Perbaikan Hernia Umbilikalis Pada Anak-Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hernia umbilikalis?

Hernia umbilikalis disebabkan oleh titik lemah lapisan otot dinding perut, tepat di belakang umbilikus  (pusar).  Secara  alamiah,  hernia  umbilikalis  timbul  sejak  lahir  ketika  saluran umbikulus  gagal  menutup.  Biasanya,  hernia  akan  menutup  sebelum  bayi  lahir,  namun sebanyak  1  dari  5  bayi  yang  dilahirkan  prematur  (setelah  37  minggu)  masih  memiliki hernia umbilikalis. Apabila  memiliki  hernia, anak  akan  mengalami  pembengkakan,  terutama  ketika  mereka menangis atau bergeliat. Penyakit hernia tidak boleh dianggap  sepele karena dapat menyebabkan gangguan organ dalam  perut  seperti  usus  dan  terhambatnya  suplai  darah  karena terjepit  (strangulated hernia). Masalah ini akan muncul ketika anak sudah dewasa.

Apa manfaat dari operasi perbaikan hernia umbilikalis?

Hernia akan segera hilang. Operasi dapat menjadi solusi untuk mencegah komplikasi serius yang dapat disebabkan oleh penyakit ini ketika anak dewasa.

Pencegahan & peringatan

Apa  yang  harus  saya  ketahui  sebelum  anak  menjalani  operasi  perbaikan  hernia umbilikalis?

Hernia  umbilikalis  pada  anak‐anak  di  bawah  1  tahun  akan  cenderung  menutup  secara  spontan  (sembuh  sendiri). Namun, apabila hernia  masih  terbuka  ketika  anak  berusia  3 tahun, hernia harus ditangani melalui jalan operasi. Hernia berpotensi untuk muncul kembali.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum anak menjalani operasi?

Pada  tahap  persiapan  operasi,  pastikan  Anda  memberi  tahu  dokter  mengenai  kondisi  kesehatan anak, obat‐obatan yang sedang dikonsumsi, maupun segala macam alergi yang dimiliki  anak.  Dokter  anestesi  akan  menjelaskan  prosedur  pembiusan  dan  memberi instruksi lebih lanjut. Ikuti seluruh instruksi dokter termasuk larangan makan dan minum sebelum operasi. Pada  umumnya  anak diwajibkan  untuk  berpuasa  selama  enam  jam  sebelum  proses  pembedahan  dilakukan.  Namun,  anak  mungkin  diperbolehkan  untuk  mengonsumsi minuman seperti kopi beberapa jam menjelang operasi.

Bagaimana proses operasi perbaikan hernia umbilikalis?

Operasi  untuk  menangani  hernia  dilakukan  di  bawah  anestesi  umum.  Proses  operasi biasanya memakan waktu sekitar 60 menit. Dokter bedah akan membuat sayatan kecil di sekitar area pusar. Titik lemah pada dinding otot akan ditutup oleh beberapa lapis jahitan yang kuat.

Apa  yang  harus  saya  lakukan  setelah  anak  menjalani  operasi  perbaikan  hernia umbilikalis?

Setelah menjalani operasi, anak diperbolehkan pulang ke rumah pada hari yang sama. Biasanya,  anak  membutuhkan  waktu  pemulihan  selama  seminggu  sebelum  kembali  ke sekolah. Namun selama 6 minggu, anak tidak boleh melakukan olahraga berat. Sebagian besar anak menunjukkan progress yang baik pada masa pemulihan.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Setiap prosedur operasi pasti memiliki  risiko tersendiri. Dokter bedah  akan menjelaskan segala macam risiko yang mungkin terjadi pada anak pasca operasi. Komplikasi  umum  yang  dapat  terjadi  usai  operasi  di  antaranya  efek  pasca  pemberian  anestesi  yang  tidak  diharapkan,  perdarahan  yang  berlebihan,  atau  penyebaran  bekuan darah (deep vein thrombosis atau DVT).

Untuk operasi hernia ini, komplikasi yang dapat terjadi adalah:

● muncul pembengkakan di bawah luka operasi

● cedera pada struktur dalam perut

● bekas operasi terlihat buruk

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit