Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 42 Minggu

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020
Bagikan sekarang

Perkembangan Janin

Bagaimana perkembangan janin 42 minggu kehamilan?

Memasuki perkembangan bayi 42 minggu usia kehamilan, bisa dibilang Anda sudah mendekati waktu bersalin.

Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua bayi akan lahir sesuai dengan tanggal perkiraan lahirnya di awal kehamilan.

Dikutip dari What To Expect, dalam beberapa kasus, bayi bisa saja lahir 2 minggu lebih awal dari tanggal perkiraan jatuh temponya.

Sekitar 98 persen bayi akan lahir sebelum akhir minggu ke-42 kehamilan. Jadi, jangan khawatir bila si kecil lahir lebih cepat dari perkiraan Anda.

Ukuran janin Anda di 42 minggu kehamilan kira-kira sudah sebesar buah semangka atau nangka yang cukup besar, ini sesuai dengan perkembangan bayi.

Meski begitu, bukan tidak mungkin Anda masih akan tetap bisa melahirkannya secara normal melalui vagina.

Bayi yang lahir melewati tanggal perkiraan yang seharusnya kadang tampak memiliki rambut dan kuku yang cenderung lebih panjang.

Bahkan disertai dengan kulit kering, pecah-pecah, terkelupas, serta berkerut. Kondisi ini sering dialami janin di perkembangan kehamilan usia 42 minggu.

Kondisi ini biasanya hanya berlangsung sementara karena ia kehilangan vernix (zat pelindung dalam kulit bayi) akibat kelahirannya yang melewati tanggal jatuh tempo.

Perubahan pada Tubuh

Bagaimana perubahan pada tubuh ibu hamil di perkembangan janin usia kehamilan 42 minggu?

Tidak jauh berbeda seperti kehamilan di beberapa minggu sebelumnya. Pada perkembangan bayi 42 minggu, gejala kehamilan yang Anda rasakan masih tetap sama.

Hal ini meliputi kram kaki, sulit tidur, sakit punggung, tekanan pada panggul, wasir (ambeien), sering buang air kecil, serta kontraksi.

Selain itu, meski tidak selalu tapi Anda bisa mengalami tekanan psikologis menjelang melahirkan.

Jangan panik, sebaiknya coba untuk lebih rileks dan santai demi kebaikan diri dan bayi di dalam kandungan, terutama menjelang tanggal perkiraan kelahirannya.

Anda bisa berkomunikasi dengan janin di dalam perut karena di kehamilan usia 42 minggu, janin sudah bisa diajak berinteraksi.

Perhatikan, ada kemungkinan bahwa si kecil akan lahir di akhir minggu ke-42 ini. Sebaiknya sadari bila Anda merasakan beberapa tanda persalinan berikut ini:

  • Keluarnya lendir, yang kadang disertai perdarahan
  • Air ketuban pecah
  • Kontraksi yang konstan dan intensif dalam jarak yang dekat

Bila Anda mengalami tanda-tanda di atas, segera hubungi dokter agar perkembangan janin kehamilan 42 minggu tidak terganggu dan bayi bisa langsung dikeluarkan.

Menjaga kehamilan yang berjalan 42 minggu

Belum muncul tanda-tanda akan melahirkan pada perkembangan janin usia kehamilan 42 minggu sebenarnya tidak masalah.

Namun, yang harus dikhawatirkan ketika bayi belum kunjung lahir di usia kehamilan lebih dari 42 minggu. Itu artinya, Anda berisiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti:

Di atas merupakan contoh komplikasi kehamilan dan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Segera hubungi dokter agar segera ditangani.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter untuk membantu perkembangan janin usia kehamilan 42 minggu?

Selalu konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami gejala yang tidak normal pada perkembangan janin 42 minggu kehamilan ini.

Ditakutkan, ada kemungkinan komplikasi yang muncul dalam kehamilan. Anda juga dianjurkan untuk merasakan berapa banyak tendangan yang biasanya dilakukan si kecil di dalam perut selama kehamilan trimester ketiga ini.

Segera waspadai jika tiba-tiba frekuensi tendangan bayi berubah, terutama jadi tidak sesering biasanya.

Tidak hanya itu, tanda ketidaknormalan lainnya yang harus turut Anda perhatikan yakni keputihan, perdarahan, serta nyeri perut yang tidak biasa. Jangan tunda untuk memeriksakannya dengan dokter setelah mengalami gejala tersebut.

Tes yang mungkin dibutuhkan guna mendukung perkembangan janin 42 minggu

Pada tahap perkembangan janin 42 minggu, dokter akan lebih ketat dalam memerhatikan kehamilan Anda.

Pasalnya jika di minggu akhir kehamilan ini Anda tidak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, Anda punya risiko yang lebih besar untuk mengalami komplikasi kehamilan.

Namun, Anda boleh bernapas lega selama si kecil di dalam kandungan tidak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

Di masa ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan guna memastikan kondisi bayi dalam perut Anda. Mulai dari pemeriksaan USG kehamilan, tes non stres, hingga tes stres kontraksi.

Semua tes ini bertujuan untuk memeriksa apakah bayi bergerak dengan baik, bernapas dengan lancar, memiliki jumlah cairan ketuban yang cukup, dan denyut jantungnya stabil.

Jika kelahiran Anda kemungkinan terlambat dari tanggal jatuh tempo, dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan induksi persalinan.

Apalagi jika saat serangkaian tes sebelumnya menunjukkan kalau bayi tidak boleh berada lebih lama lagi di dalam kandungan. Proses prosedur induksi persalinan meliputi:

Melepas membran pembungkus bayi

Ini adalah salah satu prosedur induksi persalinan. Cara melepas membran pembungkus bayi yaitu dengan mengusap kantung ketuban agar melepaskan hormon tertentu sehingga memicu terjadinya kontraksi dalam 48 jam ke depan.

Memecahkan ketuban

Memecahkan kantung ketuban, dengan menggunakan suatu alat khusus supaya kontraksi semakin muncul lebih cepat.

Memakai obat tertentu

Mematangkan rahim bisa dilakukan dengan cara memasukkan jenis obat tertentu, dikenal sebagai prostaglandin, ke dalam vagina.

Kurang lebih dalam waktu semalam, obat ini dapat membantu untuk melebarkan ukuran leher rahim yang akan mempermudah proses melahirkan.

Merangsang kontraksi

Cara merangsang kontraksi yaitu dengan menggunakan versi sintesis atau buatan dari hormon oksitosin sehingga kontraksi lebih mudah terjadi.

Kesehatan dan Keselamatan

Apa saja yang perlu saya ketahui untuk menjaga kesehatan perkembangan janin usia kehamilan 42 minggu?

Berikut ini beberapa cara yang bisa membantu Anda untuk tetap menjaga kehamilan usia 42 minggu di penghujung trimester ketiga:

  • Rutin konsultasikan kondisi kesehatan Anda pada dokter.
  • Jangan ragu untuk selalu bertanya dan mendiskusikan pada dokter.
  • Lakukan serangkaian tes yang memang diperlukan selama kehamilan.
  • Luangkan waktu untuk berjalan kaki lebih sering daripada biasanya.
  • Sebisa mungkin hindari stres.

Berikan sugesti positif pada janin agar tidak stres tapi tetap bisa segera dilahirkan, mengingat usia kehamilan sudah semakin besar.

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Pengaruh Konsumsi Buah Terhadap Perkembangan Kognitif Janin

    Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa konsumsi buah-buahan dapat berpengaruh pada perkembangan kognitif janin. Apa saja?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    bahan kimia kosmetik autisme

    Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020