Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/12/2019
Bagikan sekarang

Perempuan yang segera menjadi ibu biasanya dirundung kekhawatiran akan rasa sakit saat melahirkan. Rasa nyeri yang tak tertahankan biasanya muncul ketika terjadi kontraksi sampai saat proses melahirkan berlangsung. Oleh sebab itu, berbagai metode biasanya diterapkan sebelumnya agar melahirkan berjalan lebih lancar.  Mulai dari senam, jalan kaki sampai penggunaan obat bius yang meredakan rasa sakit. Namun, sekarang ini terdapat juga pilihan teknik persalinan yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit.

Pilihan metode melahirkan untuk mengurangi rasa sakit

1. Teknik persalinan dengan anestesi

Pemberian anestesi atau obat bius menjadi metode yang paling umum dilakukan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Terlebih pada ibu yang kondisi kesehatannya lemah sehingga tidak memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap rasa sakit. 

Terdapat beberapa jenis anestesi yang diperbolehkan untuk proses melahirkan. Namun anestesi lokal yang hanya membius bagian sekitar vagina kurang efektif dalam mengatasi rasa sakit.

Anestesi epidural

Metode anestesi ini paling sering dilakukan ketika proses melahirkan. Obat bius disuntikkan ke dalam tubuh pada bagian sumsum tulang belakang dan menyebabkan pinggul ke bawah terasa kebas efek dari anestesi. Umumnya, obat ini diberikan ketika pembukaan ke-4 atau 5 terjadi.

Anestesi epidural juga dilakukan ketika ibu melahirkan dengan operasi caesar. Meski mengurangi rasa sakit, biasanya cara ini tidak akan dilakukan jika ibu mengalami pendarahan atau penurunan tekanan darah. 

Anestesi intratekal

Terdapat jenis anestesi lain yang  bisa dijadikan alternatif, yaitu anestesi intratekal yang memiliki dosis lebih rendah, tapi tidak kalah ampuh. 

Dosis yang tidak terlalu besar ini dapat mengurangi efek samping dari anestesi yang dilakukan. Akan tetapi anestesi hanya bisa bertahan sekitar 4 jam sehingga sebaiknya tidak dipakai dalam persalinan yang membutuhkan waktu lama. 

Menurut ulasan NCBI, anestesi intratekal terdiri atas:

  • Fentanyl sebanyak 0,025 mg yang mampu mempercepat proses pembukaan dan mempersingkat tahap persalinan pertama
  • Bupivacaine sejumlah 2,5 mg yang membantu mengatasi rasa nyeri di bagian perut di persalinan tahap kedua
  • Morfin sebesar 0,25 mg yang berfungsi memperpanjang efek bius 

Efek samping anestesi

Meskipun jarang terjadi, efek samping dari anestesi tetap perlu diwaspadai sedari awal. Beberapa gangguan kesehatan ringan yang mungkin ditimbulkan teknik persalinan menggunakan anestesi adalah rasa mual, gatal-gatal, dan sakit kepala.

Efek samping ini bisa diatasi dengan memberikan obat intravena (disuntikan melalui pembuluh vena) dan obat naltrexone. 

2. Gas Nitrogen Oksida (N2O) 

Dikenal dengan nama gas tertawa, nitrogen oksida memang merupakan gas yang bersifat analgesik yang secara efektif mengurangi rasa nyeri. Metode melahirkan  dengan gas nitro oksida juga dikenal dengan anestesi entonoks. Pada entonoks terdapat juga campuran oksigen.

Entonoks dapat dihirup melalui masker. Biasanya dokter akan meminta Anda untuk mengambil napas dalam-dalam secara perlahan agar gas ini dapat memenuhi paru-paru.

Setelah itu gas akan diteruskan ke otak untuk memengaruhi saraf nyeri sehingga rasa sakit bisa seketika mereda. Sebagian besar perempuan yang menjalani teknik persalinan ini sangat puas terhadap efek penghilang nyeri yang muncul ketika terjadi kontraksi.

3. Hypnobirthing

Metode melahirkan yang mengandalkan hipnosis dan relaksasi saat ini juga mulai marak dilakukan. Pasalnya, teknik tersebut memang membantu para perempuan yang hendak melahirkan mempersiapkan diri secara mental dan fisik. Hipnosis dilakukan untuk  mengurangi kesadaran seseorang akan ketakutan, kegelisahan, dan kecemasan akan rasa sakit saat proses melahirkan.

Teknik persalinan seperti ini sebenarnya telah dilakukan selama berabad-abad demi kelancaran proses melahirkan. Namun memang mustahil bagi tubuh untuk merasa rileks ketika kontraksi atau proses melahirkan berlangsung. 

Oleh karena itu, metode persalinan ini membutuhkan latihan agar tubuh Anda terbiasa untuk rileks. Tujuannya adalah melancarkan pelepasan oksitosis, hormon prostaglandin, dan endorfin di dalam otak sehingga otot-otot mengendur dan tubuh terasa nyaman. Dengan begitu, Anda juga bisa lebih mengendalikan sensasi nyeri yang muncul saat melahirkan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memahami Cara Melahirkan Normal, dari Tahapan Hingga Tips Persiapannya

Butuh banyak persiapan sebelum menjalani proses melahirkan normal, salah satunya termasuk mengetahui cara dan proses berlangsungnya. Mari cari tahu di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 25/07/2019

Tidak Semua Wanita Ternyata Boleh Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Ingin coba melahirkan normal setelah caesar sebelumnya? Tunggu dulu. VBAC adalah metode persalinan yang belum tentu dibolehkan untuk semua wanita hamil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 03/03/2019

Apa Kata Ahli Soal Melahirkan di Rumah (Home Birth), Aman Atau Tidak?

Selain water birth dan lotus birth yang jadi tren akhir-akhir ini, tidak sedikit ibu hamil yang memilih melahirkan di rumah. Sebetulnya aman atau tidak, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Melahirkan, Kehamilan 18/12/2018

Mengenal Metode ILA untuk Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit

Takut sakit saat melahirkan normal? Sekarang Anda tidak perlu khawatir, sudah banyak metode untuk mengurangi rasa sakit. Salah satunya metode ILA, apa itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Melahirkan, Kehamilan 31/10/2018

Direkomendasikan untuk Anda

melahirkan normal setelah miomektomi

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020
banyak darah nifas

Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/08/2019
melahirkan vakum

Seputar Melahirkan Vakum, Penggunaan Alat untuk Memudahkan Proses Persalinan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16/08/2019
melahirkan dengan forceps forsep

Mengenal Forceps, Alat yang Digunakan Saat Sulit Lahir untuk Mengeluarkan Bayi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16/08/2019