3 Cara Mengatasi Rasa Takut dan Trauma Setelah Melahirkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menjadi seorang ibu merupakan tugas yang mulia dan luar biasa. Meski begitu, ibu juga tidak otomatis terlepas dari berbagai masalah setelah melahirkan. Tidak sedikit ibu baru yang mengalami trauma melahirkan atau dikenal juga dengan pospartum PTSD. Kondisi ini bukan cuma dapat mengganggu peran ibu untuk merawat dan menjaga bayinya sepenuh hati, tapi juga ikut menggerogoti kesehatan fisik dan mentalnya. Lantas, bagaimana caranya mengatasi trauma melahirkan? Simak ulasannya berikut ini.

Beragam cara mengatasi trauma melahirkan

Trauma melahirkan bisanya terjadi dalam waktu satu bulan atau satu tahun setelah proses persalinan. Trauma membuat ibu sering mengalami kilas balik atau mimpi buruk parah mengenai proses melahirkan.

Hal ini menyebabkannya jadi selalu tertekan karena diselimuti oleh ketakutan serta kecemasan, yang membuatnya sulit tidur, mudah marah, dan sulit konsentrasi. Efek trauma juga sering membuat seseptang selalu dirundung rasa putus asa dan nelangsa. Bahkan bukan tidak mungkin trauma melahirkan akan menciptakan jarak antara dirinya dengan sang buah hati.

Jika dibiarkan, kondisi ini akan semakin memburuk. Bukan hanya kesehatan sang ibu yang terganggu, kesejahteraan hidup anak pun akan memburuk. Untungnya, kondisi ini dapat disembuhkan dengan beberapa cara, antara lain:

1. Terapi

Terapi untuk postpartum PTSD meliputi terapi perilaku kognitif (CBT), psikoterapi, atau terapi kelompok. Dengan cara ini ibu akan mengetahui penyebab di balik reaksi negatif yang dialaminya setelah melahirkan. Kemudian, belajar untuk mengendalikan diri dalam menghadapi pengalaman yang sama dengan cara yang lebih baik.

2. Terapi EMDR

EMDR adalah singkatan dari Eye Movement Desensitization and Reprocessing Therapy. Terapi ini bertujuan untuk mengganti emosi negatif yang melekat pada trauma dengan pikiran dan perasaan positif.

Caranya, terapis akan meminta pasien mengingat kembali peristiwa penyebab trauma sambil mengalihkan konsentrasi dengan melakukan suatu gerakan. Biasanya dengan meminta pasien menggerakkan mata ke kanan dan kiri mengikuti gerak telunjuk si terapis, atau meminta pasien mengetuk-ngetukkan tangan di meja sesuai ritme.

Teorinya, gerakan ini lambat laun dapat mengurangi kekuatan ingatan dan emosi negatif yang berakar dari peristiwa traumatis masa lalu. Secara bertahap, dengan cara yang sama terapis akan memandu Anda untuk mengubah pikiran ke yang lebih menyenangkan.

3. Minum obat resep dokter

Ibu dengan postpartum PTSD biasanya diberikan obat antiansietas (antikecemasan) dan obat antidepresan untuk jangka pendek. Ini dilakukan untuk mengurangi keparahan dan intensitas gejala. Namun pemberian obat tidak boleh dilakukan secara sembarangan, misalnya penggunaan obat antidepresan. Obat ini hanya diberikan pada pasien yang:

  • Sudah menjalani psikoterapi tapi tidak membawa hasil yang baik
  • Mengalami gejala depresi yang cukup berat
  • Mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca