Ibu, Ini Tanda Janin Tidak Berkembang Dalam Kandungan yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/08/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sejak masih embrio, calon bayi di dalam kandungan akan terus berkembang seiring waktu. Namun, ada kondisi di mana bayi tiba-tiba berhenti berkembang. Kondisi ini disebut dengan IUGR (Intrauterine Growth Restriction). Bila IUGR terus berlanjut, keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan bisa terjadi. Apa saja tanda janin tidak berkembang di dalam kandungan?

Tanda janin tidak berkembang dalam kandungan (IUGR)

Dilansir dari WebMD, umumnya, tanda janin tidak berkembang dalam kandungan bisa dideteksi saat usia satu sampai tiga bulan melalui USG dan tes tambahan lain. Dari USG, Anda akan mengetahui perkiraan berat bayi dan banyaknya cairan ketuban di rahim.

Kemudian, dokter akan menggunakan doppler flow (aliran doppler) untuk mengukur kecepatan aliran darah di tali pusar dan otak bayi.

Pemantauan janin dengan elektroda yang diletakkan pada perut ibu bertujuan untuk mengukur laju dan pola detak jantung bayi.

Dari semua prosedur tersebut, Anda bisa mengetahui bagaimana perkembangan bayi dan kemungkinan terjadinya IUGR. Berikut tanda janin tidak berkembang dalam kandungan:

1. Bayi dalam kandungan tidak bergerak

Normalnya, sang ibu akan merasakan gerakan di perutnya pada trimester kedua. Bila sang ibu awalnya merasakan sang bayi bergerak teratur tapi sudah tidak menunjukkan tanda-tanda itu lagi, ada kemungkinan bayi mengalami IUGR.

2. Hasil USG yang tidak normal

Ultrasound atau USG akan menunjukkan ukuran, posisi, dan secara keseluruhan perkembangan bayi. Cara ini juga dapat menunjukkan cacat lahir sehingga dapat membantu dokter membuat perkiraan hari kelahiran.

Namun, pada kasus IUGR yang memberi tanda janin tidak berkembang, hasil USG trimester pertama dan kedua tidak menunjukkan adanya perkembangan.

3. Kadar HCG menurun 

hCG (human gonadoptropin) adalah hormon yang diproduksi selama kehamilan. Kadar hCG akan terus naik dari usia 9 hingga 16 minggu. Ini menandakan bahwa kehamilan sang ibu berkembang normal.

Namun ketika janin tidak berkembang, kadar hCG akan lebih rendah dari seharusnya. Bila terus terjadi, hal ini bisa menjadi pertanda janin tidak berkembang di dalam kandungan.

4. Jantung bayi tidak berdetak jadi tanda janin tidak berkembang

Dari prosedur doppler flow, detak jantung bayi akan terdengar sekitar minggu ke-9 atau ke-10 saat bayi berubah dari embrio ke janin.

Bila detak jantung kurang terdengar pada tes pertama dan tidak terdengar detak jantung lagi di tes berikutnya, ini adalah tanda janin tidak berkembang.

Namun, ada penyebab lain yang bisa mengakibatkan timbulnya tanda ini, yaitu posisi bayi atau penempatan plasenta.

Pada beberapa kasus, bayi mungkin tidak sepenuhnya berhenti berkembang, hanya saja terlambat perkembangannya.

Secara khusus, berat bayi diperkirakan berada di bawah persentil ke-10, yaitu kurang dari 90 persen berat bayi pada usia yang sama.

Bayi akan memiliki kulit yang lebih tipis, pucat, longgar, dan kering. Tali pusat yang dimilikinya juga terihat tipis dan kusam, tidak tebal seperti tali pusat normal.

Tanda janin tidak berkembang yang dirasakan ibu hamil

Kondisi ini dirasakan dan memberi dampak pada ibu hamil. Ada beberapa hal yang akan Anda alami, yaitu:

1. Demam

Kondisi ini terjadi secara alami ketika tubuh melawan infeksi, tapi demam selama kehamilan juga bisa menjadi masalah, salah satunya tanda keguguran.

2. Payudara tidak sensitif

Pada beberapa bulan pertama kehamilan, payudara akan menjadi sensitif seperti hal ketika PMS (premenstrual syndrome).

Namun, pada ibu yang memiliki tanda janin tidak berkembang, payudara menjadi tidak sensitif dan ukurannya mengecil. Ini disebabkan karena hormon yang mendukung pertumbuhan bayi telah berhenti.

3. Gejala morning sickness berkurang

Kondisi morning sickness atau mual dan muntah memang normal terjadi ketika trimester pertama. Namun, bila gejalanya berhenti sebelum trimester berakhir, ibu jangan dulu merasa lega. Pasalnya, ini bisa menjadi tanda tidak berkembangnya janin di dalam kandungan yang membuat tingkat HCG menurun.

4. Keluar cairan ketuban

Keluarnya ketuban sebelum waktunya merupakan salah satu tanda janin tidak berkembang. Sebab bayi yang sehat akan dikelilingi oleh cairan ketuban di rahim. Bila cairan ketuban keluar, artinya kantung yang menahan cairan  ketuban pecah.

5. Terasa kram bisa jadi tanda janin tidak berkembang

Kram mungkin normal terjadi pada ibu hamil. Namun, bila rasa kram terus meningkat atau tidak hilang seiring waktu, ini bisa menunjukkan ada masalah dengan janin dan harus dikeluarkan dari rahim.

Bila sang ibu atau sang bayi mengalami kondisi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, disarankan untuk segera memeriksakan kandungan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat terkait IUGR.

Apa yang harus dilakukan jika merasakan tanda janin tidak berkembang?

Pertumbuhan janin yang tertunda berisiko mengalami berbagai masalah tertentu pada saat kehamilan, proses persalinan, dan nantinya setelah dilahirkan.

Umumnya, tanda janin tidak berkembang bisa dideteksi pada usia satu hingga tiga bulan. Jika dibiarkan saja hingga lebih dari tiga bulan, kondisi ini dapat memicu keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan.

Meski begitu, pada beberapa kasus, calon bayi yang didiagnosis terlambat berkembang masih bisa lahir dengan berat badan normal.

Oleh karena itu, semua ibu hamil seharusnya diperiksa untuk faktor risiko IUGR. Terlebih jika Anda memiliki beberapa kondisi dengan tanda janin tidak berkembang seperti yang disebutkan di atas, disarankan untuk segera konsultasikan ke dokter kandungan yang menangani Anda.

Perhatikan gejala-gejalanya agar ketika hamil, Anda dapat terus memantau perkembangan janin.

Tujuannya untuk mengantisipasi jika janin tidak berkembang, Anda bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk menentukan solusinya.

Penyebab janin tidak berkembang

Calon bayi dikatakan memiliki tanda janin tidak berkembang, apabila pertumbuhannya tidak sesuai dengan usia kehamilan.

Tumbuh kembang janin yang lambat ini menandakan ukuran bayi lebih kecil dari ukuran rata-rata pada usia kehamilan tersebut.

Sebagai contoh, Anda sudah hamil 12 minggu, tetapi perkembangan dan berat janinnya masih seperti usia di bawah 12 minggu. Sebagai gambaran umum, Anda bisa pantau perkembangan janin dari minggu 1 sampai 40 di laman Hello Sehat.

Bayi mungkin tidak tumbuh dengan baik jika dia tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya untuk berkembang. Berikut penyebab paling umum janin tidak berkembang menurut Mom Junction:

Kondisi medis ibu

Calon bayi Anda mungkin mengalami IUGR apabila Anda mengidap penyakit jantung, ginjal, paru-paru, gangguan pembekuan darah, anemia sel sabit, atau diabetes.

Selain itu, IUGR bisa terjadi pada janin apabila Anda mengalami preeklampsia selama kehamilan trimester kedua, hipertensi kronis, atau keduanya sekaligus.

Kelainan plasenta

Plasenta adalah organ yang berfungsi mengirim nutrisi dan oksigen untuk janin di dalam kandungan. Jika bentuk plasenta tidak sempurna atau ukurannya terlalu kecil, maka organ ini tidak dapat menjalani fungsinya dengan baik.

Kondisi inilah yang memungkinkan janin menjadi tidak berkembang karena mengalami defisiensi nutrisi atau oksigen.

Faktor lainnya

  • Terjadi pada kehamilan kembar dua atau lebih
  • Konsumsi obat-obatan terlarang, merokok
  • Infeksi tertentu yang Anda miliki seperti toksoplasmosis, rubella, sifilis, atau cytomegalovirus (CMV)

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
cek kehamilan dengan test pack

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nafsu seks ibu hamil

Kenali Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tips Seks yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit