Asites

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu asites?

Penyakit asites adalah penumpukan cairan (biasanya cairan benang dan cairan serosa yang berwarna kuning pucat) di rongga perut. Rongga perut terletak di bawah rongga dada, dipisahkan dengan diafragma. 

Kondisi ini dapat terjadi akibat berbagai kondisi seperti penyakit hati (liver), kanker, gagal jantung kongestif, atau gagal ginjal. Asites adalah kondisi yang dialami sekitar 80% pasien dengan sirosis hati.

Gejala

Apa gejala asites?

Ciri-ciri dan gejala asites dapat muncul perlahan-lahan maupun tiba-tiba, tergantung penyebab penumpukan cairan tersebut. Harap diingat bahwa gejalanya juga bisa disebabkan oleh penyakit lain.

Asites biasanya tidak perlu ditangani secara darurat, namun periksakan ke dokter jika Anda mulai mengalami beberapa gejalanya seperti berikut:

  • Kenaikan berat badan dalam waktu singkat
  • Perut membengkak
  • Sesak napas saat berbaring
  • Nafsu makan menurun
  • Nyeri di bagian perut
  • Badan membengkak
  • Mual dan muntah
  • Nyeri ulu hati

Dikutip dari situs American College of Gastroenterology, gejala dan komplikasi tambahan dari asites adalah:

Sakit perut, ketidaknyamanan dan kesulitan bernapas

Ini dapat terjadi ketika terlalu banyak cairan menumpuk di rongga perut. Kondisi ini dapat membatasi kemampuan untuk makan, berjalan, dan melakukan aktivitas sehari-hari. 

Infeksi

Kondisi ini disebut sebagai peritonitis bakterial spontan atau spontaneous bacterial peritonitis (SBP). Ini biasanya menyebabkan sakit perut, demam, atau mual. 

Jika tidak segera didiagnosis, Anda dapat mengalami gagal ginjal, infeksi parah dalam aliran darah atau gangguan mental. 

Hernia yang terkait dengan asites

Tekanan dalam perut yang meningkat dapat menyebabkan perkembangan pusar (di sekitar pusar) dan hernia inguinalis yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada perut Anda. 

Akumulasi cairan di dada

Kondisi ini disebut hepatic hydrothorax. Ini adalah kondisi terkait asites yang menyebabkan sesak napas.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab asites?

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh luka pada hati (liver), yang meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah hati. Tekanan ini bisa mendorong cairan ke rongga perut, menyebabkan asites.

Penyakit hati lanjut atau sirosis adalah faktor paling utama yang menyebabkan asites. Meskipun tidak diketahui secara pasti bagaimana asites berkembang, sebagian besar teori menyebutkan portal hipertensi (peningkatan tekanan dalam aliran darah ke hati) sebagai penyebab utama. 

Dikutip dari Medicine Net, faktor lain yang dapat menyebabkan asites adalah penumpukan air dan garam. Asites adalah kondisi yang dapat menguras beberapa volume dari darah. Ini membuat ginjal menyerap kembali air dan garam sebagai pengganti volume yang ‘hilang’.

Beberapa penyebab lain dari asites adalah gagal jantung kongestif dan gagal ginjal lanjut karena penumpukan cairan dalam tubuh.

Dalam kasus yang jarang terjadi, peningkatan tekanan di sistem portal dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh portal, yang mengakibatkan hipertensi portal sirosis. 

Kanker juga bisa menjadi penyebab asites. Kondisi ini disebut asites maligna. Jenis asites ini merupakan bentuk dari kanker organ dalam rongga perut, seperti kanker usus besar, kanker pankreas, kanker lambung, kanker payudara, limfoma, kanker paru-paru, atau kanker ovarium. 

Asites pankreas sering terlihat pada orang dengan pankreatitis kronis atau radang pankreas. Penyebab paling umum dari kondisi tersebut adalah penyalahgunaan alkohol yang berkepanjangan. Penyebab lain dari asites pankreas adalah pankreatitis akut dan trauma pada pankreas.

Faktor risiko

Siapa yang berisiko mengalami asites?

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda untuk mengalami asites adalah:

Diagnosis

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Butuh beberapa langkah untuk mendiagnosis kondisi ini. Dokter harus mengecek pembengkakan di perut menggunakan beberapa jenis tes seperti:

  • USG
  • CT scan
  • MRI

Jika dokter menduga Anda terkena kondisi ini, mereka akan menggunakan jarum untuk mengeluarkan cairan dari perut untuk diperiksa. Prosedur ini disebut paracentesis. Ini akan membantu dokter menentukan penyebab kondisi Anda, sehingga dapat diobati dengan tepat.

Pada sebagian besar kasus, dokter akan merujuk Anda ke spesialis hati. Dengan begitu, Anda dan dokter mungkin bisa mendiskusikan tentang transplantasi hati. 

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati asites?

Pengobatan untuk asites berbeda-beda tergantung apa penyebab penumpukan cairan di rongga perut Anda. Dilansir dari Healthline, pilihan pengobatan penyakit asites adalah:

Diuretik

Diuretik umum digunakan untuk mengatasi penyakit ini. Obat-obatan jenis diuretik bisa meningkatkan jumlah garam dan cairan yang keluar dari tubuh Anda, sehingga bisa menurunkan tekanan di pembuluh darah sekitar hati.

Saat Anda sedang dalam pengobatan menggunakan diuretik, dokter harus memonitor kimia darah Anda secara rutin. Anda juga perlu berhenti minum alkohol dan mengurangi asupan garam. 

Parasentesis

Ini adalah prosedur menggunakan jarum tipis dan panjang untuk membuang kelebihan cairan. Jarum ini akan disuntikkan ke rongga perut. Pasien yang menjalani parasentesis biasanya akan diresepkan antibiotik karena ada risiko infeksi. 

Pengobatan ini dilakukan hanya jika kondisi sudah parah atau berulang kali terjadi, karena di tahap ini obat diuretik sudah tidak akan mempan lagi. late-stage cases.

Operasi

Pada kasus yang sudah sangat parah, dokter akan memasukkan implan permanen berbentuk tabung ke dalam tubuh Anda, untuk mengatur aliran darah di sekitar hati. 

Jika semua jenis pengobatan tidak dapat mengatasi penyakit ini, dokter biasanya akan menyarankan transplantasi hati. Ini biasanya terjadi jika pasien menderita penyakit hati yang sudah berada pada tahap sangat parah.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah asites?

Kondisi ini tidak dapat dicegah. Namun, Anda bisa menurunkan risiko Anda terkena penyakit ini dengan melindungi hati Anda. Caranya:

  • Jika harus minum alkohol, minumlah secukupnya dan jangan berlebihan, untuk mencegah sirosis (luka pada hati).
  • Dapatkan vaksin hepatitis B.
  • Selalu lakukan seks dengan kondom karena hepatitis bisa ditularkan lewat hubungan seks.
  • Hindari menggunakan jarum suntik yang sudah dipakai orang lain.
  • Sebelum menggunakan obat apapun, cari tahu dulu efek sampingnya. Jika obat tersebut bisa berisiko pada liver, konsultasikan pada dokter untuk mencari alternatifnya atau untuk melakukan tes fungsi hati terlebih dahulu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Kiat Menjaga Hati Tetap Sehat Bagi Pengidap Hepatitis C

Bagi pengidap hepatitis C, kesehatan hati adalah kunci untuk hidup sehat. Namun, bagaimana cara menjaga kesehatan hati? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Pencernaan, Health Centers 05/05/2019 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati! Kebiasaan Begadang Bisa Merusak Fungsi Hati

Ketimbang menuai manfaat, justru ada banyak kerugian yang didapat akibat sering begadang. Salah satunya adalah risiko penyakit hati (liver). Kok, bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/02/2019 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Tanda Sirosis, Radang Hati Kronis yang Berbahaya

Di awal, sirosis tidak terlalu menunjukkan tanda serangannya. Setelah lama berkembang, barulah muncul berbagai gejala sirosis hati yang harus diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 25/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Penyakit Hati Bisa Menyebabkan Kulit Gatal?

Gejala penyakit hati biasanya ditandai dengan kulit yang menguning. Selain itu, ternyata Anda juga bisa merasakan gatal-gatal pada kulit. Kenapa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Hati, Health Centers 07/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit
makanan untuk pasien hepatitis

Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020 . Waktu baca 5 menit
obat herbal penyakit hati

4 Obat Herbal yang Efek Sampingnya Meningkatkan Risiko Penyakit Hati

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11/10/2019 . Waktu baca 3 menit
pengobatan gagal hati

Setelah Didiagnosis Mengalami Gagal Hati, Apa Pengobatan yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2019 . Waktu baca 5 menit