Baru Berusaha Hamil di Usia 30-an? Ini 7 Keuntungannya

Oleh

Keputusan untuk menunda kehamilan sampai usia 30-an ternyata bisa membuahkan berbagai manfaat yang menakjubkan. Tak seperti kata orang-orang, kehamilan di usia 30-an tidak kalah aman dan sehat dengan kehamilan usia muda, yaitu di bawah 20 tahun. Selain itu, masih ada tujuh keuntungan lain jika Anda baru mencoba hamil di usia 30-an. Simak keuntungannya berikut ini!

1. Hubungan pernikahan yang stabil

Di usia 30-an, biasanya Anda dan suami sudah mengenal satu sama lain secara lebih mendalam. Hal ini memungkinkan Anda berdua untuk bersikap lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap satu sama lain. Pasalnya, Anda dan pasangan mungkin sudah melalui berbagai kesulitan dan masalah bersama-sama. Maka, kehamilan dan menjadi orangtua baru pun akan jadi lebih mudah bagi Anda berdua.

2. Lebih siap secara finansial

Kehamilan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Apalagi setelah kelahiran bayi. Maka, Anda yang berusia 30-an biasanya sudah memiliki tabungan yang cukup untuk membiayai segala kebutuhan di masa depan, termasuk kalau Anda dan suami harus mengusahakan kehamilan dengan teknologi reproduksi berbantu (TRB).

Berbeda dengan orang yang baru satu atau dua tahun bekerja, mereka biasanya masih belajar mengatur keuangan pribadi. Orang yang belum lama berkarier juga cenderung ingin menikmati sendiri hasil jerih payahnya. Sementara itu, di usia 30-an Anda sudah tahu rasanya memanjakan diri dan sekarang sudah siap untuk membangun keluarga kecil Anda.

3. Karier yang stabil

Mencoba hamil di usia 30-an adalah pilihan yang aman. Saat ini Anda sudah punya karier yang stabil, tak lagi pindah-pindah kantor demi menemukan yang cocok. Anda mungkin sudah bekerja dengan penghasilan dan jenjang karier yang menjanjikan.

Karier yang stabil akan sangat menunjang kehamilan. Pasalnya, Anda pasti membutuhkan perusahaan dengan kebijakan yang ramah serta fleksibel bagi ibu hamil seperti cuti hamil dan ruang khusus menyusui. Karier yang sudah stabil juga akan membantu Anda jadi lebih fokus pada usaha kehamilan.

4. Kaya akan pengalaman dan petualangan

Banyak wanita yang hamil di usia awal 20-an mengaku bahwa sebenarnya mereka ingin mencoba berbagai pengalaman seperti berlibur ke tempat-tempat eksotis, ikut berbagai macam kursus keterampilan, membuka usaha sendiri, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, kehamilan dan tanggung jawab untuk mengurus buah hati harus jadi prioritas.

Anda yang ingin mencoba hamil di usia 30-an tak perlu khawatir soal ini. Pasalnya, Anda sudah menelan berbagai asam garam dunia di usia 20-an. Ketika akhirnya hamil, tak ada penyesalan lagi karena saat ini Anda sudah mengantongi berbagai pengalaman dan petualangan berharga.

5. Sudah banyak belajar dari pasangan dan orangtua lain

Saat ini mungkin hampir semua teman-teman Anda sudah memiliki momongan. Maka, ketika Anda akhirnya mencoba hamil di usia 30-an, Anda pun dikelilingi dengan sahabat-sahabat yang sudah berpengalaman soal kehamilan, mengasuh anak, dan berumah tangga. Anda sudah banyak belajar dari cerita-cerita mereka. Dengan begitu, usaha kehamilan Anda dengan suami pun jadi lebih lancar dan penuh dukungan.

6. Perkembangan emosional yang matang

Anda dan suami yang mencoba hamil di usia 30-an sudah lebih siap untuk hamil dan memomong bayi secara psikologis. Besar kemungkinan Anda sudah tahu apa saja kelebihan dan kelemahan Anda sebagai calon ibu, misalnya soal mengendalikan emosi. Kemampuan ini akan sangat berguna sepanjang perjalanan Anda sebagai calon orangtua.

7. Kehamilan yang lebih sehat

Usia 20-an adalah usia yang rawan. Jika terbuai dengan gaya hidup instan dan modern, Anda mungkin jadi lalai menjaga kesehatan. Sementara itu orang-orang berusia 30-an umumnya sudah “puas” dengan gaya hidup tersebut dan jadi lebih peduli kesehatan. Anda sudah lebih bijak dalam menentukan pilihan hidup yang sehat. Maka, kesehatan kehamilan Anda pun jadi lebih terjamin.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 9, 2017 | Terakhir Diedit: Agustus 15, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca