Mendeteksi Gejala Endometriosis Setelah Operasi Caesar

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Endometrium adalah jaringan yang dapat dijumpai pada rahim, salah satu fungsinya adalah untuk mempertahankan kehamilan. Jaringan ini akan meluruh secara berkala, biasanya satu bulan sekali, sesuai dengan siklus menstruasi Anda. Jaringan ini tentu sangat berguna untuk bagi Anda yang sedang ingin mengandung, namun tumbuhnya jaringan endometrium di tempat lain di luar rahim dapat sangat menyakitkan.

Apa itu endometriosis?

Pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim disebut dengan kondisi endometriosis. Jaringan ini dapat tumbuh pada bagian tubuh seperti:

  • vagina
  • serviks
  • usus
  • kandung kemih

Walau sangat jarang, jaringan endometrium juga dapat tumbuh pada bekas luka operasi Caesar. Karena hal ini jarang dijumpai, maka para dokter mungkin saja tidak dapat mendiagnosis penyakit ini.

Gejala endometriosis setelah operasi caesar

Gejala yang paling umum biasanya adalah terbentuknya massa atau benjolan pada bekas luka. Ukuran benjolan dapat bervariasi, dan biasanya terasa nyeri. Hal ini disebabkan karena daerah di sekitar jaringan endometrium dapat berdarah. Perdarahan ini kemudian mengiritasi organ-organ dalam perut, menimbulkan inflamasi dan iritasi.

Beberapa wanita mungkin menyadari bahwa benjolan pada bekas luka operasinya lebih pucat dan dapat berdarah. Perdarahan biasanya lebih banyak terjadi pada saat wanita tersebut sedang mengalami menstruasi, walau tidak semua wanita menyadari hal ini. Beberapa wanita mungkin akan berpikir bahwa benjolan tersebut merupakan bekas operasi yang tidak sembuh dengan sempurna, atau merupakan daging lebih dari luka bekas operasi.

Hal yang menyebabkan lebih membingungkan lagi dapat terjadi jika seorang ibu menyusui anaknya secara eksklusif. Selama masa ini, wanita tersebut tidak akan mengalami menstruasi, sehingga gejala endometriosis pun tidak terlihat.

Gejalanya mirip dengan penyakit lain

Gejala-gejala di atas tidak hanya terjadi jika Anda menderita endometriosis. Jika Anda memeriksakan diri dengan keluhan tersebut, dokter bisa saja akan menduga Anda mengidap salah satu kondisi berikut:

Penting bagi dokter Anda untuk dapat mempertimbangkan endometriosis sebagai penyebab nyeri, perdarahan, dan benjolan setelah operasi caesar.

Jenis-jenis endometriosis

Endometriosis dapat dibagi menjadi dua yaitu endometriosis primer dan endometriosis sekunder atau iatrogenik. Endometriosis primer tidak memiliki penyebab yang diketahui, sementara endometriosis sekunder diketahui jelas penyebabnya. Oleh karena ini, endometriosis yang terjadi setelah operasi Ccesar dapat digolongkan menjadi endometriosis sekunder.

Kadang, setelah operasi yang memanipulasi rahim, jaringan endometrium dapat berpindah dari rahim ke daerah sayatan operasi. Saat sel-sel ini mulai bertumbuh dan bertambah banyak, maka munculah gejala endometriosis.

Bagaimana mendiagnosisnya?

Biasanya pertama-tama dokter akan menyingkirkan berbagai kemngkinan yang dapat menyebabkan massa atau benjolan di perut Anda melalui pemeriksaan pencitraan seperti CT-Scan, MRI, dan USG. Namun, cara yang paling dapat dipercaya untuk mendiagnosis kondisi ini adalah dengan mengambil sampel jaringan yang berkaitan. Jaringan ini kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat apakah ciri selnya mirip dengan jaringan endometrium.

Bagaimana mengobati endometriosis?

Pengobatan biasanya berdasarkan pada gejala yang Anda alami. Jika Anda hanya mengalami ketidaknyamanan yang ringan dan daerah endometriosis Anda kecil, dokter mungkin tidak akan menyarankan Anda untuk mengambil langkah terapi yang invasif. Anda dapat mengonsumsi obat penghilang nyeri yang dapat dibeli di apotek, seperti ibuprofen, saat Anda merasa nyeri.

Dokter biasanya akan memberikan obat KB bagi penderita endometriosis primer, akan tetapi metode ini tidak akan bermanfaat bagi penderita endometriosis akibat operasi. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan metode operasi untuk menangani kondisi ini. Jaringan endometrium yang berlebih dan sedikit jaringan sehat di sekitarnya akan diambil untuk memastikan agar sel-sel yang tersisa benar-benar bersih dan tidak kambuh lagi. Walau kecil, namun kemungkinan seseorang untuk mengalami endometriosis lagi setelah operasi tetaplah ada.

Diskusikanlah pilihan terapi yang terbaik sesuai kondisi Anda dengan dokter. Jangan ragu untuk mencari referensi dan berbagai pendapat dari dokter lain. Walau mungkin masih sangat lama bagi Anda, namun biasanya rasa sakit yang muncul akibat endometriosis akan menghilang setelah Anda mengalami menopause.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) memang sudah terkenal khasiatnya, bahkan untuk sang buah hati. Inilah berbagai khasiat minyak kelapa untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Induksi Persalinan: Kapan dan Bagaimana Dilakukannya?

Induksi persalinan adalah hal langkah penting saat persalinan dirasa membahayakan nyawa ibu dan bayi. Sebelum menjalaninya,berikut hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 16 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
susah bab setelah melahirkan normal

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit