Perlukah Saya Melakukan Pap Smear Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda wanita, Anda mungkin sudah sering mendengar tentang tes pap smear. Ya, metode skrining yang satu ini berfungsi untuk mencegah kanker serviks sejak dini. Selain itu, pemeriksaan ini juga gencar dilakukan untuk memastikan leher rahim Anda sehat sehingga aman bagi persalinan. Lantas, kalau sudah berhasil hamil, apakah wanita juga harus tetap pap smear setelah melahirkan? Berikut ulasannya.

Seberapa penting pap smear setelah melahirkan?

pemeriksaan pap smear tes pap smear

Dilansir dari Livestrong, wanita dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setidaknya 1 kali dalam setahun. Ini termasuk juga bila Anda baru saja melahirkan dan memiliki anak.

Banyak wanita yang mengira bahwa mereka tidak perlu tes pap smear setelah punya anak. Padahal, terlepas dari apakah Anda mempunyai anak atau tidak, wanita tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin.

Pasalnya, kanker serviks bisa menyerang wanita berapapun usianya. Semakin bertambahnya usia, wanita akan makin rentan terkena kanker serviks.

Terlebih lagi, menurut American Cancer Society, wanita yang pernah melahirkan lebih dari 3 kali cenderung berisiko tinggi terkena kanker serviks. Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, para ahli menduga bahwa perubahan hormon selama kehamilan membuat sel-sel kanker lebih mudah tumbuh dan berkembang.

Kapan waktu terbaiknya?

pemeriksaan pap smear

Sebagian besar organisasi kesehatan di dunia menganjurkan para wanita untuk memulai tes pap smear saat berusia 21 tahun. Yang terpenting, wanita tersebut sudah aktif berhubungan seksual.

Jadi, walaupun usianya belum memenuhi dan sudah aktif melakukan hubungan seksual, maka ia wajib melakukan tes pap smear untuk mencegah kanker serviks. Lantas, kapan harus pap smear setelah melahirkan?

Sebagai langkah awal, sebaiknya temui dokter Anda 6-8 minggu setelah melahirkan. Pada waktu tersebut, wanita biasanya masih mengalami perdarahan setelah melahirkan, sehingga dapat mengganggu keakuratan hasil tes pap smear.

Bila perdarahannya sudah berhenti, dokter akan melihat dulu risiko kanker serviks dalam tubuh Anda. Bila Anda pernah melakukan pap smear lebih dari satu tahun atau pernah memiliki hasil abnormal di masa lalu, maka dokter biasanya menganjurkan Anda untuk segera melakukan tes pap smear setelah melahirkan.

Setelah itu, tunggu dulu sampai Anda kembali menstruasi setidaknya satu kali. Menurut American Pregnancy Association, waktu terbaik untuk melakukan pap smear setelah melahirkan adalah 10-20 hari setelah hari pertama haid terakhir Anda.

Jadi, jangan tunda lagi untuk konsultasi ke dokter mengenai tes pap smear setelah melahirkan. Semakin cepat pemeriksaan dilakukan, maka risiko kanker serviks dapat dideteksi sedini mungkin.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Metode kangguru terbukti manjur memulihkan kondisi bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah. Bagaimana cara melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Membayangkan rasa sakit saat persalinan, sering kali membuat calon ibu merasa khawatir. Sebenarnya, apakah mungkin melahirkan normal tanpa rasa sakit?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
aborsi

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
pandemi membuat risiko stillbirth meningkat

Infeksi Postpartum

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
vaksin HPV

Vaksin HPV: Ketahui Manfaat, Efek Samping, dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 10 menit