Gastroschisis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/04/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gastroschisis?

Gastroschisis atau gastroskisis adalah cacat lahir yang terjadi pada anak saat berada di dalam kandungan ibu.

Gastroschisis adalah kondisi saat bagian perut anak terbentuk di luar tubuh akibat pembentukan dinding perut yang tidak sempurna. Banyak bayi dengan gastroschisis lahir secara prematur.

Gastroschisis adalah kondisi yang terjadi pada masa awal kehamilan ketika otot yang membentuk perut bayi tidak bekerja dengan benar. Sebuah lubang membuat usus dan organ lain keluar dari tubuh umumnya pada sisi kanan pusar.

Hal ini membuat usus terpapar cairan ketuban hingga berisiko iritasi hingga memendek, memelintir, atau membengkak. Cacat dinding perut berkembang saat bayi tumbuh di dalam rahim ibu.

Saat masa perkembangan, awalnya usus dan organ lain berkembang di luar tubuh kemudian biasanya kembali ke dalam.

Organ lain tersebut meliputi hati, kandung kemih, perut, dan ovarium, atau testis. Namun, bayi dengan kondisi ini tidak mengembalikan usus atau organ perut ke dalam tubuh.  

Setelah bayi lahir, operasi perlu dilakukan segera untuk menempatkan organ-organ ke dalam tubuh bayi dan memperbaiki lubang di dinding abdominal (perut). 

Meski sudah diperbaiki, bayi dengan kondisi ini tetap memiliki kemungkinan bermasalah dalam menyusui dan makan, pencernaan makanan, dan penyerapan nustrisi. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Gastroschisis adalah kondisi bawaan lahir yang langka. Ini merupakan kelainan langka yang menyerang pria dan wanita dengan jumlah yang sama.

Estimasi perbandingan gastroschisis ini sekitar 1 pada 1.500 hingga 1 pada 13.000. Namun, gastroschisis menjadi lebih mungkin terjadi apabila wanita hamil di bawah usia 20 tahun.

Jika Anda berencana untuk hamil, Anda dapat mempelajari untuk mengatasi gastroschisis dengan melakukan pre-test.

Selain itu, Anda juga bisa mendiskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut sebelum kehamilan.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gastroschisis?

Gastroschisis dapat dikenali dengan mudah dari terlihat adanya lubang pada perut sehingga membuat usus bayi berada di luar tubuh.

Bahkan, beberapa area usus ada yang berwarna lebih gelap akibat kontak dengan cairan ketuban di dalam rahim. Apabila usus rusak, anak akan kesulitan mencerna makanan.

Tali pusar bayi biasanya terlihat, tetapi terdorong ke samping karena kondisi usus yang berada di luar perut.

Mengutip dari Kids Health, bayi yang lahir dengan kondisi gastroschisis umumnya akan cepat kehilangan air dan panas pada usus.

Kondisi tersebut otomatis membuat bayi mengalami beberapa tanda dan gejala lain akibat gastroschisis. Gejala lain yang dapat terlihat pada bayi dengan gastroschisis adalah sebagai berikut:

  • Kehilangan terlalu banyak air (dehidrasi)
  • Suhu tubuh tergolong rendah (hipotermia)

Hilangnya cukup banyak cairan akibat gastroschisis akan membuat bayi mengalami beragam gejala dehidrasi.

Ketika Anda melihat bayi jarang sekali buang air kecil, lebih banyak tidur, tidak terlalu aktif, serta kulit keriput merupakan beberapa tanda dehirasi pada bayi.

Selain itu, berbagai organ tubuh lain yang bisa keluar bersama dengan usus saat mengalami gastroschisis adalah sebagai berikut:

  • Kantong empedu
  • Ovarium
  • Rahim
  • Testis
  • Kandung kemih

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu terkait gastroschisis maupun kondisi lainnya, segera konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Calon ibu harus mengatur pertemuan dengan dokter secara rutin untuk memeriksa gastroschisis serta kondisi kesehatan bayi selama kehamilan.

Gastroschisis didiagnosis dan ditangani di rumah sakit saat waktu persalinan. Setelah sampai rumah, Anda harus segera menghubungi dokter jika bayi Anda mengalami gejala gastroschisis di bawah ini: 

  • Sulit buang air besar
  • Bermasalah saat makan
  • Demam
  • Muntah berwarna hijau atau kekuningan
  • Bengkak di daerah perut
  • Muntah (berbeda dengan gumoh biasa)
  • Perubahan perilaku yang mengkhawatirkan

Jika bayi memiliki tanda dan gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah segera dengan dokter.

Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk bayi. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan buah hati Anda.

Penyebab

Apa penyebab gastroschisis?

Selama bayi tumbuh dan berkembang di dalam kandungan ibu, beberapa organ tubuhnya akan bergerak melalui lubang di dinding tubuh.

Organ-organ tersebut kemudian akan ke luar dari perut dan masuk kembali melalui tali pusat. Anda tak perlu khawatir karena hal ini normal terjadi selama bayi berada di dalam kandungan.

Nantinya, organ-organ yang sudah masuk kembai ke dalam perut bayi akan berada dalam posisi tetutup.

Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku pada bayi yang mengalami gastroschisis. Alih-alih masuk kembali, organ tubuh bayi dengan gastroschisis justru tetap berada di bagian luar perut dengan lubang pada dinding tubuh yang tetap terbuka.

Sejauh ini belum dapat diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terjadi gastroschisis. Namun, gastroschisis bisa jadi adalah penyebab dari kondisi kesehatan lainnya.

Kondisi gastroschisis ini dapat terjadi akibat dari perubahan atau kombinasi dari hormon maupun gen (kromosom) pada bayi. 

Gastroschisis ini juga dapat disebabkan oleh kontak ibu dengan faktor lingkungan lain, makanan atau minuman yang dikonsumsi, obat-obatan, dan lain-lain. Penting untuk memeriksa kesehatan secara rutin selama kehamilan.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko bayi saya untuk gastroschisis?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa faktor risiko terjadinya gastroschisis adalah sebagai berikut:

Hamil di usia terlalu muda

Ibu yang sedang hamil di usia muda, seperti kurang dari 20 tahun, memiliki risiko lebih tinggi terkena gastroschisis ketimbang hamil di usia yang lebih dewasa.

Merokok dan minum alkohol saat hamil

Ibu hamil yang minum alkohol, merokok saat hamil, maupun melakukan kedua hal tersebut berpeluang lebih besar untuk memiliki bayi dengan gastroschisis.

Mengingat begitu besar dampak gastroschisis pada ibu yang sedang hamil, jadi penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda.

Usahakan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter bila Anda sedang berencana untuk hamil maupun sedang hamil.

Cara tersebut akan membantu meningkatkan peluang Anda untuk memiliki kehamilan serta bayi yang sehat.

Komplikasi

Apa komplikasi yang mungkin terjadi pada kondisi ini?

Melansir dari laman Medline Plus, sebagian kecil bayi dengan gastroschisis atau sekitar 10% kemungkinan punya beberapa bagian usus yang tidak berkembang di dalam rahim.

Pada kasus ini, usus bayi tidak bekerja dengan normal meski telah dikembalikan ke dalam tubuh. 

Tekanan yang meningkat dari isi perut yang salah tempat bisa mengurangi aliran darah ke usus dan ginjal.

Kondisi ini membuat bayi kesulitan mengembangkan paru-paru dan mengakibatkan masalah pernapasan

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis gastroschisis?

Gastroschisis sering muncul pada kelahiran bayi, tapi dapat didiagnosis lebih awal. Selama kehamilan, dokter akan melakukan prenatal ultrasound scanning untuk memeriksa gastroschisis.

Hal ini juga membantu ibu dan dokter mendiskusikan dan merencanakan waktu dan tempat yang tepat untuk melahirkan.

Itulah salah satu alasan mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.

Kebanyakan bayi dengan gastroschisis lahir prematur dan seringnya pada usia kandungan 35 minggu. Sebagian besar diinduksi pada minggu ke-37 karena ada peningkatan risiko setelah waktu ini. 

Selain dengan USG selama kehamilan, dokter juga dapat menganjurkan beberapa pemeriksaan berikut ini untuk mendiagnosis gastroschisis pada bayi:

Penghitungan gerakan janin

Tes penghitungan gerakan janin dapat dimulai sekitar usia kehamilan ke-26 minggu. Biasanya Anda diminta untuk menghitung pergerakan bayi satu kali dalam sehari maksimal selama dua jam.

Bayi setidaknya harus bergerak minimal sebanyak 10 kali dalam kurun waktu dua jam. Jika selama bayi sudah mampu bergerak sebanyak 10 kali hanya dalam waktu 30 menit, tes bisa dikatakan sudah selesai.

Namun, bila si kecil tidak banyak menunjukkan pergerakan, Anda bisa mengulangi tes kembali. Ada baiknya untuk melakukan tes ini di waktu yang sama setiap harinya dan setelah makan.

Tes nonstres dan profil biofisik

Tes nonstres bisa dilakukan sebanyak dua kali seminggu sejak usia kehamilan menginjak 32 minggu.

Sementara pemeriksaan profil biofisik janin juga bisa dilakukan pada usia kehamilan yang sama dengan prosedur seperti menggabungkan hasil tes nonstres dan USG.

Bagaimana cara mengobati gastroschisis?

Berikut beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gastroschisis: 

Perbaikan primer

Begitu bayi sudah lahir, operasi diperlukan untuk menangani usus yang menjulur. Apabila gastroschisis kecil, dokter dapat melakukan operasi satu kali untuk mengembalikan usus ke dalam perut bayi dan menutup lubang.

Namun, jika gastroschisis terlalu besar, operasi dilakukan dalam beberapa bertahap. Setelah mengembalikan usus ke dalam perut dan menutup lubang, bayi perlu dilindungi dari infeksi dengan infus dan antibiotik.

Bayi juga akan diberikan asupan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan tubuhnya secara keseluruhan dalam proses perawatan gastroschisis.

Perbaikan bertahap

Perbaikan primer tidak mungkin dilakukan jika usus di luar tubuh bayi terlalu besar, usus terlalu bengkak, dan perut bayi tidak bisa menampung usus secara keseluruhan. 

Dalam kasus ini, beberapa operasi mungkin dilakukan untuk meletakkan usus dan organ lainnya kembali ke dapat perut. Langkah ini bisa memakan waktu hingga beberapa hari atau dua minggu, 

Dengan perbaikan bertahap, kantong plastik yang disebut  diletakkan di sekitar usus dan diikat ke perut. Setiap hari, kantong plastik itu akan mengencang dan usus didorong ke dalam tubuh dengan lembut. 

Ketika usus berhasil diletakkan di dalam perut bayi, kantong plastik disingkirkan dan perut ditutup kembali. Beberapa bayi mungkin butuh alat bantu pernapasan beberapa hari setelah operasi. 

Apa risiko operasi untuk bayi dengan gastroschisis?

Semua tindakan pembedahan memiliki risiko kecil untuk pendarahan pada saat atau setelah operasi, termasuk untuk gastroschisis. Saat operasi, ahli bedah akan meminimalisir pendarahan dengan menyegel pembuluh darah yang terkena.

Ada kemungkinan kerusakan struktur perut, tapi hal ini sangat jarang terjadi. Setiap anestesi membawa risiko komplikasi, tapi sangat kecil.

Ahli anestesi biasanya merupakan dokter berpengalaman yang terbiasa menangani komplikasi. Butuh waktu beberapa saat untuk menunggu usus bekerja dengan baik. Dengan begitu, bayi dengan gastroschisis mungkin akan diberi makan dengan intravena (IV).

Kebanyakan bayi pulih dengan baik usai operasi. Waktu pemulihan di rumah sakit termasuk memberi makan bayi melalui intravena (IV).

Dalam beberapa kasus, bayi akan mengalami kondisi bernama short bowel syndrome (SBS) atau sindrom usus pendek. 

Kondisi tersebut ditandai dengan diare, penambahan berat badan yang sangat lambat, serta kekurangan vitamin dan mineral penting. Dalam kondisi ini, bayi mungkin memerlukan proses intravena (IV) lebih lama lagi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda meredam kemungkinan gastroschisis pada bayi:

  • Melakukan tes untuk memeriksa kesehatan bayi selama kehamilan secara rutin
  • Hindari hamil di usia yang kurang dari 20 tahun.
  • Hindari konsumsi alkohol dan tembakau.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Omphalocele

    Omphalocele atau omfalokel adalah kondisi cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Atresia Esofagus

    Esophageal atresia atau atresia esofagus adalah salah satu cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Anophthalmia

    Anophthalmia adalah salah satu cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    gangguan makan ibu hamil

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020