Mengapa Vagina Sakit Saat Hamil? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Umumnya, ada beberapa kondisi yang menyebabkan panggul dan vagina terasa sakit saat hamil. Biasanya, hal ini disebabkan karena adanya tekanan sehingga Anda menjadi tidak nyaman. Apa penyebab dari salah satu keluhan ibu hamil ini? Simak penjelasan dan cara mengatasinya di bawah ini.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apakah vagina sakit saat hamil umum terjadi?

Vagina sakit, nyeri, dan tegang saat hamil memang sulit didiagnosis penyebabnya.

Umumnya, hal ini disebabkan oleh janin dan rahim yang berkembang sehingga memenuhi rongga di bagian perut dan panggul ibu hamil.

Seiring pertumbuhan janin, penekanan pada vagina juga akan semakin terasa. Ini juga akan berpengaruh pada otot-otot yang ada di sekitar rahim.

Anda juga tidak perlu khawatir karena hal ini terbilang normal dan banyak dialami wanita hamil lainnya.

Dikutip dari American Pregnancy Association, rasa nyeri atau sakit pada ibu hamil biasanya berasal dari rahim, perut, hingga selangkangan.

Sementara itu, bagian tubuh lain yang ikut merasakan penekanan akibat rahim membesar adalah usus, kandung kemih, dan rektum (dubur).

Maka dari itu, selama masa kehamilan, wanita harus benar-benar menjaga tubuhnya.

Hal ini dilakukan untuk menjaga agar tidak memengaruhi pinggul atau panggul karena di posisi itulah organ pendukung kehamilan berada.

Penyebab vagina sakit saat hamil

vagina sakit saat hamil

Ketidaknyamanan di bagian perut hingga selangkangan menjadi hal yang umum dirasakan saat hamil.

Apalagi, rasa sakit pada vagina saat hamil bisa terjadi di setiap trimester kehamilan.

Berikut penjelasan mengenai penyebab vagina sakit saat hamil, di antaranya:

1. Kehamilan

Trimester pertama

Pada trimester pertama, umumnya ibu hamil belum merasakan tekanan di rahim yang menyebabkan nyeri pada vagina.

Di usia kandungan awal, justru hormon relaksin diproduksi lebih banyak untuk mengendurkan otot.

Namun, bagi sebagian wanita, kadar relaksin yang tinggi bisa menyebabkan nyeri dan ketegangan otot yang melemahkan ligamen di panggul.

Ini memberikan tekanan pada vagina, baik di dalam atau di sekitarnya sehingga mengakibatkan rasa sakit saat hamil.

Jika Anda mengalami nyeri pada vagina serta panggul di kehamilan trimester pertama, hal ini juga masih terbilang normal.

Akan tetapi, ketika merasakan sakit perut serta kram yang dibarengi dengan tanda-tanda perdarahan pada vagina segera hubungi dokter.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan atau keguguran.

Trimester kedua dan ketiga

Di trimester kedua dan ketiga kehamilan, tekanan serta rasa sakit pada vagina lebih sering terasa karena janin semakin besar.

Kombinasi panggul yang melemah dan peningkatan berat badan dapat menekan panggul sehingga menyebabkan tekanan pada vagina.

Dasar panggul yang terbuat dari otot dapat menahan organ panggul seperti rahim, vagina, uretra, dan kandung kemih.

Ketika dasar panggul melemah, tekanan ini bisa membuat area sekitar pinggul juga vagina terasa sakit yang luar biasa saat hamil.

Terlebih lagi, selain merasakan vagina nyeri saat hamil, wanita juga merasakan nyeri pada tulang vagina yang mengakibatkan kaki menjadi gemetar.

Di trimester ketiga, tekanan panggul bisa menjadi tanda awal persalinan. Apabila rasa sakit dibarengi dengan sensasi kram perut, itu adalah tanda persalinan pada ibu hamil.

2. Sembelit

Ketidaknyamanan hingga vagina terasa sakit saat hamil juga bisa terjadi karena sembelit.

Tingginya hormon kehamilan memperlambat pencernaan dan mengendurkan otot di usus besar sehingga ibu hamil mengalami hal ini.

Ditambah lagi, dengan adanya tekanan pada usus karena ukuran rahim semakin membesar.

Inilah yang menyebabkan sembelit bisa menekan vagina dan menimbulkan rasa nyeri saat hamil.

Anda bisa mengonsumsi banyak air dan serat untuk mengatasi hal tersebut.

3. Nyeri panggul

Nyeri panggul yang sering terjadi pada kehamilan dikenal sebagai pelvic gridle pain (PGP).

Rasa sakit ini disebabkan oleh kekakuan atau gerakan sendi panggul yang tidak merata.

Gejala dari kondisi ini mengakibatkan vagina serta selangkangan terasa sakit saat hamil.

Sebagai contoh, rasa sakit ketika Anda berjalan kaki, menaiki tangga, hingga saat membalikkan badan di tempat tidur.

Perhatikan pula, nyeri panggul dan juga vagina mungkin bisa disebabkan oleh aktivitas atau gerak janin di dalam rahim.

Oleh sebab itu, hindari jalanan dengan kondisi:

  • Dataran menanjak dan menurun.
  • Menaiki tangga yang curam atau terlalu tinggi.
  • Kecepatan tinggi di jalan terutama ketika melewati polisi tidur.

Cara mengatasi panggul atau vagina sakit saat hamil

Untuk meringankan tekanan atau rasa sakit pada vagina dan panggul, ada beberapa hal yang bisa Anda coba, seperti:

1. Senam kegel

Melakukan latihan senam kegel bisa menguatkan otot dasar panggul. Senam kegel bisa dilakukan di rumah dan tidak membutuhkan banyak perlengkapan.

Caranya, kencangkan otot kegel seperti sedang menahan buang air kecil. Tahan selama 10 detik, lalu lepaskan dan ulangi sebanyak 10 kali.

Latihan ini juga bisa memperkuat otot yang dipakai untuk mendorong janin keluar ketika tiba waktu melahirkan nanti.

2. Melakukan relaksasi

Cobalah bersantai di bak mandi dengan air hangat.

Hal ini bisa mendatangkan efek rileks dan tenang pada bagian vagina dan panggul yang terasa sakit saat hamil.

Bila tidak ada bak mandi, Anda bisa mengompres area vagina atau bagian yang nyeri dengan kompres hangat.

3. Menggunakan penyangga perut

Kalau perut sudah mulai membesar, Anda juga bisa menggunakan penyangga perut atau korset hamil.

Ini berfungsi untuk menahan perut agar tidak terlalu menekan tubuh bagian bawah.

4. Pijat hamil

Cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi vagina serta panggul sakit saat hamil adalah dengan melakukan pemijatan.

Pijat saat hamil juga bisa membuat tubuh termasuk vagina dan panggul jadi lebih rileks.

Akan tetapi, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Beberapa hal lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi vagina nyeri saat hamil:

  • Cobalah untuk duduk, berbaring, atau ubah posisi tubuh.
  • Kompres area yang terasa sakit dengan botol air panas dibungkus handuk.
  • Pastikan Anda terhidrasi dengan baik.

Adakah komplikasi dari vagina sakit saat hamil?

Dalam beberapa kasus, tekanan pada vagina hanya efek samping dari kehamilan yang disebabkan lemahnya otot panggul dan kenaikan berat badan.

Namun, pada kondisi yang lebih parah, vagina sakit saat hamil perlu diobati agar tidak membahayakan kesehatan ibu dan bayi.

Lemahnya otot panggul ini bisa infeksi bila tidak diobati dan bisa menyebar ke seluruh tubuh, sehingga membahayakan bayi.

Bahkan di beberapa kasus, kondisi ini bisa menyebabkan persalinan prematur.

Komplikasi kehamilan lainnya yang disebabkan otot panggul lemah yaitu cedera otot selama kehamilan atau melahirkan.

Walaupun vagina nyeri saat hamil merupakan kondisi yang umum terjadi, ada beberapa tanda atau gejala lainnya yang perlu Anda waspadai.

Anda perlu segera pergi ke dokter jika merasakan tanda-tanda berikut, yaitu:

  • Demam, muntah, hingga menggigil.
  • Terjadi perdarahan hebat serta keputihan berubah warna.
  • Sakit atau nyeri terus berlanjut setelah istirahat.
  • Vagina yang sakit membuat sulit berbicara, bernapas, hingga berjalan.

Sekecil apa pun perubahan yang Anda rasakan di masa kehamilan, konsultasikan dengan dokter. Ini dilakukan agar kesehatan ibu tetap terpantau dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Membesarnya perut ibu saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Idealnya, berapa berat badan normal janin sejak awal hingga akhir kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tanda awal kehamilan ciri-ciri hamil muda tanda kehamilan

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit