Benarkah Terapi Bayi Tabung Meningkatkan Risiko Kanker Pada Wanita?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/04/2020
Bagikan sekarang

Apakah Anda ingin punya anak namun sampai saat ini belum juga hamil? Saat ini banyak sekali perawatan atau cara untuk memudahkan seorang wanita untuk hamil. Salah satunya dengan terapi bayi tabung atau in vitro fertilisation (IVF). Terapi bayi tabung tergolong sangat mahal dan terdiri dari berbagai tahapan yang kompleks, diketahui hanya 5% pasangan yang susah memiliki anak yang kemudian melakukan proses ini.

Apa itu terapi bayi tabung (IVF)?

Lebih dari 200 ribu bayi telah dilahirkan melalui proses bayi tabung sejak proses ini diperkenalkan tahun 1981. Pada keadaan yang normal, proses pembuahan antara telur wanita dengan sperma pria terjadi pada tubuh wanita. Namun banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan proses pembuahan yang terjadi di dalam tubuh. Jika pembuahan berhasil terjadi, maka kehamilan akan terjadi. Sedangkan, pada proses bayi tabung, pembuahan terjadi di luar tubuh wanita dan jika pembuahan tersebut berhasil, maka calon janin tersebut akan dimasukkan kembali ke rahim ibu untuk tumbuh dan berkembang hingga waktu kelahiran tiba.

Namun proses bayi tabung tidak bisa sembarangan dilakukan karena proses ini juga dapat menimbulkan berbagai efek samping untuk kesehatan tubuh. Ada beberapa hal yang menyebabkan Anda dianjurkan untuk melakukan proses bayi tabung:

  • Anda didiagnosis mengalami infertilitas atau tidak subur yang diakibatkan oleh berbagai faktor
  • Saluran tuba falopi atau saluran keluarnya telur tertutup karena gangguan fungsi tubuh yang terjadi
  • Pasangan Anda memiliki masalah kesuburan
  • Tidak berhasil hamil walaupun sudah mengonsumsi obat kesuburan atau melakukan intrauterine insemination (IUI)

Proses bayi tabung diduga bisa meningkatkan risiko kanker pada wanita

Sampai saat ini telah banyak yang melakukan penelitian terkait risiko melakukan proses bayi tabung, dan hasil penelitiannya sangat bervariasi. Ada sebagian yang berhasil membuktikan bahwa proses terapi medis tersebut dapat meningkatkan risiko kanker payudara, kanker rahim, dan kanker ovarium.

Sebuah penelitian yang melibatkan 255.786 wanita yang melakukan proses bayi tabung di Inggris pada 1990 hingga 2010 dan dilihat perkembangannya selama 8 tahun, menemukan sebanyak 386 kasus kanker ovarium. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa:

  • Wanita yang tetap tidak memiliki bayi setelah melakukan proses bayi tabung, mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker ovarium.
  • Risiko terkena kanker ovarium akan lebih tinggi lagi jika melakukan proses bayi tabung berkali-kali, semakin sering akan semakin berisiko.
  • Wanita yang masih terlalu muda untuk melakukan proses bayi tabung juga berisiko mengalami kanker.
  • Sedangkan wanita yang melakukan proses ini akibat pasangannya yang tidak subur, tidak berisiko untuk mengalami kanker.

Penelitian lain di Belanda pada tahun 2011, menemukan bahwa wanita yang  menjalankan bayi tabung cenderung mengalami tumor ovarium di masa yang akan datang. Sama dengan hasil penelitian sebelumnya, penelitian yang dilakukan di Norwegia pada tahun 2014 menyatakan bahwa terdapat hubungan antara melakukan proses bayi tabung dengan peningkatan risiko kanker payudara. Risiko kanker payudara ini dimiliki oleh kelompok wanita yang melakukan proses bayi tabung pada usia yang muda.

Mengapa proses bayi tabung menyebabkan kanker?

Infertilitas dapat terjadi oleh berbagai sebab dan dipengaruhi banyak faktor. Untuk sebagian wanita, bahkan tidak ditemukan alasan dan penyebabnya. Wanita yang menjalani perawatan untuk meningkatkan kesuburan atau program untuk memiliki anak dengan cara medis dan obat-obatan memiliki risiko mengalami beberapa jenis kanker. Wanita yang telah diketahui kurang subur, memiliki risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker rahim.  

Para ahli mengungkapkan bahwa proses bayi tabung dapat meningkatkan hormon yang merangsang indung telur atau ovarium, hormon yang muncul yaitu estrogen dan progesteron. Perubahan kadar hormon seksual di dalam tubuh dapat menyebabkan kejadian kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker rahim. Anggapan lain yang muncul adalah dengan melakukan proses bayi tabung, produksi telur yang dihasilkan oleh ovarium akan meningkat dan hal ini yang menyebabkan peningkatan kanker ovarium. Untuk itu, jika Anda berencana untuk melakukan terapi bayi tabung dan berbagai terapi untuk membantu kesuburan, diskusikan hal tersebut dengan dokter ahli agar mencegah efek samping yang buruk terjadi.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

    Apakah Anda khawatir puasa pengaruhi kesuburan Anda dan suami? Sebelum Anda menebak-nebak, baca dulu artikel ini jika Anda sedang mengusahakan kehamilan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hari Raya, Ramadan 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    gangguan makan ibu hamil

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020