Ingin Menentukan Jenis Kelamin Bayi Anda? Ada Dua Cara Efektif

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menentukan jenis kelamin bayi di dalam kandungan dianggap sebagai hal yang mustahil dilakukan. Beberapa kiat yang sering diungkapkan biasanya hanya berakhir sebagai mitos belaka. Namun, nyatanya ada banyak pasangan yang sukses mendapatkan bayi dengan jenis kelamin sesuai pilihan. Meski akurasinya tidak 100%, tingkat keberhasilannya bisa dibilang cukup tinggi. Metode apa yang digunakan? Simak selengkapnya di bawah ini.

Kenapa ada pasangan yang ingin menentukan jenis kelamin anak?

Memiliki anak merupakan impian dari banyak pasangan suami-istri. Untuk beberapa pasangan, memiliki anak laki-laki ataupun perempuan bukan menjadi masalah, namun ada pula pasangan yang ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu. Banyak alasan mengapa orang tua menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu, mulai dari preferensi masing-masing, sosial budaya, hingga masalah finansial (anak laki-laki untuk meneruskan usaha keluarga).

Alasan kesehatan seperti adanya kelainan genetik pada orangtua (yang bisa diturunkan ke salah satu anak mereka yang berjenis kelamin tertentu) bisa menjadi alasan serius bagi pasangan orang tua untuk menentukan jenis kelamin anak mereka.

Bagaimana jenis kelamin bayi ditentukan?

Jenis kelamin manusia ditentukan berdasarkan komposisi kromosom seks ketika terjadi pembuahan. Manusia memiliki 23 pasang kromosom, di mana satu pasang diantaranya adalah kromosom seks. Kromosom seks pada laki-laki terdiri dari X dan Y, sedangkan pada perempuan terdiri dari X dan X.

Ovum atau sel telur pada wanita selalu memiliki kromosom X, sedangkan sperma pada laki-laki bisa memiliki kromosom X maupun Y. Ketika sperma bertemu dengan sel telur dan terjadi pembuahan, sperma yang nanti akan menentukan apakah janin memiliki jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Sperma berkromosom Y akan menghasilkan anak laki-laki, sedangkan sperma berkromosom X akan menghasilkan anak perempuan.

Ada banyak cara untuk membantu Anda menentukan jenis kelamin anak. Anda bisa memilih antara cara alami atau dengan teknologi. Cara alami yang paling sering dilakukan adalah dengan menggunakan metode Shettles. Sementara, dengan teknologi ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan seperti inseminasi buatan atau bayi tabung.

Menentukan jenis kelamin bayi dengan metode Shettles

Metode Shettles dikembangkan oleh dr. Landrum B. Shettles yang dituangkannya dalam sebuah buku berjudul How to Choose the Sex of Your Baby.

Sperma pembawa kromosom laki-laki ukurannya lebih kecil, pergerakannya lebih cepat, dan memiliki usia yang lebih singkat dibanding sperma pembawa kromosom perempuan. Oleh karena sifatnya itu, Shettles berpendapat bahwa waktu terbaik untuk melakukan hubungan seksual jika ingin memiliki anak laki-laki adalah ketika sudah dekat waktunya dengan pelepasan sel telur (ovulasi). Dengan begitu maka sperma laki-laki yang lebih cepat akan membuahi sel telur lebih cepat dibandingkan sperma perempuan.

Sedangkan, sperma perempuan memiliki usia yang lebih panjang dibandingkan dengan sperma laki-laki. Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual adalah 2-4 hari sebelum terjadinya ovulasi dengan tujuan agar hanya sperma perempuan yang berusia lebih panjang yang nanti akan membuah sel telur.

Dilaporkan bahwa metode Shettles memiliki efektivitas hingga 75%. Jadi perlu diingat bahwa masih ada 25% kemungkinan bahwa jenis kelamin anak Anda akan berbeda dengan yang Anda inginkan.

Menentukan jenis kelamin bayi dengan inseminasi buatan dan bayi tabung

Dua metode ini merupakan yang paling umum dilakukan untuk membantu Anda menentukan jenis kelamin anak Anda. Keduanya akan memerlukan biaya yang cukup besar dan mengharuskan Anda untuk mengonsumsi obat tertentu.

Dengan inseminasi buatan, sperma akan ditempatkan lebih dekat dengan lokasi tempat terjadinya pembuahan (pertemuan antara sperma dengan ovum). Metode inseminasi buatan yang sering dilakukan adalah inseminasi intrauterin. Dengan menggunakan alat khusus berbentuk tabung kecil, dokter akan memasukkan sperma langsung ke dalam rahim.

Berbeda dengan inseminasi buatan, pembuahan pada metode bayi tabung terjadi di luar rahim. Dokter akan meminta Anda untuk mengonsumsi obat agar Anda menghasilkan lebih dari satu sel telur. Sel telur yang dihasilkan akan diambil dan dipertemukan dengan sperma di dalam sebuah cawan petri. Setelah 3-5 hari, hasil pembuahan yang sekarang telah menjadi embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Biasanya jika usia Anda di bawah 35 tahun dan dalam kondisi sehat, jumlah embrio yang akan ditanam tidak lebih dari dua.

Kedua metode tersebut terlihat berbeda, namun ada satu tahapan yang sama, yaitu memilih jenis kelamin sperma yang diinginkan. Ada beberapa metode, salah satunya adalah metode swim up. Dengan metode ini, sperma laki-laki akan diambil, diletakkan dalam sebuah tabung yang berisi nutrisi untuk sperma, kemudian disentrifuse. Setelah disentrifuse akan terjadi pemisahan antara cairan semen, sperma yang abnormal dan mati, dan sperma normal yang sehat. Dari lapisan sperma yang normal, sperma laki-laki yang lebih cepat akan berenang ke arah permukaan lebih cepat dibandingkan dengan sperma perempuan sehingga jika Anda menginginkan anak laki-laki, sperma inilah yang akan diambil untuk dibuahkan dengan sel telur nanti.

Jika Anda tertarik untuk melakukan metode bayi tabung atau inseminasi buatan, Anda bisa menghubungi dokter spesialis kandungan, terutama yang bergerak di bidang fertilitas.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kehamilan Ektopik, Ketika Janin Tumbuh di Luar Rahim

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim, tapi menempel dan bertumbuh di luar rahim.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Apa bedanya bercak darah dari tanda hamil atau menstruasi? Pasalnya, keduanya cukup mirip. Temukan ciri dan perbedaan flek darah yang terjadi pada Anda!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Servisitis

Servisitis adalah penyakit yang umumnta menyerang wanita. Cari tahu apa obat, penyebab, ciri, gejala, dan cara mengatasi servisitis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 19 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Sih yang Terjadi Saat Operasi Ganti Kelamin?

Bagaimana, sih, dokter bedah bisa mengubah alat kelamin pria menjadi alat kelamin wanita, dan sebaliknya? Simak prosedur operasi ganti kelamin berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 10 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan penyubur sperma

10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
tanda hamil atau haid

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Apa Benar Kebanyakan Olahraga Bikin Wanita Susah Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit