Fimosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu fimosis (phimosis)?

Fimosis atau phimosis adalah kondisi di mana kulup penis terlalu ketat dan tidak dapat ditarik ke bawah saat penis sedang ereksi.

Pada laki-laki yang belum atau tidak disunat, penis mereka masih memiliki kulit kulup yang menempel di ujungnya. Kulit kulup penis umumnya bisa ditarik ke belakang atau akan mengerut mundur saat ereksi.

Meski begitu, ada beragam kemungkinan masalah yang dapat menghampiri penis. Salah satunya adalah fimosis, ketika kulit kulup penis tidak bisa tertarik ke belakang.

Kulit kulup mewakili setidaknya sepertiga dari kulit penis. Kulup berfungsi melindungi kepala penis dari gesekan dan kontak langsung dengan pakaian. Ketika kulit kulup penis tidak dapat ditarik ke belakang atau mengerut mundur melewati kepala penis saat ereksi, kondisi ini disebut fimosis.

Fimosis muncul dalam bentuk cincin ketat atau “karet gelang” yang melingkari kulup di sekitar ujung penis, sehingga mencegah kulit kulup tertarik penuh hingga ke belakang. Fimosis mengganggu proses berkemih, hubungan seksual, dan meningkatkan risiko infeksi saluran kencing.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Phimosis badalah salah satu risiko tidak disunat bagi pria. Hal ini dapat diatur dengan menurunkan faktor risiko Anda, diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala fimosis (phimosis)?

Fimosis biasanya tidak nyeri. Meski begitu, kulit penis ketat mengganggu proses berkemih atau melakukan hubungan seksual.

Selain itu, phimosis dapat membuat Anda sulit membersihkan daerah bawah kulit penis, sehingga mudah terkena infeksi. Namun, beberapa orang mungkin merasakan nyeri saat ereksi, kulit yang kemerahan, hingga kadang menyebabkan pembengkakan seperti balon di bawah kulup.

Jika sudah cukup parah, fimosis bisa mengganggu kerja saluran urin, mengakibatkan peradangan pada penis (balanitis), infeksi kelenjar kulup (balanoposthitis), hingga parafimosis — ketika kulit kulup yang macet akhirnya menghentikan aliran darah ke ujung penis.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda sulit berkemih atau berhubungan seksual karena fimosis, pergilah ke dokter untuk diperiksa dan diobati. Selain itu, Anda harus menghubungi dokter Anda jika ada perubahan pada penis Anda, seperti memerah, nyeri dan bengkak, yang merupakan tanda radang glans.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab fimosis (phimosis)?

Fimosis adalah kondisi yang umum terjadi pada bayi, balita, maupun anak laki-laki yang belum disunat. Ini karena kulit kulup akan tetap menempel pada kepala penis dalam beberapa tahun pertama bayi atau selama belum disunat.

Kulit kulup penis anak yang mengalami phimosis biasanya mulai dapat ditarik ke belakang pada usia 3 tahun. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan remaja dan pria dewasa juga bisa mengalami hal ini.

Dikutip dari situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, beragam kondisi kulit lainnya juga dapat meningkatkan risiko kulit kulup tidak bisa tertarik kembali, seperti:

  • Eksim pada penis, ditandai dengan kulit penis yang kering, gatal, kemerahan, dan pecah-pecah.
  • Psoriasis, timbulnya bercak-bercak merah dan kerak kulit mati pada kulit.
  • Lichen planus — ruam dan gatal pada area tubuh, namun tidak menular.
  • Lichen sclerosus — penyakit kulit yang sering terjadi pada alat kelamin dan anus dan menyebabkan munculnya jaringan parut pada kulit kulup penis.

Biasanya, kulup penis pada anak berusia 3-4 tahun dapat ditarik. Meski begitu, beberapa anak tidak dapat melakukan hal ini dan menyebabkan fimosis dengan:

  • Bagian atas kulup penis terlalu kecil sehingga glans penis tidak dapat lewat
  • Braking cord terlalu pendek untuk membuat kulup penis dapat ditarik sempurna (kondisi ini dinamakan arrestor wires BREVE)
  • Karena dampak infeksi, hal ini dapat menyebabkan luka pada fibrosis glans penis.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk fimosis (phimosis)?

Pada orang dewasa, ada sejumlah faktor risiko fimosis. Meski sudah disunat, laki-laki dewasa lebih mungkin mengalami fimosis jika memiliki kondisi di bawah ini:

  • Infeksi saluran kencing yang sering kambuh
  • Infeksi kulit kulup
  • Tidak merawat kebersihan penis dengan baik
  • Menarik kulit kulup terlalu keras atau secara paksa, misalnya ketika bermasturbasi.

Berbagai hal ini bisa menyebabkan timbulnya jaringan parut di sekitar kepala penis sehingga kulit kulupnya tidak bisa mengerut ke belakang.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak akan menderita penyakit ini. Faktor tersebut hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih rinci.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk fimosis (phimosis)?

Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan gejala yang terjadi. Jika fimosis tidak menyebabkan gejala, fimosis tidak perlu diterapi, khususnya pada anak–anak.

Sebagian besar kasus fimosis bisa diobati dengan rutin mengoleskan krim atau salep steroid pada area kulup, serta selalu menjaga kebersihan penis setiap hari, dan menjaganya tetap kering.

Pada anak yang lebih besar, Anda hanya butuh kebersihan dan pengobatan infeksi secepat mungkin. Meski begitu, fimosis dapat menyebabkan inflamasi atau kesulitan berkemih dan berhubungan seksual. Anda dapat pergi ke dokter untuk anjuran sunat.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter Anda akan mendiagnosis fimosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan pada penis Anda.

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda secara lengkap, termasuk menanyakan tentang infeksi penis sebelumnya atau cedera yang mungkin Anda alami. Dokter juga mungkin bertanya tentang dampak gejala yang Anda rasakan terhadap aktivitas seksual.

Pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter hanya dengan melihat penis dan kulup. Dokter juga dapat meminta Anda melakukan tes urin untuk memeriksa kemungkinan infeksi dan mengambil sampel cairan di area kulup untuk memeriksa kemungkinan adanya bakteri.

Phimosis adalah faktor risiko untuk diabetes tipe 2. Orang dewasa yang mengalami kondisi ini mungkin diminta melakukan tes darah dan urin untuk memeriksa kadar gula darah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi fimosis (phimosis)?

Fimosis bisa dicegah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim. Rutin membersihkan area penis dengan air hangat kemudian mengeringkannya dengan handuk bersih secara perlahan. Tujuannya untuk membantu menjaga otot-otot kulup agar mudah digerakkan dan menghindari infeksi.

Anda harus tetap melakukan gaya hidup sehat, olahraga dan hindari rokok, alkohol, dan bahan iritan. Temukan cara untuk menangani stres dalam hubungan pribasi Anda. Selain itu, perbaiki hubungan dengan pasangan dan juga kesehatan Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bukan Hanya Foreplay, Afterplay Setelah Seks Juga Tak Kalah Penting

    Afterplay adalah salah satu tahapan yang paling sering diabaikan dari seks. Apakah Anda tahu bahwa afterplay setelah seks penting untuk dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

    5 Penyakit Penyebab Disfungsi Ereksi Pada Pria

    Ereksi sering disebut simbol kejantanan pria, namun tak semua pria bisa ereksi dengan baik. Berikut ini penyakit yang bisa jadi penyebab disfungsi ereksi.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

    Sudah tahu caranya bikin wanita orgasme dengan stimulasi klitoris? Apakah orgasme pada wanita juga bisa dipicu dengan merangsang payudara?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Suami Istri Jarang Berhubungan Intim

    Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    senam kegel pria

    Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    gejala penyakit urologi

    Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit
    apa akibatnya jika seks terlalu sering

    Apa Akibatnya Jika Melakukan Seks Terlalu Sering?

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit