Sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara nonton TV terlalu lama dan risiko diabetes tipe 2 untuk orang dewasa, meskipun dampak dari nonton TV dan diabetes ini belum ditemukan hubungan pastinya terhadap anak-anak. Apa benar bahwa kebanyakan nonton TV berisiko diabetes lebih tinggi? Simak penjelasan di bawah ini.

Penelitian menyatakan kebanyakan nonton TV berisiko diabetes

Selama tahun 2003-2006, para peneliti melakukan survey pada 2.800 orang dewasa. Mereka menanyakan berapa lama para partisipan ini menonton TV dan menggunakan komputer dan berapa banyak mereka berolahraga. Kemudian kadar insulin mereka pun diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan untuk menonton TV, ternyata kadar insulinnya pun semakin tinggi. Peneliti belum mengetahui bagaimana proses ini sebenarnya terjadi. Namun demikian, insulin yang lebih tinggi berkaitan erat dengan penyakit diabetes yang dapat terjadi di kemudian hari.

Para ahli kesehatan sudah banyak mengingatkan, bahwa setiap jam yang dihabiskan untuk menonton televisi dapat memicu munculnya gejala diabetes. Anggapan ini juga dibuktikan pada sebuah studi yang mengungkap bahwa setiap jam yang dihabiskan orang di depan layar TV dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 3,4 persen. Peneliti pun percaya kalau kebanyakan duduk juga berdampak pada risiko kesehatan yang memburuk.

Orang yang malas bergerak lebih rentan tidak panjang umur

Di Inggris, jumlah rata-rata orang menghabiskan waktu menonton TV sekitar 4 jam sehari, lebih rendah satu jam dibandingkan dengan rata-rata warga Amerika. Perilaku malas bergerak ini erat kaitannya dengan obesitas, kadar lemak darah tinggi dan faktor risiko penyakit jantung lainnya.

Penelitian sebelumnya malah sudah menemukan bahwa orang yang menonton televisi 6 jam sehari bisa memperpendek umur sampai 5 tahun, itu jika dibandingkan dengan seseorang yang jarang menonton di layar kaca. Karena, rata-rata orang dewasa menghabiskan 90 % waktu senggangnya untuk duduk, dan selebihnya malas untuk melakukan aktivitas fisik.

Tingkatkan aktivitas dan gerak tubuh guna mencegah bahaya mematikan

Beberapa contoh penelitian di atas sebetulnya tidak menunjukkan dampak langsung bahwa nonton TV berisiko diabetes. Namun, secara tidak langsung membandingkan dampak yang diterima dari nonton TV dan kebanyakan duduk. Juru bicara  dari Diabetes UK,  Richard Elliott mengatakan kalau hal ini bisa dicegah kalau diimbangi dengan mengurangi waktu menontonnya saja.

Akali juga dengan melakukan aktivitas lain sambil nonton TV, seperti berlari di treadmill sambil menonton TV, melipat baju, memotong sayuran, atau bahkan sambil mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Selain itu, asupan makanan sehat juga merupakan cara terbaik untuk mencegah bahaya-bahaya di atas.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca