Emboli Air Ketuban (Emboli Cairan Amnion)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu emboli air ketuban (emboli cairan amnion)?

Emboli cairan amnion atau disebut juga emboli air ketuban adalah komplikasi yang jarang terjadi saat melahirkan. Emboli air ketuban merupakan kondisi di mana air ketuban, sel-sel janin, rambut, atau yang lainnya memasuki aliran darah ibu melalui dasar plasenta rahim.

Berbagai cairan dan bahan-bahan tersebut dapat memicu reaksi yang menyerupai alergi. Reaksi ini kemudian dapat mengakibatkan kolaps kardiorespirasi (jantung dan paru-paru) dan pendarahan yang berlebihan (koagulopati).

Emboli air ketuban sebenarnya bisa terjadi selama kehamilan. Akan tetapi, komplikasi melahirkan yang satu ini lebih sering terjadi selama proses persalinan berlangsung, atau segera setelahnya.

Kondisi ini cukup sulit untuk didiagnosis. Jika dokter mencurigai Anda mengalami kondisi ini, akan segera dilakukan tindakan guna mencegah komplikasi pada Anda dan bayi yang berisiko mengancam nyawa.

Bahkan, emboli air ketuban masih merupakan salah satu komplikasi yang bisa berujung fatal, karena sulit diprediksi dan dicegah.

Seberapa umumkah emboli air ketuban?

Emboli air ketuban adalah kondisi yang cukup langka. Kejadian ini terjadi pada 2-8 per 100.000 kelahiran dan menyumbang sekitar 7,5-10% angka kematian ibu. Emboli cairan amnion hanya terjadi pada wanita.

Ada beberapa faktor yang juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami emboli air ketuban. Meliputi memiliki masalah pada plasenta, preeklampsia, cairan ketuban berlebih (polihidramnion), serta usia di atas 35 tahun saat hamil dan melahirkan.

Namun, hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala emboli air ketuban?

Emboli cairan amnion terjadi secara tiba-tiba dan cepat. Tahap awal emboli air ketibun biasanya meliputi serangan jantung dan gagal pernapasan yang cepat. Serangan jantung terjadi ketika jantung berhenti bekerja dan Anda kehilangan kesadaran serta berhenti bernapas.

Gagal pernapasan cepat terjadi ketika paru-paru tidak dapat memasok cukup oksigen untuk darah atau membuang cukup karbon dioksida dari darah. Ini membuat sangat sulit untuk bernapas.

Kemungkinan tanda-tanda dan gejala dari emboli cairan ketuban lain dapat meliputi:

  • Sesak napas mendadak
  • Cairan berlebih dalam paru-paru (edema paru)
  • Tekanan darah rendah yang mendadak
  • Jantung mendadak gagal untuk memompa darah dengan efektif (kolaps kardiovaskular)
  • Masalah pembekuan darah yang mengancam nyawa (koagulopati intravaskular diseminata)
  • Perubahan keadaan mental, seperti kecemasan
  • Kedinginan
  • Ritme jantung cepat atau gangguan dalam ritme jantung
  • Fetal distress, seperti ritme jantung lambat
  • Kejang
  • Koma
  • Abnormalitas ritme jantung pada janin secara mendadak
  • Pendarahan dari rahim, sayatan, atau lokasi intravena (IV)

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda. Hal terbaik adalah mendiskusikan dengan dokter apa yang terbaik untuk keadaan Anda.

Penyebab

Apa penyebab emboli air ketuban?

Emboli air ketuban dapat terjadi selama persalinan, maupun setelah proses melahirkan selesai. Kondisi ini bisa dialami oleh Anda yang melahirkan normal melalui vagina atau menjalani operasi caesar.

Emboli air ketuban terjadi ketika cairan ketuban atau bagian-bagian dari janin memasuki aliran darah ibu. Alasan terjadinya hinggsa kini belum dapat dipahami dengan baik. Penyebab yang paling mungkin adalah kerusakan pada penghalang plasenta, seperti karena adanya trauma atau luka.

Ketika kerusakan ini terjadi, sistem kekebalan tubuh merespons dengan melakukan berbagai hal. Mulai dari melepaskan suatu bahan yang menyebabkan reaksi inflamasi (peradangan), mengaktifkan pembekuan abnormal pada paru-paru, dan pembuluh darah ibu.

Semua hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan pembekuan darah serius yang disebut sebagai koagulasi intravaskular diseminata. Namun, emboli air ketuban adalah sesuatu yang langka.

Sebab adanya sebagian air ketuban yang memasuki aliran darah ibu selama persalinan tidak selalu menyebabkan masalah. Tidak jelas mengapa dalam beberapa kasus hal ini sampai menyebabkan emboli cairan amnion.

Untuk lebih jelasnya, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai penyebab emboli air ketuban ini.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat seseorang berisiko terkena emboli air ketuban?

Beberapa faktor yang dapat memicu seseorang terkena emboli air ketuban yakni meliputi:

1. Usia tua saat hamil

Jika Anda berusia 35 tahun ke atas pada saat kelahiran, risiko Anda untuk terkena emboli air ketuban akan meningkat. Semakin tua usia Anda saat hamil dan melahirkan, maka semakin besar pula risiko untuk mengalami emboli air ketuban.

2. Masalah plasenta

Jika terdapat kelainan pada plasenta Anda, risiko Anda terkena emboli cairan amnion jadi meningkat. Misalnya kelainan pada struktur yang berkembang dalam rahim selama masa kehamilan.

Adanya kelainan plasenta, meliputi sebagian atau seluruh plasenta yang menutupi leher rahim (plasenta previa) atau plasenta mengelupas dari dinding dalam rahim sebelum persalinan (abruptio plasenta). Kedua kondisi ini dapat menimbulkan masalah pada plasenta atau pelindung bayi selama berada di dalam kandungan.

3. Preeklamsia

Hati-hati, jika Anda memiliki preeklampsia yaitu tekanan darah tinggi dan kelebihan protein di dalam urine setelah 20 mingu kehamilan. Pasalnya, berbagai kondisi tersebut dapat membuat Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami emboli air ketuban.

4. Kelahiran yang dipicu secara medis

Metode induksi persalinan yang diberikan sebelum melahirkan diperkirakan dapat meningkatkan risiko mengalami emboli air ketuban. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kejelasan hal ini.

5. Melahirkan dengan operasi caesar

Menjalani operasi caesar, persalinan dengan forceps, maupun ekstraksi vakum dapat meningkatkan risiko emboli air ketuban. Ini karena penggunaan alat tersebut dapat menghancurkan penghalang fisik antara Anda dan bayi Anda alias kantung ketuban.

Namun, tidak jelas apakah persalinan dengan operasi memang merupakan faktor risiko emboli cairan amnion. Sebab penggunaan forceps dan vakum sebenarnya ditujukan untuk mempercepat kelahiran pada persalinan normal. Terlebih jika dokter telah mencurigai Anda mengalami emboli air ketuban.

6. Polihidramnion

Polihidramnion adalah kondisi ketika jumlah air ketuban bayi di dalam kandungan terlalu banyak. Ini merupakan salah satu jenis kelainan cairan ketuban (hidramnion).

Adanya terlalu banyak cairan yang mengelilingi bayi di dalam kandungan dapat membuat Anda berisiko terkena emboli air ketuban.

Faktor risiko emboli air ketuban lainnya

Selain berbagai faktor risiko yang telah disebutkan di atas, emboli air ketuban juga bisa dipicu oleh beberapa hal sebagai berikut:

  • Sedang hamil anak kembar dua, tiga, atau lebih.
  • Bayi mengalami gawat janin, atau kurangnya persediaan oksigen selama kehamilan dan persalinan.
  • Kelainan plasenta.
  • Eklampsia, yang merupakan bentuk komplikasi lebih parah dari preeklampsia.
  • Ruptur uteri atau rahim robek.
  • Proses persalinan yang berlangsung cepat.

Beragam faktor risiko yang dijelaskan sebelumnya tidak selalu mengakibatkan emboli air ketuban. Akan tetapi, memiliki satu atau lebih faktor risiko tersebut dapat meningkatkan peluang Anda untuk mengalami emboli air ketuban.

Dokter akan segera memberikan tindakan penanganan yang tepat, jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas yang disertai dengan keluhan medis tertentu.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana cara mendiagnosis emboli air ketuban?

Diagnosis emboli air ketuban ditentukan berdasarkan pemeriksaan dokter. Diagnosis biasanya dibuat setelah kondisi lain dihilangkan. Dalam beberapa kasus, diagnosis bisa dibuat hanya setelah kematian ibu.

Beberapa tes akan dilakukan untuk mendiagnosis emboli air ketuban, termasuk:

  • Tes darah, termasuk yang mengevaluasi pembekuan, enzim jantung, elektrolit dan jenis darah, serta hitung darah lengkap (CBC).
  • Elektrokardiogram (ECG atau EKG) untuk mengevaluasi ritme jantung Anda.
  • Pulse oximetry untuk memeriksa jumlah oksigen dalam darah Anda.
  • X-ray dada untuk memeriksa cairan di sekitar jantung Anda.
  • Echocardiography (ECG) untuk mengevaluasi fungsi jantung Anda.

Apa saja pengobatan untuk emboli air ketuban?

Kondisi emboli air ketuban membutuhkan perawatan sesegera mungkin, guna mengatasi persediaan oksigen yang menipis dan tekanan darah rendah. Dokter dan tim medis dapat memberikan perawatan masing-masing bagi Anda dan bayi yang sedang dilahirkan.

Penanganan untuk ibu

Perawatan yang diberikan pada ibu bertujuan untuk mencegah keparahan gejala, agar tidak sampai mengakibatkan koma bahkan kematian. Dokter akan memberikan oksigen tambahan maupun ventilator oksigen untuk memastikan Anda mendapatkan oksigen yang cukup.

Hal ini penting karena berarti persediaan oksigen untuk bayi juga memadai. Selebihnya, dokter dapat memasukkan kateter untuk memeriksa kondisi jantung dan memberikan obat untuk mengontrol tekanan darah.

Dalam beberapa kasus, transfusi darah juga mungkin dilakukan guna menggantikan darah yang hilang selama perdarahan saat melahirkan.

Penanganan untuk bayi

Selama proses persalinan, dokter dan tim medis juga akan selalu memantau kondisi bayi. Biasanya, bayi baru akan dilahirkan setelah kondisi tubuh Anda dirasa sudah cukup stabil.

Dengan begitu, hal ini dapat meningkatkan peluang bayi untuk dapat bertahan hidup. Namun setelahnya, bayi biasanya harus dirawat secara intensif oleh dokter dan tim medis di ruang rawat khusus bayi.

Secara khususnya, berikut berbagai perawatan darurat yang bisa diberikan untuk emboli air ketuban:

1. Menggunakan kateter

Tim medis Anda akan menempatkan selang tipis berongga ke dalam salah satu arteri (kateter arteri) untuk memonitor tekanan darah Anda. Selang lain juga akan ditempatkan ke dalam vena di dada Anda (kateter vena sentral), yang dapat digunakan untuk memberikan cairan, obat atau transfusi, serta mengambil darah

2. Melibatkan pemberian oksigen

Anda mungkin akan membutuhkan selang pernapasan yang dimasukkan ke dalam saluran napas untuk membantu Anda bernapas.

3. Pemberian obat-obatan

Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk meningkatkan dan mendukung fungsi jantung Anda. Obat-obatan lain dapat digunakan untuk menurunkan tekanan yang disebabkan oleh masuknya cairan ke dalam jantung dan paru-paru Anda.

4. Memberikan transfusi darah

Jika Anda mengalami pendarahan yang tidak terkendali, Anda akan membutuhkan transfusi darah, produk darah dan penggantian cairan.

Jika Anda mengalami emboli cairan amnion sebelum melahirkan bayi Anda, dokter akan mengobati Anda dengan tujuan melahirkan bayi Anda dengan selamat sesegera mungkin. Operasi caesar darurat mungkin akan diperlukan.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mencegah atau mengatasi emboli cairan amnion?

Emboli air ketuban tidak dapat dicegah. Komplikasi kehamilan ini juga cenderung sulit untuk diprediksi kapan terjadinya. Jika Anda pernah mengalami emboli air ketuban dan berencana untuk mengupayakan hamil kembali, sebaiknya konsultasikan pada dokter kandungan terlebih dahulu.

Dokter sebelumnya akan mengecek riwayat kesehatan dan kondisi tubuh Anda saat ini untuk membantu menentukan pilihan terbaik bagi Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan pada dokter untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber