Periode Perkembangan

Apakah Kista Ovarium Selama Kehamilan Berbahaya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: .

Ovarium adalah suatu organ yang terletak di antara bagian panggul tubuh manusia. Dalam ovarium, terdapat kantong yang berisi cairan atau biasa dikenal dengan sebutan folikel. Dari folikel inilah sel telur dilepaskan secara rutin pada waktu tertentu (masa pembuahan atau ovulasi). Sel telur yang dilepaskan akan menuju tuba falopi dan folikel akan melebur. Namun pada beberapa kondisi, folikel tidak melebur dan justru berkembang menjadi kista ovarium, bahkan selama kehamilan.

Apa itu kista ovarium?

Kista ovarium adalah rongga yang berisi cairan, yang dibatasi oleh jaringan ikat, sehingga terlihat menyerupai balon yang diisi oleh air, yang terletak pada indung telur wanita (ovarium). Umumnya kista ini berukuran kecil, kira-kira berdiameter 5 cm, serta dapat terbentuk kapanpun, baik pada masa pubertas, masa manopause, bahkan selama masa kehamilan. Dengan kata lain, terbentuknya kista ovarium selama kehamilan merupakan hal yang normal.

Siapa yang berisiko terkena kista ovarium?

Terbentuknya kista ovarium sering kali tidak terduga. Hal ini dikarenakan pembentukannya memiliki gejala yang tidak mudah dideteksi. Beberapa kali bahkan tidak menimbulkan gejala. Pada banyak kasus, kista ovarium baru terdeksi saat Anda melakukan pemeriksaan USG rutin, pada awal trimester kedua.

Keberadaan kista ovarium ini dipengaruhi beberapa faktor risiko, antara lain:

  • Memiliki riwayat kista ovarium
  • Siklus menstruasi yang tidak lancar
  • Kegemukan (obesitas)
  • Menstruasi pertama yang terlalu dini (pada usia kurang dari 11 tahun) dan
  • Ketiadaan keturunan
  • Usia, terutama dengan wanita yang telah mengalami menopause. Faktor ini akan lebih berisiko bila ternyata Anda terpapar kanker ovarium serta
  • Kebiasaan merokok.

Kapan kista ovarium selama kehamilan harus diwaspadai?

Kista ovarium terdiri dari beberapa jenis. Jenis paling sering dijumpai adalah jenis kista fungsional. Kista fungsional sering kali muncul pada masa pembuahan.

Beda jenis, beda juga dampak yang diberikan. Jenis kista ovarium yang lain adalah endometriosis. Pada wanita dengan kista ovarium berjenis ini, selain pada ovarium, jaringan dari lapisan uterus tumbuh juga pada bagian anggota tubuh yang lain. Gejala dari kista ini dapat sangat menyakitkan, bahkan berpotensi mempengaruhi kehamilan.

Selain itu ada juga kista ovarium berjenis cystadenomas dan dermoid. Meskipun sebagian besar kista bersifat jinak, beberapa dari jenis dua kista ini berpotensi kanker. Bila kista ovarium Anda mulai terasa menyakitkan, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan operasi pembedahan.

Bagaimana cara mengetahui apakah kista berpotensi kanker?

Beberapa tindakan medis yang akan dilakukan untuk mendiagnosis kista atau tumor Anda, antara lain:

  • Ultrasound. Tes yang dilakukan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran dari ovarium Anda.
  • Tes penggambaran lain seperti : CT, MRI, PET. Tes dengan kemampuan penggambaran yang detail untuk mengetahui sejauh mana kista atau tumor Anda telah berkembang
  • Tes hormon. Dokter Anda mungkin akan melakukan uji darah dengan mengambil beberapa dari hormon Anda seperti : LH, FSH, testosteron.
  • Laparoskopi, merupakan prosedur pembedahan untuk mengangkat kista.
  • CA-125. Tindakan ini dilakukan bila dokter mulai mencurigai bahwa kista Anda berpotensi kanker. Seringkali tes ini digunakan untuk perempuan berusia 35 tahun, karena pada usia tersebut, risiko Anda terpapar kanker ovarium tinggi.

Sebagian besar kista ovarium bersifat jinak. Sangat jarang dijumpai kasus kista ovarium bersifat ganas, apalagi berpotensi kanker. Namun perlu diwaspadai bila Anda mulai merasakan gejala-gejala berikut:

  • Perut kembung dan perasaan selalu kenyang
  • Perut terasa ditekan
  • Perasaan nyeri tiap kali berhubungan intim
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil
  • Pertumbuhan rambut yang tidak normal
  • Demam serta
  • Kesulitan makan
  • Kista tak kunjung sembuh maupun hilang dalam beberapa bulan

Gejala-gejala tersebut bisa jadi tanda-tanda bila kista ovarium Anda telah berkembang menjadi kanker ovarium. Bila dokter mencurigai adanya kanker dalam tubuh Anda, dokter tersebut akan melakukan biopsi dan mengambil beberapa sampel dari kista Anda untuk akhirnya benar-benar memutuskan, apakah kista Anda berpotensi kanker.

BACA JUGA :

Yang juga perlu Anda baca