Berhenti Minum Pil KB Bisa Menurunkan Kadar Vitamin D Dalam Tubuh

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Jika Anda berencana untuk hamil dan berhenti minum pil KB, ada baiknya Anda memeriksa lebih dulu kadar vitamin D dalam tubuh Anda. Pasalnya, ternyata jumlah vitamin D dalam tubuh Anda akan mengalami penurunan seiring dengan berhentinya Anda menggunakan kontrasepsi hormonal. Mengapa bisa begitu? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Kontrasepsi hormonal memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal cenderung memiliki tingkat vitamin D lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat kontrasepsi yang mengandung estrogen, baik yang berbentuk pil, koyo, atau cincin vagina cenderung meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Akan tetapi, saat wanita berhenti menggunakan kontrasepsi tersebut kadar vitamin D dalam tubuh cenderung pun akan mengalami penurunan.

Hal ini tentu akan bermasalah bagi wanita yang ingin mencoba hamil. Pasalnya, vitamin D merupakan salah satu jenis vitamin yang sangat dibutuhkan selama kehamilan untuk membantu mendukung pertumbuhan serta perkembangan kerangka janin. Sayangnya, para ahli dalam penelitian ini tidak mengetahui seberapa cepat kadar vitamin D akan mengalami penurunan setelah seorang wanita berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

Itu sebabnya, peneliti menyarankan jika Anda berencana berhenti menggunakan alat kontrasepsi hormonal, pastikan jika asupan vitamin D Anda sudah cukup memadai saat mencoba hamil dan selama kehamilan.

Mengenal peran vitamin D selama kehamilan

Vitamin D adalah hormon yang berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengelola kadar kalsium dalam darah. Selama kehamilan, kebutuhan vitamin D wanita mengalami peningkatan. Menurut Angka Kecukupan Gizi 2013 (AKG) kebutuhan harian vitamin D untuk ibu hamil adalah 15 mcg.

Vitamin yang satu ini dibutuhkan untuk mendukung pembentukan kerangka serta pertumbuhan tulang dan gigi janin yang masih dalam kandungan. Tidak hanya itu, asupan vitamin D yang cukup selama kehamilan juga mampu mencegah risiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah.

Tubuh manusia memang akan menghasilkan vitamin D secara alami saat terkena sinar matahari. Selain dari sinar matahari, yang merupakan sumber vitamin D paling baik, Anda juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin ini melalui makanan. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D di antaranya ikan yang mengandung lemak baik (seperti salmon, tuna, makarel, dan sarden), telur, serta daging merah.

Jika diperlukan, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin D dari suplemen ataupun multivitamin. Namun, Anda harus berkonsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D. Dokter akan menganjurkan berapa dosis yang tepat. Pasalnya, kelebihan vitamin D juga bisa membahayakan.

Apa lagi yang akan terjadi pada tubuh ketika berhenti pakai KB hormonal?

Selain bisa menurunkan kadar vitamin D dalam tubuh, secara umum berhenti menggunakan alat kontrasepsi hormonal (baik itu yang berbentuk pil, KB spiral, koyo, cincin vagina, hingga suntik) akan menimbulkan efek samping, yaitu:

  • Kemungkinan hamil.
  • Penurunan berat badan (biasanya berat air).
  • Peningkatan libido.
  • Perubahan suasana hati.
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • PMS mungkin akan kembali.
  • Rasa sakit yang tajam saat ovulasi.
  • Muncul jerawat.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa efek samping ini akan berbeda pada setiap wanita karena tergantung pada kondisi tubuh Anda sebelum mulai menggunakan alat kontrasepsi hormonal.

Sama halnya ketika ingin menggunakan alat kontrasepsi hormonal, ketika Anda memutuskan untuk berhenti memakainya Anda pun disarankan untuk berkonsultasi dulu ke dokter kandungan. Ini dilakukan agar Anda bisa mengurangi segala efek samping yang ada dari penggunaan alat kontrasepsi hormonal tersebut.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca