinggi dari normal pada saat hamil dan akan menghilang setelah melahirkan.

Kondisi ini terjadi ketika usia kehamilan memasuki 20 minggu atau lebih dan tidak mengalami proteinuria. Sebuah kondisi protein terkandung di dalam urine.

Apabila tanda-tanda hipertensi sudah ada sebelum hamil, yang kemudian berlanjut pada saat hamil, maka kondisi tersebut tergolong sebagai hipertensi kronis.

Hipertensi gestasional adalah salah satu bagian dari jenis-jenis hipertensi dalam kehamilan.

Pada kasus yang cukup parah, penderita memiliki kemungkinan untuk mengalami preeklampsia dan eklampsia. Keduanya adalah bentuk hipertensi lain pada kehamilan.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berisiko membahayakan ibu dan calon bayi.

Seberapa umumkah hipertensi gestasional terjadi?

Mengutip dari Children Hospital of Philadelphia (CHOP), sekitar 6 persen ibu hamil mengalami kenaikan tekanan darah, atau sekitar 3 kasus dalam 50 kehamilan.

Sebanyak sepertiga ibu hamil dengan kondisi ini menunjukkan gejala-gejala preeklampsia yang juga jenis lain dari hipertensi saat hamil.

Hipertensi gestasional dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari hipertensi gestasional?

Umumnya, hipertensi biasa tidak selalu menunjukkan tanda-tanda dan gejala tertentu.

Pada kasus hipertensi gestasional, tanda-tanda dan gejala pada setiap penderita mungkin akan berbeda, namun gejala akan muncul saat kehamilan sedang berlangsung.

Tanda-tanda dan gejala yang utama tentunya adalah:

  • Tekanan darah tinggi pada saat usia kandungan di atas 20 minggu.
  • Tidak ada protein di dalam urine (proteinuria)
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Edema (pembengkakan).
  • Berat badan naik secara tidak wajar.
  • Penglihatan kabur atau buram.
  • Mual dan muntah berlebihan.
  • Sakit di bagian kanan atas perut.
  • Buang air kecil semakin sedikit.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala-gejala tertentu segera periksakan diri ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas. Terutama bila merasa pusing dan pandangan mata kabur.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi.

Agar mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan, periksakan pada dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab hipertensi gestasional?

Hipertensi gestasional adalah kondisi kesehatan yang belum diketahui apa penyebab pastinya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya hipertensi gestasional:

  • Hamil untuk pertama kalinya.
  • Hamil di bawah usia 20 tahun atau di atas 40 tahun.
  • Hamil lebih dari satu bayi, seperti kembar dua atau tiga.
  • Menderita diabetes.
  • Menderita penyakit ginjal.
  • Menderita hipertensi sebelum hamil, atau pada kehamilan sebelumnya.

Penting untuk mengetahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti pasti akan terkena suatu penyakit atau mengalami kondisi kesehatan tertentu.

Faktor risiko merupakan kondisi yang dapat memperbesar peluang seseorang terkena penyakit tersebut.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit ini?

Tekanan darah yang tinggi dapat memengaruhi pembuluh darah Anda. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke organ-organ tubuh, seperti hati, ginjal, otak, rahim, dan plasenta.

Apabila tidak segera diatasi, hipertensi gestasional dapat mengakibatkan terjadinya preeklampsia dan eklampsia. Kedua kondisi tersebut merupakan kenaikan tekanan darah pada ibu hamil yang jauh lebih serius. Berbagai masalah kesehatan yang mungkin dapat terjadi adalah:

  • Solusio plasenta, ketika plasenta terlepas dari dinding rahim. sebelum bayi lahir.
  • Terganggunya tumbuh kembang janin
  • Bayi mati di dalam kandungan (stillbirth).
  • Ibu dan bayi kehilangan nyawa.

Mempertimbangkan risiko komplikasi tersebut, tim medis mungkin akan mengharuskan ibu hamil melahirkan bayi lebih cepat, yaitu sebelum 37 minggu.

Bahkan, meski tekanan darah kembali ke tingkat normal setelah melahirkan, Anda memiliki peluang untuk menderita tekanan darah tinggi lagi di lain waktu.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis hipertensi gestasional?

Dokter akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk memastikan adanya masalah atau potensi komplikasi sebelum Anda mengalami tanda melahirkan. Pemeriksaannya yaitu:

Pemeriksaan janin

Hipertensi gestasional tidak hanya berdampak pada ibu hamil, tetapi juga janin. Beberapa yang harus diperiksa yaitu:

  • Menghitung gerakan janin (Seberapa sering ia bergerak dan menendang)
  • Pemeriksaan nonstress untuk mengukur detak jantung bayi sebagai respon gerakannya.
  • Pemeriksaan biofisik yang menggabung tes nonstress dengan USG.
  • Pemeriksaan gelombang suara untuk mengukur darah bayi melalui pembulih darah

Pemeriksaan pada janin sangat penting untuk memantau perkembangannya.

Tes urine

Dokter atau petugas kesehatan akan melakukan tes urine dan darah setiap konsultasi untuk pemeriksaan kehamilan. Tes urine juga berfungsi untuk mengetahui adanya gagal fungsi ginjal atau tidak.

Ini akan menunjukkan apakah kondisi hipertensi Anda semakin parah atau justru membaik.

Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, yaitu:

  • Memeriksa adanya pembengkakan yang tidak wajar.
  • Pemeriksaan berat badan lebih sering. 
  • Tes fungsi hati dan ginjal.
  • Tes penggumpalan darah.

Tekanan darah dapat dikatakan tinggi apabila berada di angka sistolik dan diastolik tertentu.

Angka sistolik merupakan angka yang menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah, sedangkan angka diastolik menunjukkan tekanan ketika jantung beristirahat dan tidak memompa darah.

Penghitungan tekanan darah biasanya dikategorikan sebagai berikut, mengutip dari Mayo Clinic:

  • Tekanan darah naik (prehipertensi): Angka sistolik berada di kisaran 120-129 mmHg, dan angka diastolik di bawah 80 mmHg. Kondisi ini belum tergolong dalam hipertensi.
  • Hipertensi tahap 1: Jika angka sistolik berada di kisaran 130-139 mmHg atau diastolik berada di angka 80-89 mmHg, kemungkinan Anda menderita hipertensi tahap 1.
  • Hipertensi tahap 2: Jika angka sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, Anda mungkin menderita hipertensi tahap 2.

Pada hipertensi gestasional, kenaikan tekanan darah biasanya terjadi setelah janin berusia 20 minggu lebih. 

Selain itu, biasanya tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat dikategorikan sebagai gestasional apabila tekanan darah menurun 3 bulan setelah ibu melahirkan.

Bagaimana hipertensi gestasional diobati?

Terdapat beberapa obat tekanan darah tinggi yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil. 

Namun, sebaiknya ibu hamil menghindari obat-obatan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, angiotensin II receptor blockers, serta renin inhibitors.

Pengobatan hipertensi gestasional sangatlah penting agar terhindar dari risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit lainnya. 

Selain itu, tekanan darah yang terlampau tinggi juga berbahaya bagi kesehatan janin.

Apabila memang membutuhkan obat penurun tekanan darah selama masa kehamilan, dokter akan meresepkan obat dengan dosis paling sesuai dengan kondisi.

Ditambah lagi, pastikan Anda minum obat sesuai dengan resep dokter. Jangan berhenti minum obat atau mengatur dosis sesuai keinginan sendiri.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Untuk mengatasi hipertensi gestasional serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi, Anda dapat melakukan tips-tips di bawah ini:

  • Rutin memeriksakan kandungan ke dokter.
  • Minum obat antihipertensi sesuai dengan resep dokter
  • Aktif berkegiatan fisik sesuai dengan kondisi.
  • Makan makanan bernutrisi, rendah garam, dan rendah lemak.
  • Minum air putih sebanyak 8 gelas sehari.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari rokok, alkohol, dan selalu konsultasikan dokter mengenai konsumsi obat-obatan bebas (over-the-counter).

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Bagaimana cara mencegah hipertensi gestasional?

Sebenarnya, tidak ada cara spesifik yang bisa mencegah kondisi ini terjadi pada ibu hamil. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengontrol tekanan darah tinggi, tapi ada juga yang tidak.

Namun, dokter biasanya akan minta mengubah pola makan dan lebih banyak olahraga untuk mencegah hipertensi gestasional, seperti:

  • Banyak istirahat
  • Gunakan garam sedikit hanya untuk penambah rasa
  • Tingkatkan jumlah protein dan kurangi makanan goreng-gorengan
  • Tidak minum minuman mengandung kafein (kopi dan teh)

Dokter akan memberi resep sebagai suplemen tambahan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Calon Ibu, Simak Info Penting Soal Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil Berikut Ini

    Preeklampsia atau tekanan darah tinggi saat hamil, menjadi momok menakutkan bagi para ibu hamil. Mari simak fakta-faktanya dahulu berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hipertensi, Health Centers 18 April 2018 . Waktu baca 5 menit

    Obat Tekanan Darah yang Diresepkan Dokter untuk Preeklampsia

    Mengontrol tekanan darah tinggi merupakan bagian penting dalam pengobatan preeklampsia. Ketahui pilihan obat tekanan darah untuk preeklampsia di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Health Centers 17 April 2018 . Waktu baca 4 menit

    Mengenal Hipertensi dalam Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

    Hipertensi bisa terjadi dalam kehamilan, salah satunya hipertensi gestasional. Apa saja jenis hipertensi saat hamil dan apa bahayanya bagi ibu dan bayi?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Hipertensi, Health Centers 30 November 2016 . Waktu baca 8 menit

    Penyebab dan Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah Saat Hamil

    Sering pusing dan keliyengan saat hamil? Mungkin Anda menderita tekanan darah rendah. Cari tahu penyebab dan cara mengatasi darah rendah saat hamil di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Health Centers 2 November 2016 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    hipertensi esensial

    Mengenal Hipertensi Esensial, Gejala dan Cara Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 15 Mei 2019 . Waktu baca 7 menit
    hipertensi emergensi

    Kondisi Hipertensi Emergensi dan Urgensi yang Perlu Diwaspadai

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 14 Mei 2019 . Waktu baca 11 menit
    hipertensi pada ibu hamil

    Memahami Bahaya Hipertensi Saat Hamil, Ini yang Mesti Diwaspadai Ibu

    Ditinjau oleh: Nimas Mita Etika M
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 26 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit
    mengendalikan tekanan darah ibu hamil

    Panduan Mengontrol Tekanan Darah Saat Hamil

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 16 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit