Apakah Benar Penis Kecil Berarti Tidak Subur?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak pria yang memiliki ukuran penis kecil khawatir mereka termasuk kalangan pria tidak subur.  Sebenarnya,  ukuran penis yang kecil belum terbukti menyebabkan pria tidak subur. Meski begitu, ada kondisi “mikropenis” yaitu ukuran penis yang terlalu kecil, sehingga tidak dianggap normal.

Namun, benarkah ukuran penis merupakan pertanda seorang pria subur atau tidak? Bagaimana dengan pria yang mengalami mikropenis? Simak penjelasan lebih lengkap di dalam artikel ini.

Fakta tentang penis kecil tidak subur

Sebelum membahas mengenai ukuran penis pria yang terlalu kecil hingga dianggap tidak subur, akan lebih baik jika Anda membahas ukuran penis normal pada umumnya. Meski angka pastinya masih terus diperdebatkan oleh para ahli, ukuran rata-rata penis pria dewasa yang disepakati adalah 13,5 centimeter dalam keadaan ereksi. Untuk pria Indonesia, ukuran penis rata-rata adalah 12 centimeter saat penis ereksi.

Ukuran penis banyak diduga  menjadi salah satu faktor penentu seorang pria subur atau tidak. Pasalnya, disebutkan pria yang tidak subur biasanya memiliki ukuran penis yang lebih kecil hingga satu inci, dibanding dengan orang yang seumuran dengannya.

Padahal, ukuran penis sebenarnya tidak memiliki kaitan langsung dengan subur atau tidak suburnya Anda. Mungkin ukuran penis yang kurang dari ukuran normal dapat menyebabkan kondisi kesehatan lain, seperti sulit buang air kecil dan melakukan hubungan seksual. Akan tetapi, tidak subur bukan disebabkan oleh ukuran penis saja.

Meski bukan penyebab atau faktor penentu kesuburan, penis kecil mungkin memiliki kontribusi pada penyebab tidak subur. Sebagai contoh, ukuran penis yang kecil mungkin menghasilkan jumlah sperma yang lebih sedikit, sehingga dapat memengaruhi kesuburan Anda.

Namun perlu diingat, bahwa jumlah sperma yang tergolong sedikit karena ukuran penis yang kecil bukan faktor utama yang menentukan Anda subur atau tidak.

Ada banyak faktor medis lain yang lebih berperan penting dibanding ukuran medis terhadap kondisi kesuburan pria. Maka sebenarnya terlepas dari besar kecil penis Anda, tidak menutup kemungkinan Anda tetap subur dan bisa memiliki keturunan.

Tidak perlu khawatir Anda tidak subur, karena penis kecil tetap bisa membuat pasangan Anda mengalami kehamilan selama Anda bisa melakukan seks dengan posisi yang tepat. Oleh karena itu, agar Anda tidak perlu khawatir berlebihan, Anda bisa mencari tahu posisi seks terbaik meski memiliki ukuran penis yang kecil.

Ukuran penis bukan satu-satunya penentu kesuburan pria

Alih-alih ukuran penis baik yang kecil atau normal dianggap dapat menjadi penentu apakah Anda subur atau tidak, rupanya jarak anogenital (AGD) mungkin lebih penting dalam menentukan kesuburan pria.

AGD adalah jarak ukur dari lubang anus hingga ke tempat buah zakar menempel di tubuh Anda. Rata-rata jarak ini adalah 5 centimeter. Jika jarak yang kurang dari 5 centimeter, hal ini mungkin dapat mengurangi kesuburan. Sementara itu, jarak yang melebihi standar dapat berarti peningkatan kesuburan.

Namun, sama halnya dengan ukuran penis yang beragam, jarak AGD antar pria pun bisa berbeda karena dipengaruhi oleh bentuk tubuh dan sejumlah faktor lainnya, sehingga hal tersebut baru bisa menjadi penanda apakah Anda subur atau tidak.

Cara mengukur besar penis

Jika Anda khawatir penyebab Anda tidak subur adalah ukuran penis Anda yang terlalu kecil, Anda harus tahu terlebih dahulu apakah sebenarnya ukuran yang normal.

Cara akurat mengukur penis pria tidak dilakukan saat ereksi, tapi saat layu. Teknik ini disebut dengan SPL (Stretched Penis Length), yaitu metode pengukuran penis yang paling dapat diandalkan. Cara ini tentu akan berguna jika Anda merasa ukuran penis Anda tidak sebesar kondisi normal.

Pertama-tama, regangkan penis “layu” sejauh yang Anda bisa perlahan-lahan. Kemudian ukur panjangnya mulai dari pangkal tulang kemaluan sampai ujung kepala penis menggunakan penggaris elastis atau tali meteran. Jangan hanya mengukur dari persimpangan penis dan buah zakar untuk mendapatkan angka akuratnya.

Skor SPL Anda adalah angka yang Anda dapat dari pangkal tulang kemaluan hingga ke ujung kepala penis yang terbentang. Semakin besar angka SPL seorang pria, maka semakin panjang pula ukuran penisnya saat sedang ereksi. Jika ternyata ukuran penis terhitung normal, Anda tidak perlu khawatir tidak subur karena ukuran penis Anda.

Jika Anda mendapatkan angka 12 centimeter dengan kisaran plus/minus 1,5 cm, Anda masih termasuk normal. Jika ternyata angka Anda lebih kecil dari ini, Anda mungkin mengalami kondisi yang disebut mikropenis. Tapi Anda tidak perlu merasa khawatir karena Anda tidak sendirian. Meski langka, diduga 1 dari 200 pria mengalami mikropenis.

Anda juga tak perlu minder dengan orang-orang yang mengklaim punya penis besar. Pasalnya menurut statistik SPL, hanya ada 0,6% pria di dunia ini yang memiliki penis besar dengan panjang ereksi sampai 17,5 centimeter atau lebih.

Apa yang dimaksud dengan penis kecil (mikropenis)?

Tidak semua penis kecil termasuk dalam kategori mikropenis. Penis tergolong pada mikropenis, jika panjang rentangan penis layu kurang dari 2,5 standar deviasi (SD) di bawah rata-rata.

Menurut sebuah artikel yang dimuat pada Cleveland Clinic, mikropenis atau penis kecil adalah kondisi yang disebabkan oleh hormon atau faktor genetik, namun bukan berarti Anda tidak subur jika mengalaminya.

Umumnya, mikropenis merujuk pada fisik penis yang secara kasat mata tampak normal, tapi memiliki batang penis pendek. Namun, ukuran penis sebenarnya tidak bisa dijadikan patokan apakah Anda subur atau tidak, karena kedua hal tersebut tidak berkaitan secara langsung.

Kebanyakan kasus penis yang dianggap kecil berasal dari penyebab sekunder seperti penumpukan lapisan kulit dan lemak di area pinggang serta genital akibat kelebihan berat badan atau obesitas. Penis akan tertutupi oleh perut buncit sehingga tampak kecil jika dilihat dari atas.

Padahal, mungkin sebenarnya penis Anda berukuran normal sesuai skor SPL. Kondisi ini disebut buried penis, atau penis terkubur. Tapi, penis yang terlihat lebih kecil ini juga tidak dapat disebut sebagai penyebab tidak subur.

Selain itu, penis kecil juga bisa disebabkan oleh kondisi yang disebut inconspicuous penis alias penis tersembunyi. Hal ini membuat sulit untuk membedakan di mana ujung buah zakar berakhir dan pangkal penis dimulai karena buah zakar terhubung ke bagian bawah penis sehingga menyebabkan penis tertarik ke dalam. Namun, kondisi ini tidak menandakan Anda tidak subur.

Kedua kondisi di atas lebih umum ditemukan dibandingkan dengan penyebab penis kecil yang sebenarnya, yaitu kelainan genetik. Namun, kelainan genetik yang menyebabkan ukuran penis tidak normal bukan pertanda Anda tidak subur.

Penis mulai berkembang di rahim saat janin berusia 8 minggu sampai ke-12. Selama trimester dua dan tiga, hormon seks pria akan membentuk penis untuk bertumbuh ke panjang normalnya. Sementara, jika Anda mengalami masalah kesehatan yang mengganggu produksi hormon dan kinerja hormon penis pun mungkin sulit untuk berkembang optimal.

Bagaimana cara mengatasi penis kecil tidak subur?

Jika ukuran penis yang terlalu kecil didiagnosis sebagai akibat dari defisiensi hormon pertumbuhan atau testosteron sehingga Anda menjadi tidak subur, dokter akan merekomendasikan terapi hormon untuk memfasilitasi pertumbuhan penis yang lebih optimal.

Terapi hormon dilaporkan dapat membantu anak-anak dan remaja mencapai ukuran penis normal ketika beranjak dewasa nanti. Anda pun tidak perlu khawatir akan memiliki penis dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran normal.

Saat orang tidak responsif terhadap terapi hormon, langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah pembedahan medis.Operasi pembesaran penis menggunakan implan silikon subkutan agar dapat meningkatkan panjang dan ketebalan penis.

Operasi ini mungkin bisa menghindarkan Anda dari ukuran penis kecil yang Anda curigai menjadi penyebab Anda tidak subur. Namun, Anda juga harus berhati-hati dan jangan mudah percaya iklan pembesar penis yang Anda temui.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 23, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca