Batuk Berdahak

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 30, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu batuk berdahak?

Batuk adalah mekanisme refleks tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang terdapat pada saluran pernapasan. Batuk dapat disebut berdahak karena biasanya disertai dengan keluarnya lendir (dahak) dari tenggorokan. Batuk berdahak disebut juga batuk produktif.

Lendir atau dahak merupakan cairan berserat sebagai hasil sekresi dari proses peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan.

Dalam kondisi normal, saluran pernapasan sebetulnya memproduksi lendir sebanyak 100 mililiter per hari. Lendir ini berfungsi menjaga kelembapan dan mendukung kinerja dari sistem pernapasan. Enzim antibodi yang dimilikinya berfungsi melindungi lapisan saluran organ dari zat-zat iritan, seperti debu, mikroorganisme, dan bakteri.

Namun, infeksi menyebabkan timbulnya rangsangan terhadap membran mukosa untuk memproduksi lendir secara lebih atau disebut juga dengan peristiwa ekspektorasi. Lendir yang diproduksi secara berlebihan oleh saluran pernapasan dapat menggumpal menjadi lendir yang kental.

Saat mengalami batuk berdahak, Anda juga dapat merasakan sesak di dada dan tenggorokan karena dahak yang menggumpal.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Batuk termasuk penyakit ringan yang mudah disembuhkan. Namun, batuk berdahak yang terus menerus terjadi dapat menandakan gangguan kesehatan serius.

Terdapat dua jenis batuk yang umumnya dikeluhkan oleh banyak orang, yaitu batuk berdahak dan batuk kering. Dalam istilah medis, keduanya juga dikenal dengan sebutan batuk produktif dan non-produktif berdasarkan produksi dahak yang dihasilkan.

Kedua jenis batuk tersebut memiliki faktor penyebab yang berbeda. Oleh karenanya, gejala dan cara penangananan dalam hal pemberian obat batuk juga berbeda.

Anda bisa mencegah diri sendiri mengalami kondisi ini dengan menghindari faktor risikonya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala batuk berdahak?

Gejala-gejala yang muncul menandakan seberapa berbahaya batuk berdahak yang Anda alami. Penting untuk lebih sensitif terhadap munculnya gejala-gejala dari jenis batuk ini. Dengan begitu, Anda bisa melakukan penanganan lebih dini sebelum kondisi batuk berdahak semakin parah.

Berikut adalah gejala-gejala lain yang bisa menyertai kondisi batuk ini:

  • Tenggorokan terasa perih
  • Sesak napas
  • Tubuh menggigil
  • Batuk menerus yang disertai dengan keluarnya dahak
  • Hidung tersumbat dan beringus

Dalam beberapa kasus batuk berdahak, dahak yang dikeluarkan juga dapat berwarna kemerahan karena disertai darah. Kondisi ini dinamakan dengan hemoptysis (batuk berdarah). Apabila warna merah yang terlihat pada dahak cukup pekat, Anda sebaiknya langsung meminta pertolongan dokter sebagai langkah pengobatannya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera berkonsultasi dengan dokter jika  atuk berdahak yang dialami telah berlangsung hingga dua minggu lebih.

Apalagi jika Anda semakin kesulitan untuk bernapas, batuk disertai dengan keluarnya darah, dan warna kulit yang berubah pucat membiru. Lendir yang nampak kental dan berbau juga dapat menandakan terjadinya infeksi yang lebih serius.

Inilah beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk segera memeriksakan diri dan anak Anda ke dokter saat mengalami batuk berdahak:

  • Batuk berdahak tidak berangsur sembuh selama lebih dari dua minggu.
  • Terdapat rasa nyeri di dada sehingga merasa sesak napas, meskipun tidak memiliki alergi atau asma.
  • Munculnya ruam dan bintuk pada permukaan kulit.
  • Dahak semakin kental dan berubah warna menjadi lebih pekat.
  • Batuk berdahak disertai dengan darah.
  • Intesitas batuk semakin tinggi di malam hari.
  • Untuk anak-anak di bawah umur 2 tahun, saat suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih selama lebih dari satu hari.
  • Terserang demam dan suhu tubuh naik hingga 40 derajat Celcius.
  • Otot tubuh terasa nyeri
  • Mengalami kejang.

Penyebab

Apa penyebab batuk berdahak?

Batuk berdahak disebabkan oleh infeksi yang terjadi di bagian saluran pernapasan di bagian bawah. Patogen yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan umumnya merupakan bakteri atau virus.

Infeksi yang terjadi merangsang terjadinya sekresi lendir yang melebihi kadar normal.

Bila terjadi peradangan yang menahun dapat terjadi perubahan pada sel di lapisan submukosa, sehingga terjadi hipertrofi dari kelenjar submukosa dan dihasilkan lendir yang berlebih, salah satu contohnya pada penyakit asma yang tidak terkontrol. 

Selain infeksi virus atau bakteri, terdapat beberapa kondisi lain kenapa saluran pernapasan memproduksi bakteri dalam jumlah berlebih yang menyebabkan terjadinya batuk yang disertai dahak.

Terutama saat batuk berdahak telah berlangsung lebih dari beberapa minggu, maka kemungkinan besar disebabkan oleh:

1. Pilek atau flu

Virus yang menjadi penyebab penyakit pilek dan flu dapat memunculkan batuk berdahak. Biasanya gejala batuk berdahak tersebut ditunjukkan dengan hidung yang terasa mampet dan tak berbenti mengeluarkan ingus, bersin-bersin, demam, dan terjadinya postnasal drip.

Postnasal drip adalah kondisi di mana ingus mengalir di bagian belakang tenggorokan sehingga mengiritasi tenggorokan. Gejala dapat berlangsung selama 2 sampai 4 minggu.

2. Bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi di saluran bronkus, yaitu saluran yang membawa udara dari hidung dan tenggorokan turun ke paru-paru. Penyakit ini menyebabkan Anda batuk berdahak sampai dengan berminggu-minggu.

Bronkitis berdasarkan durasi terjadinya batuk, terdiri dari dua jenis, yaitu bronkitis akut yang disebabkan oleh beberapa virus dan bronkitis kronis yang kerap menyerang para perokok berat.

3. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi akut pada paru-paru yang disebabkan sebagian besar oleh bakteri, dan beberapa kemungkinan lain oleh virus ataupun jamur. Akibatnya, proses sekresi lendir di sekitar paru menjadi lebih intensif sehingga paru pun menghasilkan lendir yang cukup banyak.

Penelitian yang dipublikasikan di Medical Archive menyebutkan Pneumonia menjadi salah satu penyebab paling umum dari batuk berdahak yang dialami oleh anak-anak.

Selain menyebabkan batuk yang disertai dahak, penyakit ini memiliki pengaruh besar terhadap penurunan kondisi kesehatan. Bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa. Batuk dengan dahak yang disebabkan pneumonia biasanya dapat berlangsung berminggu-minggu.

4. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Kerusakan paru-paru maupun saluran yang membawa udara ke bagian paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Saat beberapa risiko tersebut berlangsung secara bersamaan, maka dapat menyebabkan terjadinya batuk berdahak dalam jangka waktu yang lama.

PPOK yang terinfeksi memperlihatkan gejala PPOK seperti batuk dengan lendir berwarna putih kehijauan dan pernapasan yang memendek atau kesulitan bernapas. Penyebab utama dari penyakit ini adalah kebiasaan merokok.

5. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis merupakan kondisi genetik tertentu yang terdapat pada sistem pernapasan, yang biasanya sudah bisa diketahui semenjak kecil. Batuk berdahak menjadi salah satu gejala utama dari cystic fibrosis.

Kondisi ini membuat sistem pernapasan menghasilkan lendir yang bersifat lebih tebal dan lengket sehingga dapat menghalangi saluran udara dan menyebabkan sesak nafas.

Tidak seperti penyebab batuk berdahak lainnya, dahak yang dihasilkan akibat cystic fibrosis lebih berbau.

6. Asma

Produksi dahak berlebih atau mucus hypersecretion telah lama dikaitkan sebagai penyebab dari penyakit asma.

Dahak ini menghalangi jalannya udara di dalam saluran pernapasan sehingga mengakibatkan penderitanya mengalami sesak nafas.

Mengutip Asthma UK, sebagian penderita asma tak hanya mengalami sesak napas, tapi juga batuk berdahak hingga berhari-hari.

Diagnosis

Bagaimana mendiagnosis penyakit dengan kondisi ini?

Saat berkonsultasi, dokter biasanya menanyakan berapa lama batuk berdahak telah berlangsung berikut seberapa parah gejala yang dialami. Beberapa penyebab batuk berdahak dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik sederhana.

Saat Anda berkonsultasi ke dokter, biasanya dokter akan menanyakan konsistensi dan warna dahak yang dihasilkan dari tenggorokan. Apakah dahak encer, kental, atau lengket? Hal ini bertujuan untuk menetukan diagnosis secara lebih lanjut.

Dahak yang memperlihatkan warna seperti karat besi (rust coloured) dapat menunjukan infeksi pneumonia. Sementara dahak berwarna hitam dan berbau busuk, bahkan disertai nanah, dapat menandakan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri anaerob atau diakibatkan oleh abses paru.

Jika batuk telah berlangsung cukup lama disertai sejumlah gejala serius, seperti demam, penurunan berat badan, dan sering kehilangan kesadaran, dokter akan mengadakan serangkaian tes di antaranya seperti tes:

  • X-ray untuk mengetahui kinerja paru-paru
  • Tes darah
  • Tes lab untuk menganalisis kondisi dahak
  • Pengukuran denyut nadi (pulse oximetry) untuk mengukur kadar oksigen di dalam tubuh.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati batuk berdahak?

Sebagian besar batuk yang disertai dahak diakibatkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan, seperti pilek dan flu biasanya dapat dipulihkan dengan cara mandiri, seperti istirahat atau mengonsumsi obat apotek.

Begitupun untuk batuk berdahak yang disebabkan oleh bakteri, pemulihannya dapat dilakukan dengan mengonsumsi antibiotik.

Penting untuk diketahui bahwa obat batuk berdahak yang tepat tidak bertujuan meringankan batuk selayaknya obat batuk kering, melainkan untuk merangsang batuk agar lebih efektif dalam membantu membersihkan saluran pernapasan dari lendir dan iritan lainnya.

Inilah beberapa karakteristik obat apotek yang aman dikonsumsi untuk menyembuhkan batuk berdahak:

  • Ekspektoran: Mengandung bahan-bahan seperti bromhexine , guaifenesin, ipecacuanha yang berfungsi secara efektif dalam mengencerkan dahak. Kandungan bahan utamanya juga aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.
  • Mukolitik: Kandungan bromhexine dan asetilsistei di dalamnya bekerja dengan mengubah sifat fisik lendir sehingga menjadi lebih encer. Contoh obat-obatan yang mengandung mukolitik adalah bromheksi, asetilsisitein, dan ambroksol.
  • Obat kombinasi: Kandungannya terdiri dari ekspektoran dan mukolitik sehingga dapat menghilangkan lendir yang menghambat saluran pernapasan.
  • Balsam Mentol: Kombinasi senyawa kampor dan mentol yang terkandung dalam balsem usap dapat membuat tenggorokan terasa lebih lega, menurunkan frekuensi dan gejala batuk, serta membuat nafas terasa lebih plong.
  • Ibuprofen: Ibuprofen mengatasi batuk berdahak yang disertai demam dan membantu meredakan sakit pada tenggorokan.

Adakah pantangan dalam pengobatan batuk berdahak?

Selain mengetahui jenis-jenis obat yang bisa digunakan untuk batuk berdahak, Anda juga sebaiknya mewaspadai beberapa kandungan obat apotek yang dapat membahayakan kesehatan seperti berikut ini.

  • Jika Anda sedang menyusui atau hamil sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung calcium iodide, alkohol, dan kodein. Kodein dapat mengakibatkan gangguan pernapasan pada bayi, sementara alkohol dan iodide bisa menimbulkan kecanduan saat bayi dilahirkan.
  • Beberapa obat supresan lainnya yang mengandung kodein berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih untuk waktu yang lama. Risiko dari mengonsumsi kodein dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan bahkan kematian.
  • Anda yang mengidap diabetes, sakit jantung, gangguan tiroid sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi obat apotek.
  • Sebelum mengonsumsi, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap kandungan yang terdapat di dalam obat.

Penggunaan obat batuk apotek sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan bijak. Pelajari selalu kandungan obat, efek samping, dan cara penggunaan yang tertera pada kemasannya.

Jika Anda tidak memahami dengan baik, jangan ragu untuk bertanya pada petugas apotek, apoteker, ataupun berkonsultasi langsung dengan dokter.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Tidak hanya konsumsi obat batuk generik. Beberapa langkah penanganan sederhana ini juga dapat diterapkan untuk meringankan batuk berdahak secara mandiri. Pengobatan alternatif seperti berikut ini dianggap lebih aman karena tak memiliki efek samping seperti obat apotek.

  • Perbanyak istirahat dengan mengurangi aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari.
  • Pastikan kadar cairan di dalam tubuh selalu tercukupi. Perbanyaklah minum air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama mengalami batuk berdahak.
  • Berkumur dengan air garam setiap tiga jam sehari selama mengami gejala batuk.
  • Minum madu yang telah dilarutkan dalam perasan lemon dan teh untuk menghilangkan lendir yang menggumpal di tenggorokan.
  • Mengonsumsi jahe dan bawang putih mentah secara langsung.
  • Jaga suhu tubuh tetap hangat, salah satu caranya adalah dengan mandi air hangat. Suhu air yang tinggi dapat membantu mengencerkan dahak.

Bagaimana cara meredakan batuk berdahak pada anak?

Batuk berdahak pada anak paling banyak disebabkan oleh virus, asma, dan pneumonia. Beberapa penyebab lainnya dapat berasal dari infeksi dari iritan yang berada lingkungan sekitar seperti asap rokok dan polusi. Tak jarang, saat terserang penyakit batuk rejan anak-anak juga mengalami batuk berdahak.

Pengobatan batuk berdahak untuk anak-anak tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Apalagi, berdasarkan American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak dibawah umur empat tahun tidak disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan batuk yang mudah diperoleh di apotek.

Tidak hanya batuk yang menerus, kurang lancarnya aliran udara dalam saluran pernapasan juga menyebabkan anak-anak merasa sesak napas sehingga sulit untuk tidur di malam hari.

Nah, untuk mengatasi batuk berdahak ini Anda bisa memberikan 1/2 sendok madu sebelum mereka tidur untuk mempercepat penyembuhannya di malam hari. Namun, pemberian madu bisa memicu botulisme pada anak berumur di bawah 12 bulan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Tips yang Dapat Dilakukan Agar Batuk Berdahak Cepat Hilang

Batuk berdahak tidak dapat dianggap sepele. Selain dapat mengganggu aktivitas, batuk ini dapat menjadi pertanda gejala dari penyakit yang lebih serius.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki

Efektif Menghentikan Batuk, Coba 13 Ragam Obat Batuk Alami Ini

Selain murah, aman, dan mudah diperoleh, pilihan obat batuk alami ini dapat bekerja sama efektifnya dengan obat batuk apotek atau yang diberikan dokter.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Jika ingin menghindari risiko efek samping dari obat apotek, sebaiknya gunakan berbagai obat batuk alami untuk ibu hamil ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Mucohexin

PenggunaanUntuk apa mucohexin digunakan? Mucohexin adalah sebuah merek obat yang tersedia dalam bentuk sirup. Obat ini mengandung bromhexine sebagai kandungan utamanya. Bromhexine termasuk ke dalam golongan obat ...

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal tayang Mei 4, 2020
Tak Semua Batuk Itu Tanda COVID-19, Bagaimana Membedakannya?

Tak Semua Batuk Itu Tanda COVID-19, Bagaimana Membedakannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal tayang April 27, 2020
Kapan Harus Minum Obat Saat Sudah Mulai Batuk?

Kapan Harus Minum Obat Saat Sudah Mulai Batuk?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal tayang April 22, 2020
Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala Ini

Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Februari 18, 2020