Mengenal PLI, Terapi Suntik Leukosit untuk Tubuh Ibu yang “Menolak” Sperma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/07/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Beberapa tahun terakhir ini, statistik menunjukkan bahwa angka infertilitas pada pasangan suami-istri cukup meningkat. Salah satu “tersangka”-nya adalah tingginya antibodi antisperma pada tubuh sang istri. Kondisi ini dapat ditangani dengan terapi paternal leukocyte immunization alias PLI.

Apa itu antibodi antisperma (ASA)?

Sebelum menggali lebih dalam soal teknik PLI, ada baiknya kita ketahui dulu apa itu ASA.

Infertilitas atau ketidaksuburan bukan hanya masalah laki-laki atau perempuan saja. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik pihak suami ataupun istri.

Salah satu penyebab yang membuat pasangan bertahun-tahun tidak berhasil mempunyai keturunan adalah adanya antibodi antisperma (antisperm antibody/ASA) pada tubuh perempuan.

ASA merupakan senyawa dalam tubuh yang dapat “menghancurkan” sperma. Antibodi ini kemudian akan mengenali sperma sebagai benda asing yang sifatnya membahayakan bagi tubuh seseorang sehingga akan dihancurkan.

Antibodi antisperma bisa terdapat dalam darah maupun lendir vagina. Namun, jangan dulu panik, karena tidak semua perempuan memilikinya.

Kecurigaan adanya antibodi antisperma pada tubuh istri menguat ketika pasangan suami istri telah dinyatakan subur, namun tak kunjung mendapatkan keturunan.

Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menekan kerja ASA adalah dengan menyuntikkan sel darah putih suami ke dalam tubuh istri yang dikenal dengan teknik paternal leukocyte immunization (PLI).

Prosedur terapi PLI (Paternal Leukocyte Immunization)

Apabila terbukti antibodi antisperma alias ASA yang menjadi penyebab ketidaksuburan pada pasangan, seorang dokter mungkin akan menawarkan terapi PLI alias Paternal Leukocyte Immunization, selain bayi tabung.

Paternal Leukocyte Immunization merupakan salah satu cara alternatif untuk mengusahakan keturunan pada kasus di mana tubuh istri “menolak” sperma suami.

Terapi PLI ini dilakukan dengan menyuntikkan sel darah putih suami ke dalam tubuh istri untuk menekan angka antibodi antisperma.

Berikut adalah prosedur pelaksanaan terapi PLI.

Konsultasi

Sebelum memulai terapi ini, pasangan akan melakukan konsultasi medis terlebih dahulu dengan dokter.

Beberapa hal hal yang perlu didiskusikan antara lain mengenai indikasi, tahapan, hingga efek samping dan biaya terapi PLI.

Uji pra-PLI

Setelah mengerti benar mengenai keuntungan dan kerugian tindakan terapi PLI, maka akan dilakukan pengambilan darah suami untuk diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk, misalnya, mengetahui ada tidaknya penyakit menular tertentu. Setelah dinyatakan aman, barulah pasangan tersebut bisa melanjutkan ke prosedur imunisasi.

Tindakan imunisasi

Darah suami mula-mula akan diambil. Darah tersebut kemudian akan menjalani suatu prosedur tertentu sehingga akhirnya akan menyisakan sel darah putih (leukosit) saja.

Sel darah putih inilah yang kemudian akan disuntikkan ke dalam tubuh istri di titik tertentu. Umumya, injeksi dilakukan pada daerah lengan.

Uji post-PLI

Beberapa minggu setelah imunisasi dilakukan, dokter akan memeriksa kadar antibodi antisperma dalam tubuh istri. Apabila hasilnya sudah baik, pasangan tersebut dapat segera dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual.

Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa angka keguguran yang menurun setelah melakukan prosedur terapi PLI ini.

Siapa saja yang membutuhkan terapi PLI?

Biasanya, seseorang dinyatakan tidak subur apabila telah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi secara rutin selama setahun, namun belum juga hamil.

Meski begitu, tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti bahwa keduanya subur atau tidak subur.

Apabila hasil keduanya normal dan dinyatakan subur bisa jadi penyebabnya adalah adanya adanya antibodi antisperma.

Jika terbukti bahwa ASA adalah penyebabnya, maka dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalankan terapi PLI untuk menekan jumlah antibodi antisperma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Bijak Hadapi Suami yang Pengangguran dan Malas Mencari Pekerjaan Baru

Saat suami jadi pengangguran hal ini tentu jadi pukulan tersendiri, apalagi jika ia tak kunjung mencari pekerjaan. Jangan emosi, ini cara bijak hadapinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 07/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Kenali HBcAg, Tes untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B bisa merusak liver. Untuk mendeteksinya, orang yang berisiko perlu menjalani tes HBcAg. Apa itu HBcAg? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/08/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Tips Bijak Memberitahu Suami Bahwa Anda Sudah Menopause

Ada banyak perubahan pada tubuh saat istri menopause. Pertanyaan yang timbul selanjutnya yakni bagaimana caranya untuk menyampaikan berita ini kepada suami?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 27/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Memahami Prosedur Flebotomi, yang Dapat Membantu Mengatasi Kondisi Kelainan Darah

Flebotomi adalah suatu prosedur medis yang biasanya dilakukan saat seseorang mengalami kelainan darah. Yuk, cari tahu selengkapnya lewat ulasan ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 25/01/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit
antibodi sars untuk covid-19 herd immunity indonesia

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit
leukosit rendah atau leukopenia

Mengenal Leukopenia, Kondisi Ketika Kadar Leukosit Rendah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 01/03/2020 . Waktu baca 7 menit