Cara Mengatasi Pusar yang Menonjol dan Terasa Nyeri Setelah Melahirkan (Hernia Umbilikal)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tidak sedikit ibu yang mengalami hernia alias turun berok setelah melahirkan. Hernia pada wanita yang baru saja melahirkan disebut dengan hernia umbilikalis. Hernia umbilikal dapat menyebabkan sekitar perut dan pusar terasa sakit. Lantas, bagaimana cara mengatasi hernia setelah melahirkan? Berikut ulasannya.

Apa penyebab hernia setelah melahirkan?

hernia umbilikal
Sumber: Mom Junction

Hernia umbilikalis ditandai dengan pusar yang terlihat lebih menonjol dari biasanya karena sebagian organ usus menyeruak keluar menembus dinding perut.

Kondisi ini muncul karena pada awalnya rahim terus membesar sepanjang kehamilan. Pada akhirnya, tekanan terus membuat usus makin berimpitan dengan dinding perut yang juga semakin teregang.

Selama kehamilan juga, tali pusat Anda melewati celah terkecil di otot perut bayi. Bukaan kecil tersebut nantinya akan menutup dengan sendirinya setelah bayi lahir. Sayangnya dalam beberapa kasus, otot tidak menutup sepenuhnya.

Adanya celah kecil tersebut dan ditambah peregangan peregangan otot yang berlebihan saat melahirkan akan mengakibatkan otot dinding perut makin menipis dan melemah. Inilah berbagai penyebab mengapa Anda berisiko tinggi terkena hernia umbilikal setelah melahirkan.

Tonjolan perut akibat hernia umbilikal biasanya terasa sakit ketika disentuh. Tidak jarang juga area pusar ibu jadi membengkak. Rasa sakitnya biasanya memburuk saat perut bagian bawah menerima tekanan, misalnya karena obesitas, kehamilan bayi kembar, bersin, batuk terus-menerus, atau saat mengangkat benda berat. Kondisi ini juga bisa diperparah dengan penyakit seperti asites, yaitu adanya cairan di rongga perut.

Berbagai cara mengatasi hernia umbilikalis

operasi hernia

Hernia adalah kondisi medis serius yang bisa menimbulkan efek berbahaya jika tidak ditangani. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter saat Anda merasa ada tonjolan yang menyebabkan rasa nyeri di pusar setelah melahirkan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hernia setelah melahirkan, seperti:

Melalui pembedahan

Prosedur pembedahan lewat laparoskopi adalah cara mengatasi hernia yang sangat efektif. Laparoskopi dilakukan untuk memperbaiki dinding otot yang melemah sehingga mencegah organ dalam perut menonjol keluar.

Dalam prosesnya dokter akan membuat sayatan kecil di dasar pusar untuk mengembalikan jaringan yang menonjol ke rongga perut.

Setelah berhasil mengembalikan jaringan ke rongga perut, dokter akan menggunakan Mesh, yaitu bahan yang dapat memberikan lapisan kekuatan tambahan di atas jaringan yang melemah.

Prosedur pengobatan hernia dengan Mesh cukup efektif karena dapat menurunkan tingkat kekambuhan hernia dibandingkan hanya menutup celah dengan jahitan biasa.

Olahraga ringan

Selain pembedahan, dokter juga biasanya akan meminta Anda untuk melakukan olahraga secara teratur. Melakukan olahraga yang tepat secara teratur dapat membantu memperkuat otot perut yang lemah dan mengurangi tonjolan hingga kembali normal.

Anda disarankan untuk berolahraga ringan yang tidak memberikan tekanan berlebih pada perut dan otot panggul. Latihan pernapasan, yoga, peregangan, bersepeda, dan meditasi menjadi variasi latihan yang bisa Anda kombinasikan sebagai cara mengatasi hernia secara alami.

Jangan dulu pakai sepatu hak tinggi

Setelah didiagnosis mengalami hernia umbilikal, jangan sekali-kali menggunakan sepatu hak tinggi. Tekanan yang Anda terima saat berjalan dapat menyebabkan otot perut bagian bawah menegang. Hal ini akan memperburuk hernia yang Anda miliki.

Selain itu, usahakan untuk memperbaiki postur tubuh dengan cara duduk dan berdiri dalam posisi yang tegak agar tonjolan tidak semakin keluar.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Apa benar wanita harus pakai korset perut setelah melahirkan? Apakah ada dampak dan bahaya tertentu? Mari simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Usai melahirkan tidak sedikit ibu yang mengalami depresi postpartum. Bagaimana peran ayah membantu ibu tercinta melewati depresi postpartum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Ibu, Masa Nifas, Kehamilan 1 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Afirmasi Positif Ibu Hamil dan Ibu Melahirkan Bagi Kesehatan Jiwanya

Afirmasi positif dapat melindungi ibu hamil dan melahirkan dari stres, baby blues, hingga depresi. Lantas, apa itu afirmasi positif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 30 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Masalah Kulit yang Mungkin Muncul Usai Melahirkan

Bagi para wanita yang baru saja menjalani proses persalinan, tidak jarang muncul masalah kulit setelah melahirkan yang cukup mengganggu, apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 29 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hiatal hernia adalah

Hernia Hiatal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
perawatan luka perineum cara merawat jahitan setelah melahirkan

Panduan Merawat Luka Jahitan Perineum dan Vagina Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit