5 Mitos Tentang Pil KB yang Sebenarnya Salah Besar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak mitos seputar pil KB yang dipercayai para wanita. Dari yang bisa menambah gemuk, membuat wajah berjerawat, hingga yang dapat mempengaruhi kesuburan. Padahal, semua informasi mengenai pil KB tersebut hanyalah mitos belaka. Memang banyak anggapan yang beredar, padahal sebenarnya tidak tepat. Lalu, apa saja mitos pil KB lainnya yang sering disalahpahami banyak wanita? Simak penjelasan mengenai berbagai mitos pil KB pada artikel di bawah ini. 

Mitos 1: Pil KB bikin gemuk

Salah satu mitos pil KB yang banyak dipercaya orang adalah jika mengonsumsi pil kontrasepsi ini, wanita tersebut pasti akan mengalami perubahan berat badan. Alih-alih menurunkan berat badan, mitos menyatakan bahwa pil KB justru akan meningkatkan berat badan Anda. Sehingga, berdasarkan mitos yang beredar, setelah mengonsumsi pil KB, berat badan akan melesat drastis. Benarkah?

Fakta: tidak semua pil KB bisa bikin gemuk

Faktanya, sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Cochrane Database System Review menyatakan hal yang berkebalikan dengan mitos mengenai pil KB tersebut. Penelitian tersebut menyatakan bahwa kandungan estrogen di dalam pil KB memang dapat menyebabkan wanita yang mengonsumsinya merasa kembung.

Tapi, hal ini akan berlalu dalam waktu singkat. Sementara itu, kandungan progestin dalam pil mungkin dapat meningkatkan nafsu makan, yang berpotensi meningkatkan berat badan jika tidak diimbangi dengan diet dan olahraga.

Tidak hanya itu, wanita yang mengonsumsi pil KB mungkin akan mengalami retensi air. Namun, Anda sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir. Pasalnya, hal ini bisa diatasi jika Anda mengganti dosis yang Anda konsumsi dengan dosis yang lebih rendah.

Artinya, mitos mengenai pil KB ini mungkin terjadi, namun frekuensinya cukup jarang dan bisa diatasi. Memang beberapa wanita mengalami sedikit kenaikan berat badan saat mulai minum. Namun, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa pil KB-lah yang menyebabkan kenaikan berat badan wanita-wanita ini.

Bila Anda khawatir mengenai kebenaran dari mitos mengenai pil KB tersebut, bicarakan dengan dokter Anda. Dokter akan menyarankan jenis yang sesuai dengan Anda, karena pil KB terdiri dari dua jenis yaitu pil kombinasi (mengandung estrogen dan progestin) dan pil progestin (sintesis hormon progesteron) saja.

Sebagian besar pil KB menggunakan jenis estrogen yang sama dalam berbagai dosis, tapi setiap merek pil mungkin menawarkan jenis progestin yang berbeda, dengan dosis yang berbeda pula. Hal ini membuat Anda berpotensi mengalami efek samping yang berbeda juga.

Ada baiknya Anda memilih pil kombinasi yang mengandung jenis progesteron tertentu yang mengandung anti mineral kortokoid, sehingga berfungsi untuk mencegah penumpukan air dan garam dalam tubuh. Jenis tersebut dapat menjaga berat badan tetap stabil dan tidak bertambah. Hal ini membuat Anda bisa melawan mitos mengenai pil KB tersebut. 

Mitos 2: Pil KB membuat haid tidak teratur

Mitos berikutnya mengenai pil KB adalah pil tersebut membuat menstruasi Anda menjadi tidak teratur. Bahkan mitos ini juga menyatakan bahwa Anda mungkin hanya akan mengalami menstruasi sebanyak satu kali dalam kurun waktu tiga bulan jika menggunakan pil KB. Tapi, apakah mitos mengenai pil KB tersebut bisa diuji kebenarannya?

Fakta: pil KB membuat jadwal menstruasi lebih teratur

Faktanya, mitos mengenai pil KB tersebut termasuk salah kaprah. Mengapa demikian? Pasalnya, pil KB justru membuat siklus menstruasi menjadi lebih teratur. Hal ini sangat membantu untuk wanita yang memiliki siklus haid terlalu cepat atau terlalu jarang.

Pil ini juga cenderung meminimalkan gejala PMS atau premenstrual syndrome yang sering kali dialami banyak wanita saat sedang menstruasi. Nyeri haid yang biasanya Anda alami mungkin juga akan lebih berkurang. Beberapa wanita juga melaporkan durasi haid mereka menjadi lebih singkat setelah minum pil KB.

Kontrasepsi ini digunakan untuk mencegah ovulasi, yaitu pelepasan sel telur selama siklus bulanan. Wanita tidak bisa hamil jika tidak berovulasi. Pil ini bekerja dengan menebalkan lendir dan sekitar serviks, yang semakin mempersulit sperma untuk memasuki uterus dan mencapai sel telur yang sudah dilepas.

Mitos 3: Wajah bisa berjerawat

Mitos lain mengenai pil KB adalah menggunakan pil ini bisa membuat Anda memiliki banyak jerawat. Bahkan, mitos tersebut menyatakan bahwa Anda yang belum pernah berjerawat mungkin akan mendadak mengalaminya setelah mengonsumsi pil KB. Tapi, benarkah mitos mengenai pil KB tersebut?

Fakta: pil KB dapat mengobati jerawat

Justru, faktanya adalah pil KB bisa menjadi pilihan pengobatan jerawat dari dokter. Salah satu penyebab jerawat adalah  meningkatnya hormon androgen. Androgen ini memicu kelebihan produksi minyak di sebum yang menyumbat pori-pori dan meningkatkan timbulnya jerawat, sehingga untuk menghilangkan jerawat, kadar androgen perlu dikurangkan dalam aliran darah.

Saat Anda mengonsumsi pil yang mengandung estrogen dan jenis progestin tertentu, jenis progestin ini membantu menurunkan kadar androgen dan umumnya membuat Anda memiliki kulit yang bersih setelah tiga bulan pemakaian. Oleh karenanya, mitos mengenai pil KB yang satu ini bisa dianggap hanya sekedar mitos. 

Mitos 4: Pil KB membuat tidak subur

Setelah itu, mitos berikutnya yang berkaitan dengan penggunaan pil KB adalah pil kontrasepsi ini dapat memengaruhi kesuburan Anda. Mengingat tujuan dari menggunakan pil KB ini adalah mencegah kehamilan, mitos menyatakan pil ini justru dapat menyebabkan kemandulan. Tapi, apakah mitos mengenai pil KB ini benar adanya?

Fakta: pil KB tidak memengaruhi kesuburan

Mitos ini ternyata tidak sesuai dengan fakta mengenai penggunaan pil KB. Masalahnya, tidak sesuai dengan mitos, faktanya, penggunaan pil KB tidak ada hubungannya dengan kesuburan Anda. Anda bisa langsung kembali subur dan hamil setelah Anda berhenti menggunakan pil KB ini

Meski begitu, pada beberapa wanita, mungkin harus menunggu beberapa waktu agar bisa hamil setelah berhenti. Khususnya, bagi para wanita yang sudah mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebelum menggunakan pil KB.

Sebenarnya, penurunan kesuburan lebih sering disebabkan oleh faktor alami. Misalnya, sering kali wanita yang menggunakan pil KB menunda kehamilan sampai usia akhir 30-an, saat kesuburan mereka secara alami memang sudah mulai berkurang.

Mitos 5: Pil KB bisa menyebabkan kanker

Mitos lain mengenai pil KB yang tidak perlu Anda percayai adalah penggunaan pil kontrasepsi ini dapat menyebabkan berbagai jenis kanker. Mitos menyatakan bahwa salah satu kanker yang disebut dapat dialami oleh wanita yang menggunakan pil KB adalah kanker payudara.

Fakta: pil KB tidak menyebabkan kanker

Padahal, berkebalikan dengan mitos pil KB ini, pil kontrasepsi ini justru bisa memberikan efek perlindungan terhadap beberapa jenis kanker. Apalagi, berbeda dengan mitos yang beredar, kanker payudara lebih berkaitan dengan masalah hormon, bukan karena penggunaan pil KB biasa.

Memang ada beberapa penelitian yang menunjukkan sedikit peningkatan risiko kanker payudara, serviks, dan hati, namun ini lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor hormonal lain. Misalnya, usia terlalu muda saat haid pertama atau saat memasuki menopause, dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan risiko kanker payudara.

Bagi wanita yang sudah memiliki risiko untuk terkena kanker, penggunaan pil ini bisa mengurangi risiko kejadian kanker ovariumendometrial, dan kolorektal. Penelitian ini dilakukan pada wanita yang sudah memiliki risiko tinggi terkena kanker karena ada riwayat keluarga.

Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi praktisi kesehatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 1, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca