Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 30 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Janin

Bagaimana perkembangan janin di usia kehamilan 30 minggu?

Mengutip dari Baby Center, memasuki minggu 30 kehamilan, tubuh janin di dalam rahim Anda sudah seukuran semangka kecil.

Perkembangan janin Anda di usia kehamilan 30 minggu beratnya sekitar 1,3 kilogram dengan panjang sekitar 40 cm dari kepala hingga tumit.

Meski begitu, berat janin di dalam kandungan masih akan terus bertambah sampai hari kelahirannya nanti.

Lapisan lemak yang mengelilingi tubuh bayi usia 30 minggu kehamilan juga semakin menebal. Hal ini terjadi agar kulit janin tidak terlihat keriput dan bisa tetap hangat setelah ia lahir nanti.

Satu perkembangan janin di minggu 30 kehamilan yang tidak kalah menarik adalah kemampuannya untuk meniru pola pernapasan Anda.

Di usia ini, janin sudah mulai dapat berlatih gerakan pernapasan berulang dengan mengikuti irama diafragma ibu.

Selain itu, janin di dalam rahim pun dapat cegukan. Ibu hamil bisa merasakan cegukannya ketika ada suatu denyut berirama pada perut.

Perubahan pada Tubuh

Bagaimana perubahan tubuh ibu di minggu 30 kehamilan?

Seiring perkembangan janin yang semakin baik, tubuh ibu juga mengalami perubahan dalam kehamilan 30 minggu. Biasanya, ibu hamil akan merasakan:

Sensasi perih dan panas pada dada (heartburn)

Sensasi perut perih dan dada panas (heartburn) sering muncul setelah ibu hamil makan dengan porsi banyak atau makan makanan yang berminyak, pedas, maupun asam.

Masalah asam lambung yang dialami oleh ibu hamil ini dapat membuat aktivitas jadi tidak nyaman, dan bahkan mungkin memicu insomnia.

Jika Anda merasakan heartburn saat hamil, coba perhatikan apa yang Anda makan sebelumnya. Hindari dulu makanan-makanan pemicu asam lambung agar Anda bisa tetap nyaman dan perkembangan janin tidak terganggu.

Pembengkakan di beberapa bagian tubuh

Seiring dengan perkembangan janin di minggu 30 kehamilan, umumnya ibu hamil juga akan mengalami pembengkakan. Bengkak dapat terjadi di pergelangan kaki, jari kaki, betis, dan bahkan tangan.

Pembengkakan yang terjadi perlahan umumnya normal. Namun apabila bengkak terjadi secara drastis, dikhawatirkan bisa menjadi gejala preeklampsia yang bisa mengganggu perkembangan janin.

Napas terasa sesak

Di usia kehamilan 30 minggu, janin semakin besar dan menekan bagian atas tubuh ibu. Terutama paru-paru dan diafragma yang membuat napas sesak.

Untuk mencegah sesak saat hamil, usahakan berdiri dan duduk setegak mungkin setiap kali gejala terasa akan datang. Postur tubuh yang tepat akan memberikan lebih banyak ruang pada paru-paru untuk bernapas.

Selain itu, Anda juga bisa membaringkan badan ke sisi kiri setiap tidur agar sirkulasi udara tetap baik dan tidak mengganggu perkembangan janin.

Apa yang harus saya perhatikan di usia 30 minggu kehamilan?

Salah satu tanda yang paling umum pada wanita hamil adalah perubahan suasana hati atau mood.

Kombinasi gejala kehamilan yang tidak nyaman dan perubahan hormon dapat membuat emosi naik turun, alias mood swing. Namun kondisi ini wajar terjadi selama kehamilan terutama di usia 30 minggu.

Anda tidak perlu terlalu khawatir tentang bagaimana caranya menjadi orangtua yang baik untuk si kecil nanti.

Setiap ibu pasti punya cara terbaik untuk membesarkan anaknya. Maka dari itu, hindari memikirkan hal tersebut sampai membuat stres berlebihan.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Apa yang harus saya diskusikan dokter untuk membantu perkembangan janin 30 minggu kehamilan ?

Selama memeriksakan perkembangan janin, Anda juga dapat menceritakan gejala-gejala apa yang dialami di minggu 30 kehamilan ini.

Laporkan semua gejala saat hamil yang Anda khawatirkan. Keluhan sesak napas mungkin akan sangat terasa di minggu ini karena rahim Anda yang makin membesar.

Kalau sesak napas yang Anda rasakan parah, konsultasi ke dokter segera untuk mengetahui perkembangan janin tetap dalam keadaan baik.

Tes apa yang harus saya ketahui di perkembangan janin usia kehamilan 30 minggu?

Pada tes bulan ini, Anda akan diuji tekanan darah dan berat badan dan ditanyakan tentang tanda-tanda dan gejala yang mungkin Anda miliki.

Dokter juga meminta Anda untuk menggambarkan gerakan dan aktivitas bayi sehari-hari.

Berikut adalah rincian tes yang bisa dilakukan selama perkembangan janin di usia 30 minggu kehamilan Anda:

Memantau detak jantung janin

Memantau detak jantung janin begitu masuk minggu 30 kehamilan adalah hal yang umum.

Detak jantung janin akan diperiksa untuk menunjukkan apakah janin dalam kondisi baik atau tidak. Memeriksa detak jantung bisa dilakukan kapan saja setelah 20 minggu.

USG (Ultrasonografi)

Ultrasonografi adalah tes yang bisa dilakukan kapan saja selama kehamilan. USG kehamilan dilakukan untuk berbagai tujuan tertentu, di antaranya:

  • Memeriksa tanggal perkiraan lahir
  • Memeriksa kondisi janin
  • Menyelidiki komplikasi seperti plasenta previa (letak plasenta rendah)
  • Mendeteksi malformasi seperti janin bibir sumbing

Terkadang, hasil pemeriksaan yang mencurigakan seperti kecenderungan kelainan genetik bisa terlihat juga lewat USG.

Anda kemudian dapat dirujuk ke spesialis untuk pengujian genetik lebih lanjut guna mengetahui kondisi janin di dalam kandungan.

Kesehatan dan Keselamatan

Apa saja yang perlu saya ketahui untuk menjaga kesehatan kehamilan  di usia 30 minggu?

Seiring perkembangan janin yang semakin besar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan kehamilan usia 30 minggu. Berikut ini di antaranya:

Tidak perlu khawatir napas jadi sesak saat hamil

Seiring perkembangan janin di minggu 30, gejala kehamilan yang bisa dilihat adalah perut jadi besar dan sesak karena janin terus berkembang. Banyak ibu hamil yang khawatir apabila sesak yang dirasakan dapat mengganggu janin.

Sesak napas dapat membuat ibu merasa tidak nyaman akan tetapi tidak membahayakan bayi Anda.

Janin masih akan tetap mendapatkan oksigen yang cukup sehingga ibu hamil bisa berlatih pernapasan yang baik dan benar.

Salah satu cara melatih pernapasan saat hamil bisa didapatkan dari kelas senam kehamilan atau dari anjuran latihan pernapasan oleh dokter.

Senam kegel untuk penguatan panggul

Di usia kehamilan 30 minggu, penting untuk ibu hamil melakukan senam kegel yang menjadi latihan dasar penguatan panggul. Selain itu, senam kegel juga bisa membantu mencegah episiotomi atau robekan saat melahirkan.

Mengutip What To Expect, cara melakukan senam kegel cukup mudah. Gerakannya mirip seperti ingin menahan kencing, lakukan selama 10 detik lalu ulangi perlahan. Anda juga bisa melakukan ini saat berhubungan seks dengan pasangan.

Jadi setelah minggu 30, akan seperti apa perkembangan janin di minggu berikutnya?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

    Jika bayi belum cukup umur untuk keluar dari rahim, mengapa bisa keluar sebelum waktunya? Berikut berbagai penyebab bayi lahir prematur.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Bayi, Bayi Prematur, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    darah tinggi setelah melahirkan

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    makanan untuk yang kurang tidur

    Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit