Bagaimana Jika Pneumonia Terjadi Saat Hamil? Apakah Berbahaya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum.

Pneumonia adalah penyakit infeksi paru yang cukup serius dan berisiko mematikan bagi siapa pun, termasuk wanita hamil. Penyakit pneumonia pada ibu hamil dapat menimbulkan risiko komplikasi yang cukup tinggi dan bisa berakibat buruk bagi janin. Lalu, apa saja gejala pneumonia pada ibu hamil? Pengobatan apa yang harus dilakukan?

Gejala pneumonia pada ibu hamil

Saat Anda terinfeksi pneumonia, tubuh biasanya akan menunjukkan berbagai tanda pertamanya melalui serangan flu dan pilek yang cukup menganggu dan berkepanjangan. Selain itu, ada berbagai gejala pneumonia pada ibu hamil lainnya yang harus diwaspadai yaitu:

  • Sesak napas
  • Badan terasa panas dingin
  • Nyeri dada
  • Batuk yang memburuk
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Pola pernapasan menjadi lebih cepat
  • Muntah
  • Nyeri tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri di sekujur badan

Biasanya gejala ini akan muncul di sepanjang kehamilan dari trimester pertama hingga ketiga dengan intensitas yang terus meningkat.

Penyebab pneumonia selama kehamilan

Kehamilan sendiri menaikkan risiko seseorang untuk terkena pneumonia. Hal ini dikarenakan tubuh bekerja lebih keras dari biasanya untuk mendukung pertumbuhan janin dalam kandungan. Akibatnya, sistem imun mengalami penurunan alami berlebih yang membuatnya lebih rentan terserang penyakit, termasuk flu.

Virus penyebab flu yang akhirnya masuk dan menyebar ke dalam paru-paru bisa mengakibatkan pneumonia. Infeksi virus lainnya yang juga bisa menjadi penyebab pneumonia, yaitu sindrom distres pernapasan dan varisela atau cacar air.

Tak hanya itu, infeksi bakteri juga menjadi penyebab paling umum dari munculnya pneumonia. Berbagai bakteri yang bisa menjadi penyebab pneumonia, yaitu:

Selain itu, pneumonia pada ibu hamil dapat terjadi jika:

  • Mengalami anemia
  • Memiliki asma
  • Mengidap penyakit kronis tertentu
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Merokok
  • Rutin mengunjungi rumah sakit sehingga rentan terserang bakteri dan virus

Adakah komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan bayi selama kehamilan?

Wanita hamil yang terkena pneumonia biasanya mengalami sesak napas, akibatnya terjadi penurunan jumlah oksigen yang masuk ke seluruh tubuh. Hal ini juga memengaruhi pasokan oksigen untuk janin.

Dalam kasus yang cukup parah, pneumonia pada ibu hamil dapat menyebabkan:

  • Bayi lahir prematur
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Keguguran
  • Kegagalan pernapasan

Aliran darah juga bisa terinfeksi bakteri sebagai akibat dari infeksi paru-paru yang telah menyebar luas. Walaupun pneumonia menyebabkan ibu mengalami batuk yang cukup parah. Untungnya efek terhadap bayi tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Pasalnya, bayi dikelilingi oleh cairan ketuban yang berfungsi sebagai peredam dan melindungi bayi dari getaran, suara, dan juga tekanan termasuk yang diakibatkan oleh batuk.

Pengobatan pneumonia selama kehamilan

Pengobatan pneumonia disesuaikan pada penyebabnya, apakah  virus atau bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Biasanya obat-obatan yang digunakan untuk mengobati pneumonia secara umum aman digunakan selama kehamilan.

Obat antivirus dan terapi pernapasan bisa digunakan sebagai pengobatan awal. Jika Anda terinfeksi penyakit ini akibat infeksi bakteri tertentu maka dokter akan meresepkan antibiotik. Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti acetaminophen (paracetamol) juga aman digunakan untuk mengurangi demam dan rasa sakit.

Sebelum menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran ada baiknya untuk berkonsultasi dulu pada dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.  Menjaga hidrasi tubuh dan istirahat yang cukup juga dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi.

Cara mencegah pneumonia pada ibu hamil

Beberapa cara bisa Anda praktikkan untuk meminimalkan risiko tertularnya virus dan bakteri penyebab pneumonia, yaitu:

  • Sering mencuci tangan
  • Istirahat yang cukup
  • Mengonsumsi makanan yang higienis dan bergizi
  • Berolahraga secara teratur
  • menghindari kontak dengan orang sakit
  • Tidak merokok
  • Latihan fisik secara rutin untuk memperkuat sistem imun tubuh
  • Melakukan vaksin flu. Hal ini dilakukan selain untuk mencegah pneumonia akibat virus flu, juga untuk melindungi bayi dari terserangnya flu setelah lahir hingga berusia enam bulan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca