Tak Kunjung Menstruasi Setelah Melahirkan, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama masa kehamilan, dalam periode kurang lebih selama 9 bulan Anda tidak mengalami menstruasi. Nah, setelah melahirkan, Anda akan mengalami periode menstruasi lagi. Kapan periode menstruasi akan kembali lagi mungkin waktunya akan berbeda-beda antar ibu. Kapan normalnya menstruasi pertama setelah melahirkan terjadi? Bagaimana jika tak kunjung menstruasi setelah melahirkan, apakah ini normal?

Kapan seharusnya ibu kembali menstruasi setelah melahirkan?

Kapan tepatnya menstruasi setelah melahirkan akan terjadi mungkin sulit untuk ditentukan. Hal ini karena waktu menstruasi setelah melahirkan akan berbeda-beda tiap ibu. Banyak faktor yang memengaruhi hal ini, seperti tubuh ibu dan bagaimana ibu menyusui bayinya.

Jika Anda menyusui bayi Anda secara eksklusif, menstruasi pertama Anda mungkin akan terjadi dalam waktu lebih lambat sejak Anda melahirkan, bisa sampai 6 bulan. Terlebih jika bayi Anda rajin menyusu pagi dan malam hari, serta ASI Anda keluar dengan lancar.

Lain lagi jika Anda tidak menyusui bayi Anda, Anda mungkin akan menstruasi lagi dalam waktu lebih cepat, hanya beberapa minggu setelah melahirkan. Ibu yang tidak menyusui bayinya mungkin akan mendapatkan menstruasi pertamanya dalam waktu 3 minggu sampai 10 minggu setelah melahirkan (rata-rata 45 hari setelah melahirkan).

Ya, apakah Anda menyusui atau tidak dan berapa banyak Anda menyusui bayi Anda dapat menentukan seberapa cepat Anda menstruasi lagi setelah melahirkan. Sangat sulit untuk menentukan kapan waktu yang pasti bagi Anda untuk menstruasi lagi setelah melahirkan.

Namun, jika Anda tidak menyusui bayi Anda dan tak kunjung mengalami menstruasi setelah melahirkan atau jika periode menstruasi Anda tidak normal selama lebih dari tiga atau empat bulan, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Periode menstruasi yang tidak teratur selama satu sampai tiga bulan di awal-awal sejak menstruasi pertama, masih normal terjadi. Pada saat ini, tubuh Anda masih mencoba untuk menyeimbangkan hormon dalam tubuh.

Mengapa ibu yang menyusui mengalami menstruasi lebih telat?

Ibu yang menyusui bayinya secara eksklusif biasanya akan lebih lama mengalami menstruasi pertamanya sejak melahirkan. Hal ini berhubungan dengan hormon dalam tubuh ibu. Saat Anda menyusui, hormon-hormon yang dibutuhkan untuk produksi ASI (seperti hormon prolaktin) akan meningkat jumlahnya dan dapat menekan produksi hormon reproduksi (yang membuat Anda menstruasi).

Hasilnya, pada saat ini tubuh Anda tidak akan melepaskan sel telur (ovulasi), sehingga Anda tidak menstruasi dan kemungkinan Anda untuk hamil lagi menjadi lebih kecil. Ini mengapa menyusui secara eksklusif dapat menjadi alat kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan.

Hat-hati, Anda bisa hamil lagi!

Perlu Anda ingat bahwa tubuh akan melepaskan sel telur pertamanya setelah melahirkan sebelum Anda mendapatkan menstruasi setelah melahirkan. Jika Anda melakukan hubungan seksual pada saat ini (walaupun periode menstruasi Anda belum kembali), maka Anda mungkin bisa hamil lagi. Walaupun Anda belum menstruasi sejak melahirkan, bukan berarti Anda belum kembali subur. Banyak ibu menyusui akan terkejut dengan kehamilan yang tidak direncanakan setelah melahirkan.

Jadi, amannya agar Anda tidak hamil lagi setelah melahirkan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi segera saat Anda mulai berhubungan seksual lagi. Bagaimanapun, ASI eksklusif sebagai kontrasepsi alami masih kurang efektif dalam mencegah kehamilan jika dibandingkan alat kontrasepsi, seperti pil KB, IUD, dan lainnya.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dismenore

Dismenore adalah kondisi nyeri haid yang ditandai oleh kram perut saat menstruasi. Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Menstruasi 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Panduan Merawat Luka Jahitan Perineum dan Vagina Setelah Melahirkan

Perawatan luka perineum yang tepat tentu akan mempercepat proses penyembuhan. Sudahkah Anda tahu bagaimana cara merawat jahitan setelah melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Perawatan Ibu, Masa Nifas, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Haid

Supaya haid Anda lancar dan berjalan tanpa keluhan yang berarti, ada baiknya Anda ketahui dulu makanan saat haid yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Menstruasi 16 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
obat pelancar haid

6 Obat Pelancar Haid untuk Anda yang Sering Telat Datang Bulan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
setelah kuret

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit