Tonsilektomi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tonsilektomi?

Tonsilektomi adalah operasi pengangkatan tonsil/amandel, bagian dari kelompok jaringan limfoid  (seperti  kelenjar  di  leher)  yang berperan  untuk  melawan  infeksi  kuman  yang terhirup atau tertelan.Tonsilitis  terjadi  jika  amandel  telah  terinfeksi.  Hal  ini menyebabkan  nyeri,  demam  dan kesulitan menelan dan dapat membuat penderita merasa tidak enak badan.

Kapan saya harus menjalani tonsilektomi?

Operasi  ini  dianjurkan  karena  merupakan  satu‐satunya  cara  yang  efektif  untuk menghentikan  tonsilitis  yang  terus  mengancam.  Sakit  tenggorokan  yang  terjadi  terus menerus akan hilang setelah operasi pengangkatan amandel ini.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani tonsilektomi?

Pada  anak‐anak,  siklus  infeksi  yang  sering  terjadi  dapat  dipatahkan  dengan  pengobatan antibiotik. Untuk orang dewasa, pengobatan ini cenderung kurang efektif. Peradangan dan sakit tenggorokan yang dicegah dengan operasi kemungkinan disebabkan oleh  virus  dan  bukan  bakteri. Operasi  menyebabkan  beberapa  risiko  dan  membutuhkan waktu untuk pemulihan.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani tonsilektomi?

Pada  tahap  persiapan  operasi,  pastikan  Anda  memberi  tahu  dokter  mengenai  kondisi kesehatan Anda, obat‐obatan yang sedang dikonsumsi, maupun segala macam alergi yang Anda miliki. Dokter anestesi akan menjelaskan prosedur pembiusan dan memberi instruksi lebih lanjut. Pastikan Anda mengikuti  seluruh instruksi dokter termasuk larangan makan dan minum sebelum operasi.Pada  umumnya Anda  diwajibkan  untuk  berpuasa  selama  enam  jam  sebelum  proses pembedahan  dilakukan.  Namun,  Anda  mungkin  diperbolehkan untuk  mengonsumsi minuman seperti kopi beberapa jam menjelang operasi.

Bagaimana proses tonsilektomi?

Operasi ini dilakukan di bawah anestesi umum dan biasanya memakan waktu  sekitar 30 menit.Dokter bedah  akan melakukan tonsilektomi melalui mulut pasien. Mereka  akan mengiris amandel dari lapisan otot di bawahnya, menggunakan panas untuk menghilangkan tonsil dan mensterilkan  area  tersebut,  atau  menggunakan  energi  frekuensi  radio  untuk menghilangkan amandel. Dokter bedah juga akan menghentikan perdarahan berlebih.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani tonsilektomi?

Setelah menjalani operasi, Anda diperbolehkan pulang ke rumah keesokan harinya. Rasa sakit pasca operasi akan terus muncul hingga dua minggu dan cenderung terasa lebih parah di pagi hari. Biasanya  pasien  membutuhkan  waktu  pemulihan  selama  dua  minggu  sebelum kembali kerja, sekolah, dan bertemu dengan orang banyak. Olahraga teratur juga terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan. Namun sebelum memutuskan untuk berolahraga, sebaiknya mintalah saran dokter.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Setiap prosedur operasi pasti memiliki  risiko tersendiri, begitu juga dengan tonsilektomi. Dokter bedah akan menjelaskan segala macam risiko yang mungkin terjadi pasca operasi. Komplikasi umum yang dapat terjadi usai operasi  adalah  efek pasca pemberian  anestesi, perdarahan yang berlebihan, maupun penggumpalan darah di dalam pembuluh darah vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT).

Untuk tonsilektomi, komplikasi yang dapat terjadi adalah:

● potongan kecil amandel mungkin masih tersisa

● lingual tonsilitis

● perubahan kemampuan pengecapan

● merasa kejanggalan di tenggorokan

Anda  dapat  mengurangi  risiko  komplikasi  dengan  mengikuti  arahan  dokter  sebelum operasi, seperti puasa dan berhenti mengonsumsi obat‐obatan tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit