Benarkah Olahraga Berlebihan Bisa Membuat Anda Tidak Subur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu cara alami yang dinilai ampuh meningkatkan kesuburan adalah berolahraga. Akan tetapi, Anda tetap harus memperhatikan intensitas dan lamanya. Pasalnya, The American College of Obstetricians and Gynecologists menyatakan bahwa olahraga berlebihan malah dapat mengurangi kesuburan.

Bagaimana mungkin kegiatan yang menyehatkan malah berakibat buruk pada kesuburan Anda? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Seperti apa olahraga yang berlebihan?

penyebab mudah lelah

Secara umum, setiap orang disarankan untuk berolahraga minimal selama 150 menit setiap minggu. Kebutuhan ini dapat bertambah besar bila Anda memiliki target khusus, misalnya mengurangi berat badan atau membentuk otot.

Anda bisa terus meningkatkan durasi dan intensitas olahraga, tapi tubuh Anda tetap memiliki batasan. Setiap orang memiliki batas kemampuan yang berbeda. Olahraga dengan durasi atau intensitas melebihi batasan inilah yang disebut berlebihan.

Definisi olahraga berlebihan bervariasi pada setiap individu. Meski begitu, ada sejumlah gejala yang timbul saat seseorang berolahraga melampaui kemampuannya. Gejala tersebut antara lain detak jantung meningkat, susah tidur, nafsu makan menurun, dan stres.

Pada wanita, olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan terhentinya menstruasi sementara atau amenore. Inilah yang akhirnya membuat banyak orang meyakini bahwa olahraga berlebihan bisa mengurangi kesuburan.

Apa kata penelitian tentang olahraga dan kesuburan?

Berbagai studi mengenai hubungan antara olahraga dan kesuburan memberikan hasil yang beragam. Olahraga intensitas ringan dan sedang memang bermanfaat bagi kesuburan, tapi olahraga intensitas berat justru bisa menurunkannya.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian dalam jurnal Sports Medicine. Pada penelitian tersebut, olahraga intensitas berat selama lebih dari 60 menit sehari disinyalir dapat mencegah terjadinya ovulasi. Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur dari ovarium.

Setelah dilepas, sel telur semestinya bergerak menuju tuba falopi untuk mengalami pembuahan. Akan tetapi, olahraga berlebihan menimbulkan stres pada tubuh. Stres menghambat fungsi kelenjar pituitari pada otak yang  mengatur mekanisme ovulasi.

anovulasi, tidak ovulasi, disfungsi ovulasi

Alih-alih memicu ovulasi, kelenjar pituitari justru merespons stres dengan mencegah ovulasi terjadi. Ini adalah mekanisme tubuh untuk melindungi diri dari stres tinggi akibat aktivitas fisik berlebihan. Pada akhirnya, olahraga berlebihan malah menghentikan ovulasi dan mengurangi kesuburan.

Olahraga berlebihan juga dapat memengaruhi fungsi hormon leptin. Gangguan pada hormon leptin dapat menurunkan nafsu makan. Padahal, tubuh Anda membutuhkan nutrisi terutama lemak untuk bisa mengalami ovulasi.

Selain itu, fungsi hormon leptin yang terganggu juga akan mengacaukan metabolisme. Metabolisme yang kacau ditambah kurangnya asupan lemak lambat laun menghambat ovulasi. Akibatnya, Anda mengalami amenore yang ditandai dengan terhentinya menstruasi selama 3 bulan atau lebih.

Apakah kesuburan bisa kembali normal?

makanan untuk penderita radang usus

Olahraga berlebihan memang dapat mengurangi kesuburan, tapi Anda bisa memulihkannya dengan beberapa cara. Metode pertama adalah dengan memberikan asupan kalori tambahan sehingga tubuh dapat kembali berfungsi normal. Anda bisa menghitung kebutuhan kalori di sini.

Apabila Anda tidak ingin menambah asupan kalori, Anda dapat menjalani metode kedua dengan mengonsumsi obat kesuburan atau pil KB. Dengan begitu, kondisi hormon reproduksi dalam tubuh Anda akan kembali normal.

Kendati efektif, cara ini tidak sesuai bagi wanita yang berstatus gizi kurus. Anda perlu menambah berat badan dan memperbaiki asupan nutrisi terlebih dulu agar tubuh mampu menjalankan fungsinya kembali.

Setelah itu, barulah Anda dapat menjalani rutinitas olahraga kembali seperti biasa. Pastikan Anda menjalani olahraga sesuai kebutuhan. Hindari olahraga berlebihan ataupun kegiatan lain yang dapat kembali mengurangi kesuburan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini 3 Tanda Anda Harus Berhenti Olahraga dan Melanjutkan di Sesi Lainnya

Kebugaran dan kesehatan tubuh tentu diperoleh berkat rajin berolahraga. Kunci yang terpenting, Anda tahu kapan olahraga sudah cukup. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Olahraga Lainnya, Kebugaran 13 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

6 Pilihan Pengobatan Bagi Pengidap PCOS

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) dapat membuat wanita sulit hamil. Enam jenis pengobatan ini paling direkomendasikan untuk wanita pengidap PCOS.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Wanita, Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) 4 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Awas, Olahraga Terlalu Berat Bisa Bikin Anda Tak Bergairah di Ranjang!

Bukan cuma meningkatkan risiko cedera, olahraga terlalu berat ternyata bisa bikin Anda kurang bergairah di ranjang, lho! Bagaimana bisa? Intip disini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Olahraga Lainnya, Kebugaran 24 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Gejala Anoreksia Nervosa, Baik Secara Fisik dan Juga Perilaku

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan ekstrem dan ketakutan berlebih menjadi gemuk. Ada berbagai gejala anoreksia yang biasa ditunjukkan. Apa saja ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Makan 20 September 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Bahaya Olahraga Di Siang Hari

Ini Bahayanya Jika Anda Berolahraga di Siang Hari Saat Panas Terik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
laki-laki pria untuk otot lebih kuat

Ingin Membentuk Otot? Jangan Latihan Keras Setiap Hari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
batuk setelah Olahraga luar rumaah pandemi covid-19

Suka Batuk-batuk Setelah Berolahraga? Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 29 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
porsi olahraga setelah sembuh dari covid-19

Olahraga Berlebihan Itu Tak Baik, Berikut Durasi Maksimal yang Dianjurkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit