Chest Drain Insertion

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu chest drain insertion?

Chest drain insertion melibatkan pemasangan tabung kecil dalam ruang pleura Anda (ruang antara paru-paru dan tulang rusuk Anda) untuk menguras udara atau cairan.

Kumpulan udara (pneumothorax) terjadi jika paru-paru Anda tertusuk. Ini bisa menyebabkan sakit dan sesak nafas.

Kumpulan cairan (efusi pleura) bisa membuat Anda sulit bernafas.

Kapan saya harus menjalani chest drain insertion?

Anda mungkin perlu menguras dada untuk mengosongkan darah atau udara sesudah operasi atau trauma (di mana dada Anda mengalami tekanan langsung) untuk mencegah kegagalan paru-paru.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum melakukan chest drain insertion?

X-ray atau scan bisa memperlihatkan bahwa Anda memiliki udara atau cairan dan dokter Anda bisa mengosongkannya dengan menggunakan jarum. Namun, jika jumlahnya besar, chest drain insertion biasanya adalah pengobatan terbaik.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum prosedur dilakukan?

Karena pemasangan tabung dada secara umum sering dilakukan sebagai prosedur darurat atau setelah operasi, hanya ada persiapan minimum yang dibutuhkan oleh pasien. Jika Anda dalam keadaan sadar, dokter Anda akan meminta persetujuan Anda untuk melakukan prosedur. Jika Anda tidak sadar, ia akan menjelaskan kenapa tabung dada perlu dilakukan setelah Anda bangun.

Umumnya, X-ray, USG dada, atau CT scan dada sebelumnya dilakukan untuk membantu mengonfirmasi bahwa masalah paru-paru Anda adalah benar karena cairan atau udara, dan untuk menentukan apakah pemasangan tabung dada akan membantu mengatasi masalah ini.

Bagaimana proses prosedur ini?

Memasukkan tabung biasanya memakan waktu kurang dari 20 menit.

Dokter Anda akan menyuntik bius lokal ke area di mana tabung akan dimasukkan.

Dokter Anda akan membuat sayatan dan memasukkan tabung dalam ruangan antara paru-paru dan tulang rusuk. Tabung ini melekat pada kantung pengurasan atau kantung khusus.

Apa yang harus saya lakukan setelah prosedur ini?

Anda biasanya akan tinggal di rumah sakit sampai tabung dada Anda dilepas. Pasien kadang-kadang bisa pulang ke rumah dengan tabung dada.

Saat tabung dada berada dalam tubuh Anda, perawat akan berhati-hati mengecek untuk kebocoran udara, masalah pernafasan, dan jika Anda memerlukan oksigen. Mereka juga akan memastikan tabung berada pada tempatnya. Perawat Anda akan mengatakan kepada Anda apakah Anda sudah boleh berdiri dan berjalan-jalan atau duduk di kursi.

Apa yang perlu Anda lakukan?

Bernafas dalam-dalam dan cobalah rutin batuk (perawat Anda akan mengajari Anda bagaimana melakukannya). Nafas yang dalam dan batuk akan membantu memperbesar kembali paru-paru Anda, membantu pengurasan, dan mencegah cairan menumpuk dalam paru-paru Anda.

Berhati-hatilah jangan sampai tabung Anda terbelit. Sistem pengurasan sebaiknya selalu dalam keadaan tegak dan di bawah paru-paru Anda. Jika tidak, cairan dan udara tidak akan terkuras dan paru-paru Anda tidak bisa membesar.

Segera cari pertolongan jika:

  • tabung dada Anda keluar atau bergeser
  • tabung tidak tersambung
  • tiba-tiba Anda sulit bernafas atau mengalami sakit yang lebih parah

Melepas tabung dada biasanya dilakukan dengan cepat, dan tanpa obat penenang. Dokter Anda akan memberikan instruksi spesifik, namun penting untuk menahan nafas saat tabung sedang dilepas supaya tidak ada udara tambahan yang masuk ke paru-paru.

Setelah itu, perban akan menutup bekas pemasangan tadi. Anda mungkin akan memiliki bekas luka kecil.

Dokter Anda dapat menjadwalkan x-ray pada kemudian hari untuk memastikan tidak ada penumpukan udara dan cairan yang tidak diperlukan di paru-paru.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Beberapa risiko prosedur pemasangan yaitu:

    • tabung bergeser tak sengaja (ini bisa menyebabkan jaringan di sekitar tabung rusak)
    • infeksi atau perdarahan ketika tabung dimasukkan
    • terjadi penumpukan nanah
    • penempatan tabung yang tidak baik (melalui jaringan, perut, atau terlalu jauh dalam dada)
    • cedera pada paru-paru, yang dapat menyebabkan lebih sulit bernafas
    • cedera organ dekat tabung, seperti limfa, perut, atau diafragma
    • komplikasi serius

Komplikasi serius jarang terjadi, biasanya rata-rata hanya terjadi pada kurang dari 5% kasus. Komplikasi ini adalah:

    • perdarahan pada ruang pleural
    • cedera paru-paru, diafragma, atau perut
    • paru-paru kolaps saat tabung dilepas
    • infeksi

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

    Luka bakar tidak boleh sembarangan diobati dengan obat luka biasa. Seperti apa cara penanganan pertama pada luka bakar yang benar?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Direkomendasikan untuk Anda

    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    mengukur tekanan darah anak

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
    pencegahan anemia

    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020