Usia dan Pola Makan Ayah Bisa Menyebabkan Bayi Cacat Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ternyata tidak hanya perempuan saja yang berisiko mengandung bayi cacat pada usia di atas 35 tahun. Laki-laki yang sudah berusia di atas 40 tahun juga memiliki risiko yang sama. Sebuah penelitian menemukan pada ayah yang berusia lebih dari 40 tahun yang berencana untuk memiliki anak, ada risiko bahwa anak tersebut lahir cacat. Tidak hanya itu, asupan makan dan pola hidup yang dimiliki ayah, menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin.

Kenapa usia dan pola makan ayah mempengaruhi apakah bayi lahir cacat?

Pada dasarnya memang yang paling mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin adalah pola makan serta pola hidup ibu. Namun, ternyata ayah yang memiliki kebiasaan minum alkohol, memiliki pola hidup yang tidak baik, dan tidak mengonsumsi makanan yang sehat berdampak juga pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Seorang anak bisa saja mengalami fetal alcohol spectrum disorder walaupun ibunya tidak memiliki riwayat mengonsumsi alkohol sama sekali. Hal ini bisa diakibatkan oleh kebiasaan mengonsumsi alkohol yang dimiliki ayahnya. Sesuai dengan anggapan tersebut, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Georgetown University Medical Center, diketahui bahwa sebesar 75% anak yang mengalami fetal alcohol spectrum disorder memiliki ayah yang alcoholik dan hal ini mempengaruhi perkembangan anak hingga di masa yang akan datang.  

Selain itu, temuan lain yang ditemukan oleh para ahli dalam penelitian tersebut adalah:

  • Usia ayah yang cukup tua berhubungan dengan peningkatan kejadian skizofrenia, autisme, dan kecacatan saat lahir pada anak.
  • Konsumsi makanan yang tidak sehat yang dilakukan ayah bahkan sejak ia remaja akan berpengaruh pada perkembangan janin dan meningkatkan kejadian penyakit jantung pada anak dan cucunya.
  • Ayah yang obesitas menyebabkan perubahan metabolisme pada tubuhnya yang kemudian berisiko terjadi perubahan genetik pada gen anaknya, yang dapat mengakibatkan kanker.
  • Stress yang sering dialami oleh ayah dihubungkan dengan dengan gangguan psikososial pada anaknya kelak.
  • Kebiasaan meminum alkohol yang dimiliki ayah, mempengaruhi berat badan lahir anak yang kemudian dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif anak.

Usia ayah menyebabkan perubahan gen

Penelitian yang meneliti tentang pola hidup ayah dengan pertumbuhan dan perkembangan janin masih sangat sedikit. Oleh karena itu, sampai saat ini belum jelas apa hubungannya. Namun, para ahli beranggapan bahwa hal ini terkait dengan perubahan gen dari ayah yang diakibatkan oleh pola hidup yang tidak baik kemudian diturunkan kepada anaknya. Teori ini disebut sebagai epigenetik, yaitu perubahan yang terjadi pada DNA manusia yang diakibatkan oleh berbagai faktor, salah satunya faktor lingkungan, yang dapat diturunkan ke generasi-generasi selanjutnya.

Ayah yang sudah berumur lebih dari 40 tahun berpeluang lebih besar untuk menghasilkan sperma yang kualitasnya kurang baik, dan hal ini yang dianggap sebagai salah satu faktor risiko kecacatan pada anak. Tidak hanya cacat, beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa usia ayah dapat menyebabkan keguguran, autisme, skizofrenia, Down’s syndrome, sistem muskulosketetal yang abnormal, hingga kecacatan pada organ jantung. Selain kualitas sperma yang mungkin kurang bagus, peneliti menyebutkan bahwa perubahan genetik merupakan salah satu faktor dari kejadian ini.

Pola makan ayah juga memicu perubahan DNA

Lalu bagaimana dengan pola makan dan hidup ayah yang berpengaruh pada kesehatan janin? Sama seperti hipotesis sebelumnya yang mengatakan bahwa perubahan DNA berperan dalam hal ini. Pola makan yang buruk serta kondisi stress yang sering dialami ayah, akan mengubah DNA ayah yang kemudian diturunkan kepada generasi selanjutnya. Penelitian yang dilakukan pada tikus juga menyatakan bahwa ayah tikus yang mengalami stress ternyata memiliki anak tikus yang mengalami gangguan mental dan tingkat stress yang lebih tinggi.

Perilaku sering mengonsumsi alkohol dan merokok juga dapat mempengaruhi DNA pada sperma ayah. Penelitian yang dilakukan pada tikus, menemukan bahwa ayah tikus yang sering diberikan alkohol memiliki anak tikus yang berat badan lahirnya rendah dan gangguan kognitif yang terlihat ketika anak tikus ditempatkan di dalam labirin kecil.

Terbatasnya bukti ilmiah membuat hubungan ini masih belum jelas dan perlu dilakukan penelitian  lebih lanjut akan hal ini. Namun tidak ada salahnya jika Anda menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat, menghindari rokok, tidak meminum alkohol, serta melakukan olahraga yang rutin. Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan Anda namun juga bermanfaat untuk kesehatan keluarga serta anak cucu Anda.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Hemokromatosis

    Hemokromatosis adalah penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh menyerap zat besi terlalu banyak. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berakibat fatal.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Cacat Lahir pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

    Tidak ada orangtua yang ingin anaknya terlahir dengan kelainan fisik apa pun. Lantas, sebenarnya apa penyebab bayi mengalami cacat lahir?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

    Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    darah tinggi setelah melahirkan

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit